{"id":137875,"date":"2025-09-07T14:58:58","date_gmt":"2025-09-07T06:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=137875"},"modified":"2025-09-20T15:03:57","modified_gmt":"2025-09-20T07:03:57","slug":"idham-aspirasi-warga-harus-dikawal-meski-anggaran-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/idham-aspirasi-warga-harus-dikawal-meski-anggaran-terbatas\/","title":{"rendered":"Idham: Aspirasi Warga Harus Dikawal Meski Anggaran Terbatas"},"content":{"rendered":"<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span class=\"cf1\">KUTAI KARTANEGARA<\/span><\/strong><span class=\"cf0\"> \u2013 Aspirasi masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengalir melalui berbagai forum reses maupun kunjungan lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala utama dalam mewujudkan semua harapan tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Muhammad Idham, mengungkapkan hal itu usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan pengurus DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kukar pada Sabtu (06\/09\/2025).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">&#8220;Banyak usulan dari masyarakat yang sudah kami perjuangkan, sebagian sudah masuk dan terealisasi, tapi ada juga yang tertunda karena keterbatasan anggaran. Salah satunya rencana pembangunan jalan di kampung kami sempat masuk prioritas, tapi akhirnya ditunda,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Idham menegaskan, keterbatasan anggaran bukan berarti aspirasi warga akan diabaikan. Menurutnya, DPRD bersama pemerintah daerah terus mencari cara agar usulan masyarakat tetap mendapat ruang dalam perencanaan pembangunan, baik melalui mekanisme pokok pikiran (Pokir) maupun masuk ke dalam Rencana Kerja (Renja) dinas.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">&#8220;Kalau lewat Pokir memang terbatas, tapi kami dorong usulan agar masuk Renja dinas. Dengan begitu, peluang terealisasi lebih besar karena anggarannya juga lebih luas,&#8221; jelasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Beberapa sektor bahkan sudah mulai menunjukkan hasil, salah satunya bidang pendidikan yang sejumlah programnya berhasil masuk Renja Dinas Pendidikan tahun ini. Meski demikian, ia mengakui masih ada banyak usulan lain yang harus ditunda akibat efisiensi anggaran daerah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">&#8220;Kami akan terus komunikasi dengan pemerintah agar usulan yang sempat terhapus atau tertunda bisa kembali masuk prioritas. Aspirasi masyarakat harus tetap kita kawal,&#8221; tegasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Politisi PKS ini menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga konsistensi perjuangan meskipun kondisi keuangan daerah belum sepenuhnya mendukung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">&#8220;Keterbatasan anggaran memang jadi kendala, tapi itu tidak menyurutkan semangat kami untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat,&#8221; tandasnya.<\/span><span class=\"cf1\"> [] ADVERTORIAL<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf1\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/span><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Aspirasi masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengalir melalui berbagai forum reses maupun kunjungan lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun, keterbatasan anggaran daerah masih menjadi kendala utama dalam mewujudkan semua harapan tersebut. Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Muhammad Idham, mengungkapkan hal itu usai menghadiri Musyawarah Daerah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":137879,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[12073,9098],"class_list":["post-137875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-anggota-dprd-kukar","tag-muhammad-idham"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137875"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137875\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":137880,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137875\/revisions\/137880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/137879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}