{"id":138007,"date":"2025-09-21T09:17:34","date_gmt":"2025-09-21T01:17:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=138007"},"modified":"2025-09-21T09:17:34","modified_gmt":"2025-09-21T01:17:34","slug":"bupati-batola-apresiasi-operasi-katarak-gratis-dari-adaro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bupati-batola-apresiasi-operasi-katarak-gratis-dari-adaro\/","title":{"rendered":"Bupati Batola Apresiasi Operasi Katarak Gratis dari Adaro"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BARITO KUALA<\/strong> \u2013 Upaya menekan angka kebutaan akibat katarak di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Barito Kuala (Batola) menggelar operasi katarak gratis bagi 35 pasien di Kecamatan Handil Bakti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, secara resmi membuka kegiatan tersebut di Klinik Utama Setara, Sabtu (20\/09\/2025). Ia menilai langkah ini menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. \u201cKami menyambut baik kegiatan ini. Kolaborasi Program Adaro dengan Dinas Kesehatan ini akan membantu masyarakat yang mengalami katarak agar lebih produktif setelah sembuh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahrul berharap kegiatan sosial semacam ini mampu memotivasi sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. \u201cMelalui gagasan yang baik ini, kami terus berkomitmen agar masyarakat mendapatkan kesejahteraan di bidang kesehatan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, mengungkapkan operasi katarak merupakan langkah strategis karena katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan Adaro yang terus konsisten berkontribusi. \u201cTerima kasih PT Adaro Indonesia dan YABN, semakin banyak program sosial tentu akan semakin membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pihak perusahaan, CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, menjelaskan bahwa program operasi katarak 2025 menargetkan 480 pasien di enam kabupaten, terdiri dari empat kabupaten di Kalsel (Barito Kuala, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara) dan dua kabupaten di Kalimantan Tengah. \u201cTahun ini, pertama kita laksanakan di Barito Kuala kepada 35 pasien. Kami bermitra dengan organisasi medis PPI yang membidangi operasi katarak. Kami datangkan dokter spesialis mata dengan teknologi Phacoemulsification, sebuah teknik modern mengangkat katarak,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Aan, teknik ini lebih cepat dan efisien, hanya memakan waktu 10\u201315 menit untuk satu pasien. Ia menegaskan bahwa program CSR Adaro diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu agar setelah pulih, mereka bisa kembali produktif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejak 2003, program operasi katarak Adaro sudah membantu sekitar 7.000 pasien. Tahun ini, dengan target 480 pasien, Adaro berkomitmen melanjutkan tradisi jemput bola demi kesehatan masyarakat. \u201cProgram ini untuk mengembalikan produktifitas masyarakat sesuai visi misi Adaro dalam mendukung masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan sehat,\u201d pungkas Aan. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BARITO KUALA \u2013 Upaya menekan angka kebutaan akibat katarak di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Barito Kuala (Batola) menggelar operasi katarak gratis bagi 35 pasien di Kecamatan Handil Bakti. Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, secara resmi membuka kegiatan tersebut &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":138008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2296,7,2276],"tags":[],"class_list":["post-138007","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-barito-kuala-provinsi-kalimantan-selatan","category-breaking-news","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138007","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138007"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138007\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138009,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138007\/revisions\/138009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138007"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138007"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138007"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}