{"id":138773,"date":"2025-09-24T14:05:36","date_gmt":"2025-09-24T06:05:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=138773"},"modified":"2025-09-24T14:05:36","modified_gmt":"2025-09-24T06:05:36","slug":"bayi-laki-laki-ditemukan-tewas-di-kebun-sawit-tualan-hulu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bayi-laki-laki-ditemukan-tewas-di-kebun-sawit-tualan-hulu\/","title":{"rendered":"Bayi Laki-Laki Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Tualan Hulu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"389\" data-end=\"727\"><strong data-start=\"389\" data-end=\"399\">KOTAWARINGIN TIMUR\u00a0<\/strong> \u2013 Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), setelah ditemukannya jasad seorang bayi laki-laki di tengah perkebunan kelapa sawit pada Senin (22\/09\/2025). Penemuan ini mengejutkan masyarakat sekaligus menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial di daerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"729\" data-end=\"1110\">Camat Tualan Hulu, Admadisastra, membenarkan laporan adanya temuan jasad bayi tersebut. Menurutnya, informasi awal diperoleh dari warga yang secara tidak sengaja melihat keberadaan bayi di lokasi kebun yang sunyi. \u201cMemang benar, ada penemuan jasad bayi. Setelah itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian setempat,\u201d ujarnya saat dihubungi Tribunkalteng.com, Selasa (23\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1112\" data-end=\"1398\">Lokasi penemuan yang jauh dari pemukiman warga membuat peristiwa ini semakin menyayat hati. Sejumlah warga yang pertama kali menyaksikan kejadian mengaku kaget sekaligus sedih. Mereka tak menyangka kebun sawit yang biasanya sepi mendadak menjadi tempat ditemukannya bayi tak bernyawa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1400\" data-end=\"1758\">Pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Usai pemeriksaan awal, jasad bayi langsung dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit untuk keperluan visum dan analisis medis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan diharapkan bisa memberi petunjuk mengenai penyebab kematian maupun kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1760\" data-end=\"2092\">Admadisastra menegaskan, sejak dirinya menjabat sebagai camat, ini kali pertama terjadi kasus pembuangan bayi di wilayah Tualan Hulu. Ia menyebut peristiwa ini sebagai hal yang mengejutkan sekaligus memprihatinkan. \u201cSelama saya bertugas, ini baru pertama kali ada laporan seperti ini. Tentu membuat kami sangat prihatin,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2094\" data-end=\"2475\">Lebih jauh, ia menyoroti aspek kemanusiaan dari kasus tersebut. Menurutnya, membuang bayi tidak hanya merupakan tindak pidana, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai moral dan sosial yang berlaku di masyarakat. \u201cKalau memang tidak sanggup merawat, mestinya ada jalan lain. Jangan sampai bayi yang tidak berdosa menjadi korban. Itu jelas tidak manusiawi,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2477\" data-end=\"2884\">Admadisastra juga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap siapa pelaku di balik pembuangan bayi tersebut. Ia menilai penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah kasus serupa terjadi di kemudian hari. \u201cKami percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Semoga kasus ini cepat terungkap dan pelakunya mendapat hukuman sesuai ketentuan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2886\" data-end=\"3197\">Masyarakat sekitar pun menyuarakan rasa keprihatinan yang sama. Beberapa warga menyatakan bahwa kejadian ini menjadi cermin bahwa persoalan sosial seperti kehamilan di luar nikah, tekanan ekonomi, hingga kurangnya edukasi terkait kesehatan reproduksi masih perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3199\" data-end=\"3610\">Kasus ini menambah daftar panjang peristiwa tragis pembuangan bayi yang kerap terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Banyak kalangan menilai perlunya langkah preventif yang lebih nyata, mulai dari edukasi keluarga, pendampingan perempuan, hingga akses layanan kesehatan yang memadai. Dengan begitu, tindakan yang mengorbankan nyawa bayi tidak lagi dijadikan pilihan oleh pihak-pihak yang terdesak persoalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3612\" data-end=\"3842\">Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk mencari saksi tambahan serta mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. Harapan masyarakat kini tertuju pada aparat hukum agar kasus ini bisa segera terungkap dan mendapatkan keadilan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3612\" data-end=\"3842\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR\u00a0 \u2013 Suasana duka menyelimuti warga Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), setelah ditemukannya jasad seorang bayi laki-laki di tengah perkebunan kelapa sawit pada Senin (22\/09\/2025). Penemuan ini mengejutkan masyarakat sekaligus menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap kondisi sosial di daerah tersebut. Camat Tualan Hulu, Admadisastra, membenarkan laporan adanya temuan jasad bayi tersebut. Menurutnya, informasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":138774,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[8824],"class_list":["post-138773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-kotawaringin-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138773"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138775,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138773\/revisions\/138775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}