{"id":139451,"date":"2025-09-27T08:42:59","date_gmt":"2025-09-27T00:42:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139451"},"modified":"2025-09-27T08:42:59","modified_gmt":"2025-09-27T00:42:59","slug":"atap-jebol-siswa-sdn-sungai-miai-7-terpaksa-belajar-lesehan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/atap-jebol-siswa-sdn-sungai-miai-7-terpaksa-belajar-lesehan\/","title":{"rendered":"Atap Jebol, Siswa SDN Sungai Miai 7 Terpaksa Belajar Lesehan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"282\" data-end=\"601\"><strong data-start=\"282\" data-end=\"297\">BANJARMASIN<\/strong> \u2013 Kondisi fasilitas pendidikan di Kota Banjarmasin kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya kerusakan serius di SDN Sungai Miai 7. Sekolah yang berlokasi di Jalan Mahoni, Cemara Raya, itu mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, hingga membuat siswa terpaksa belajar lesehan di perpustakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"603\" data-end=\"956\">Kerusakan paling parah terlihat pada atap dan plafon ruang kelas 5 A dan 5 B yang berada di lantai dua, serta ruang kelas 6 B dan laboratorium komputer di lantai dasar bangunan sisi selatan. Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. \u201cKerusakan ini lebih kurang sudah 2 tahun,\u201d ujar Misrani, salah satu guru SDN Sungai Miai 7, Jumat (26\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"958\" data-end=\"1413\">Menurutnya, lapuknya material bangunan ditambah rembesan air hujan membuat atap dan plafon semakin rapuh. Demi keselamatan siswa, pihak sekolah mengosongkan ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan belajar ke ruangan serbaguna serta perpustakaan. Namun, akibat keterbatasan fasilitas, para siswa harus mengikuti pelajaran tanpa meja dan kursi. \u201cSementara kelas yang rusak tidak dipakai dulu, khawatirnya membahayakan para siswa,\u201d jelas Misrani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1415\" data-end=\"1734\">Kondisi belajar di ruang darurat itu membawa pengalaman berbeda bagi siswa. Nadiva, salah seorang murid kelas 5, mengaku sering merasa tidak nyaman. \u201cEnak belajar di kelas karena duduk di kursi, jadinya kaki tidak pegal,\u201d ujarnya. Ia menambahkan bahwa saat duduk di lantai dalam waktu lama, kakinya kerap kesemutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1736\" data-end=\"1934\">Hal serupa dirasakan Nabil, teman sekelasnya. Menurutnya, belajar di perpustakaan tidak senyaman berada di ruang kelas. \u201cLumayan panas di perpustakaan. Lebih enakan belajar di kelas,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1936\" data-end=\"2088\">Meski demikian, para siswa tetap menunjukkan semangat belajar. Guru pun berupaya menjaga suasana pembelajaran tetap kondusif meski fasilitas terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2090\" data-end=\"2304\">Misrani menuturkan, pihak sekolah sudah menyampaikan laporan kerusakan ini ke Dinas Pendidikan. \u201cTapi sampai sekarang belum ada info perbaikan, jadi kami masih menunggu. Semoga bisa cepat diperbaiki,\u201d harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2306\" data-end=\"2534\">Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ibnul Qayyim, memastikan rencana perbaikan sudah masuk dalam agenda dinas.<br data-start=\"2457\" data-end=\"2460\" \/>\u201cBila tidak ada halangan, perbaikan akan segera kami lakukan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2536\" data-end=\"2858\">Kerusakan yang menimpa SDN Sungai Miai 7 menambah daftar panjang persoalan infrastruktur sekolah di Banjarmasin. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas pendidikan dasar, mengingat kenyamanan dan keselamatan siswa merupakan faktor utama dalam menunjang mutu pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2860\" data-end=\"3142\">Sementara itu, orang tua siswa berharap proses renovasi dapat segera direalisasikan agar anak-anak bisa kembali belajar di ruang kelas yang layak. Hingga saat ini, aktivitas belajar mengajar masih berlangsung seadanya, dengan perpustakaan yang penuh sesak dijadikan ruang darurat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2860\" data-end=\"3142\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Kondisi fasilitas pendidikan di Kota Banjarmasin kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya kerusakan serius di SDN Sungai Miai 7. Sekolah yang berlokasi di Jalan Mahoni, Cemara Raya, itu mengalami kerusakan pada sejumlah ruang kelas, hingga membuat siswa terpaksa belajar lesehan di perpustakaan. Kerusakan paling parah terlihat pada atap dan plafon ruang kelas 5 A &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":139452,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[7964],"class_list":["post-139451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarmasin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139451"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139454,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139451\/revisions\/139454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}