{"id":139307,"date":"2025-09-26T13:59:03","date_gmt":"2025-09-26T05:59:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139307"},"modified":"2025-09-26T13:59:03","modified_gmt":"2025-09-26T05:59:03","slug":"warga-banjar-terpaksa-ke-rs-dengan-mobil-bak-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/warga-banjar-terpaksa-ke-rs-dengan-mobil-bak-terbuka\/","title":{"rendered":"Warga Banjar Terpaksa ke RS dengan Mobil Bak Terbuka"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANJAR<\/strong> \u2013 Insiden memilukan terjadi di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, ketika seorang warga bernama Dede (65) harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil bak terbuka milik warga pada Kamis (25\/09\/2025). Hal ini dipicu oleh penolakan pihak Puskesmas Banjar II saat diminta menyediakan ambulans.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa bermula ketika Dede yang mengikuti Musrenbang dan pelayanan administrasi kependudukan di Balai Desa Neglasari mendadak pingsan dan mengalami kejang-kejang. Situasi darurat itu membuat pihak desa dan Bhabinkamtibmas segera meminta bantuan ambulans ke Puskesmas Banjar II. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Desa Neglasari, Setiaman, menyampaikan kekecewaannya. \u201cWarga kami kejang-kejang, tapi ambulans tidak bisa dipinjam. Akhirnya kami bawa pakai mobil bak terbuka,\u201d ungkapnya. Menurutnya, bahkan tawaran staf desa maupun Bhabinkamtibmas untuk menggantikan posisi sopir juga ditolak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setibanya di RSUD Kota Banjar, Dede masuk ruang IGD dalam kondisi kritis dengan tekanan darah mencapai 200 dan kini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini mendapat perhatian serius Wali Kota Banjar, Sudarsono. Ia menegaskan perlunya perbaikan standar operasional prosedur (SOP) peminjaman ambulans. \u201cSaya instruksikan Dinkes segera buat surat edaran. SOP peminjaman ambulans harus diganti, jangan berbelit. Harus dipermudah,\u201d tegasnya pada Jumat (26\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Puskesmas Banjar II, dr. Devi Utari, menjelaskan alasan penolakan. Menurutnya, ambulans tidak bisa digunakan tanpa prosedur medis yang jelas. \u201cKami harus pastikan dulu tingkat kedaruratan pasien. Tidak bisa asal pinjam ambulans,\u201d jelasnya. Ia juga menyoroti ketiadaan tenaga medis dalam kegiatan desa dan mengaku belum mengenal Bhabinkamtibmas baru yang meminta bantuan saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden ini menimbulkan sorotan tajam terhadap pelayanan kesehatan dasar di Kota Banjar, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan. Masyarakat berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang dengan adanya perbaikan prosedur dan respons cepat dari fasilitas kesehatan setempat. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJAR \u2013 Insiden memilukan terjadi di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, ketika seorang warga bernama Dede (65) harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil bak terbuka milik warga pada Kamis (25\/09\/2025). Hal ini dipicu oleh penolakan pihak Puskesmas Banjar II saat diminta menyediakan ambulans. Peristiwa bermula ketika Dede yang mengikuti Musrenbang dan pelayanan administrasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":139308,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2997,7,2276],"tags":[],"class_list":["post-139307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-banjar-provinsi-kalimantan-selatan","category-breaking-news","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139309,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139307\/revisions\/139309"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}