{"id":138848,"date":"2025-08-07T16:08:33","date_gmt":"2025-08-07T08:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=138848"},"modified":"2025-09-24T16:28:20","modified_gmt":"2025-09-24T08:28:20","slug":"ahmad-yani-multi-years-pastikan-hulu-dan-pesisir-tak-tertinggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ahmad-yani-multi-years-pastikan-hulu-dan-pesisir-tak-tertinggal\/","title":{"rendered":"Ahmad Yani: Multi Years Pastikan Hulu dan Pesisir Tak Tertinggal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA <\/b>\u2013 Keterbatasan anggaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi alasan perlunya strategi baru dalam pembangunan daerah. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ahmad Yani, menilai penerapan skema pembangunan multiyears atau tahun jamak merupakan jawaban agar pembangunan tidak terpusat di satu wilayah saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dengan luasnya wilayah Kukar serta anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang berada di kisaran Rp7\u2013Rp8 triliun per tahun, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pembiayaan tahunan. Jika sistem tahunan terus dipakai, maka proyek berskala besar sulit diselesaikan tepat waktu, sementara daerah lain berisiko terabaikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWilayah Kukar sangat luas. Kalau setiap tahun anggaran hanya difokuskan ke satu titik, maka daerah lain akan tertinggal. Skema multi years memungkinkan pembangunan berjalan merata di semua wilayah,\u201d ujarnya, Rabu (06\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yani mencontohkan, sejumlah proyek strategis seperti pembangunan jembatan, penataan bantaran sungai, perkantoran pelayanan terpadu, hingga peningkatan konektivitas jalan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan waktu pengerjaan panjang. Karena itu, model pembiayaan bertahap selama lima tahun dinilainya lebih realistis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKonsep ini memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal. Pembangunan di hulu, pesisir, maupun wilayah penyangga IKN dapat berjalan bersama-sama,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, ia mengingatkan agar skema multiyears tidak sekadar dijalankan tanpa perencanaan matang. Peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat penting dalam menyiapkan rancangan detail proyek, mulai dari target, tahapan, hingga skema pembiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerencanaan jangka panjang yang terukur adalah kunci. Kita tidak boleh memulai proyek besar tanpa kejelasan penyelesaian. Dengan multi years setiap rupiah anggaran bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dukungan DPRD, Ahmad Yani berharap pemerintah daerah menjadikan konsep multiyears sebagai strategi pembangunan berkelanjutan. Ia optimistis, jika dijalankan konsisten, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh kecamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan anggaran yang terbatas, multi years adalah pilihan bijak. Pembangunan bisa berjalan di berbagai titik secara bersamaan, sehingga manfaatnya dirasakan oleh semua warga Kukar,\u201d pungkasnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Keterbatasan anggaran di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi alasan perlunya strategi baru dalam pembangunan daerah. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Ahmad Yani, menilai penerapan skema pembangunan multiyears atau tahun jamak merupakan jawaban agar pembangunan tidak terpusat di satu wilayah saja. Menurutnya, dengan luasnya wilayah Kukar serta anggaran pendapatan dan belanja &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":138869,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[10077],"class_list":["post-138848","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-ahmad-yani"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138848","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138848"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138882,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138848\/revisions\/138882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}