{"id":139495,"date":"2025-09-27T09:22:35","date_gmt":"2025-09-27T01:22:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139495"},"modified":"2025-09-27T09:22:35","modified_gmt":"2025-09-27T01:22:35","slug":"adi-pradana-viral-di-borneo-berlari-finish-dengan-outfit-kalcer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/adi-pradana-viral-di-borneo-berlari-finish-dengan-outfit-kalcer\/","title":{"rendered":"Adi Pradana Viral di Borneo Berlari, Finish dengan Outfit Kalcer"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"494\" data-end=\"803\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2013 Event lari bertajuk <em data-start=\"528\" data-end=\"544\">Borneo Berlari<\/em> yang digelar Minggu (21\/09\/2025) malam di Banjarmasin masih menyisakan cerita menarik. Dari ribuan peserta yang memadati jalur lari 5 kilometer, sosok Adi Pradana (28), pelari asal Batulicin, Kalimantan Selatan, justru menjadi sorotan utama di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"805\" data-end=\"1158\">Bukan karena catatan waktu atau prestasi, melainkan karena penampilannya yang berbeda. Alih-alih mengenakan pakaian olahraga khusus, Adi memilih tampil dengan gaya kasual: <em data-start=\"977\" data-end=\"989\">work shirt<\/em> hitam, <em data-start=\"997\" data-end=\"1016\">baggy denim pants<\/em>, dan sepatu Vans <em data-start=\"1034\" data-end=\"1045\">old skool<\/em>. Penampilannya ini kemudian viral setelah diunggah oleh akun Instagram @kulturdomestik pada Kamis (25\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1160\" data-end=\"1438\">Foto-foto Adi berlari dengan gaya santai itu menuai komentar beragam, termasuk dari influencer sekaligus dokter yang dikenal di dunia lari, Dokter Tirta. \u201cAnggep aja ini kostum. Mirip yg lari pake kostum dino, spiderman, power ranger dkk. Nikmati,\u201d tulisnya di kolom komentar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1475\" data-end=\"1725\">Keputusannya tampil dengan busana berbeda memiliki makna tersendiri. Ia ingin menegaskan bahwa olahraga, khususnya lari, tidak harus identik dengan perlengkapan mahal. Jelas Andi Jumat (26\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1727\" data-end=\"1936\">\u201cCuma mau menampilkan lari itu gak harus pake yang mahal, karena sekarang lari banyak yang hedon-hedonan kan, jadi pelari yang dulunya pake sepatu biasa saja pakaian selayaknya yaudah lari ajar,\u201d ungkap Adi .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1938\" data-end=\"2238\">Menurutnya, tren kompetisi gaya hidup yang muncul dalam dunia lari belakangan ini membuat sebagian orang enggan mencoba, karena mengira olahraga ini hanya untuk kalangan tertentu dengan peralatan eksklusif. Lewat aksinya, ia ingin menunjukkan bahwa semangat lebih penting dibandingkan harga outfit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2279\" data-end=\"2532\">Sehari-hari, Adi memang dekat dengan dunia fashion. Selain bekerja, ia mengelola brand busana <em data-start=\"2373\" data-end=\"2381\">iak.id<\/em> yang menjadi salah satu wadah kreativitasnya. Tidak heran jika dalam ajang Borneo Berlari, ia memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan karyanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2534\" data-end=\"2776\">Adi mengaku membutuhkan waktu sekitar sepekan untuk menyiapkan penampilannya. \u201cTujuh hari nunggu jeansnya, kalau <em data-start=\"2647\" data-end=\"2659\">work shirt<\/em> itu dari iak.id bisnis saya, kalau sepatu vans sudah lama punya karena saya penggemar vans garis keras,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2778\" data-end=\"3048\">Busana yang dikenakan malam itu tidak hanya menonjolkan sisi personalitasnya, tetapi juga merepresentasikan fenomena <em data-start=\"2895\" data-end=\"2903\">kalcer<\/em> yang sedang marak di media sosial. Istilah ini belakangan digunakan anak muda untuk menggambarkan tren atau gaya hidup yang dianggap kekinian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3076\" data-end=\"3356\">Borneo Berlari 2025 menjadi pengalaman pertama Adi mengikuti ajang lari dengan rute 5 kilometer. Meski demikian, ia sudah mulai rutin berlatih sejak akhir 2024 lalu. Keputusannya untuk tetap mengenakan outfit kasual tidak menghalanginya menyelesaikan lomba tanpa kendala cedera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3358\" data-end=\"3581\">Beruntung, meski tidak memakai sepatu lari profesional seperti peserta lain, ia berhasil menembus garis finish. Bahkan, penampilannya justru mengundang perhatian besar. Kedua MC acara turut mewawancarai Adi secara khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3583\" data-end=\"3740\">\u201cMungkin aneh aja liat orang lari pakai outfit kalcer biasa buat nongkrong ini buat lari, dan respect sama kedua MCnya sangat menjelaskan detail,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3786\" data-end=\"4020\">Fenomena \u201ckalcer\u201d yang ikut melekat pada sosok Adi memperlihatkan bagaimana bahasa gaul dapat memengaruhi gaya hidup. Istilah ini sejatinya merupakan plesetan dari kata <em data-start=\"3955\" data-end=\"3964\">culture<\/em> (budaya) yang dipopulerkan anak muda di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4022\" data-end=\"4336\">Penggunaannya kini meluas, tidak hanya menggambarkan kebiasaan atau gaya hidup tertentu, tetapi juga menjadi label bagi sesuatu yang dianggap sedang tren. Makanan viral, musik populer, hingga outfit khas anak muda bisa disebut \u201ckalcer.\u201d Sebaliknya, mereka yang tidak mengikuti tren kerap disebut \u201ckurang kalcer.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4338\" data-end=\"4578\">Fenomena ini menunjukkan bahwa warganet mampu menciptakan istilah baru yang akhirnya membentuk identitas generasi digital. Meski hanya berawal dari plesetan kata, maknanya terus berkembang menjadi simbol keterlibatan dalam budaya populer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4624\" data-end=\"4960\">Jika ditarik ke ranah akademis, kata <em data-start=\"4661\" data-end=\"4670\">culture<\/em> dalam bahasa Inggris memiliki makna jauh lebih luas. Encyclopaedia Britannica mendefinisikannya sebagai perilaku khas manusia yang berkaitan dengan bahasa, ide, seni, hukum, hingga ritual. Budaya merupakan pola hidup yang diwariskan, dipelajari, dan diturunkan dari generasi ke generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4962\" data-end=\"5194\">Dengan demikian, \u201ckalcer\u201d dalam konteks gaul hanyalah serpihan kecil dari konsep budaya yang sesungguhnya. Ia lebih menekankan pada sisi ringan, populer, dan kasual, berbeda dengan <em data-start=\"5143\" data-end=\"5152\">culture<\/em> yang menjadi fondasi peradaban manusia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5236\" data-end=\"5559\">Kisah Adi Pradana di Borneo Berlari 2025 tidak sekadar viral karena keunikan outfit. Aksi tersebut seakan menjadi refleksi sederhana tentang bagaimana anak muda mengekspresikan diri. Melalui penampilan kasualnya, ia menyampaikan pesan tentang kesetaraan dalam olahraga, sekaligus mengaitkannya dengan tren budaya populer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5561\" data-end=\"5747\">Fenomena ini memperlihatkan bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi fisik, tetapi juga bisa menjadi ruang ekspresi yang menembus batas antara gaya hidup, fashion, dan budaya digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5749\" data-end=\"5937\">\u201cPencapaian terbesar bukan sekadar finish, tapi membawa pesan bahwa semua orang bisa ikut berlari tanpa terbebani oleh standar gaya hidup tertentu,\u201d demikian kesan yang ditinggalkan Adi. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"5749\" data-end=\"5937\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Event lari bertajuk Borneo Berlari yang digelar Minggu (21\/09\/2025) malam di Banjarmasin masih menyisakan cerita menarik. Dari ribuan peserta yang memadati jalur lari 5 kilometer, sosok Adi Pradana (28), pelari asal Batulicin, Kalimantan Selatan, justru menjadi sorotan utama di media sosial. Bukan karena catatan waktu atau prestasi, melainkan karena penampilannya yang berbeda. Alih-alih &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":139496,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[7964],"class_list":["post-139495","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarmasin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139495","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139495"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139495\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139498,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139495\/revisions\/139498"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139496"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139495"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139495"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139495"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}