{"id":139753,"date":"2025-08-12T15:11:37","date_gmt":"2025-08-12T07:11:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139753"},"modified":"2025-09-27T15:38:31","modified_gmt":"2025-09-27T07:38:31","slug":"desman-tegaskan-pentingnya-skema-fleksibel-retribusi-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/desman-tegaskan-pentingnya-skema-fleksibel-retribusi-pasar\/","title":{"rendered":"Desman Tegaskan Pentingnya Skema Fleksibel Retribusi Pasar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 Kebijakan retribusi pasar kembali menjadi sorotan di Kutai Kartanegara (Kukar). Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Desman Minang Endianto, menegaskan pihaknya siap mengawal kajian retribusi yang saat ini tengah dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindak) Kukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Desman, kajian tersebut sangat penting agar keputusan yang diambil nantinya tidak memberatkan pedagang. Apalagi, banyak pelaku usaha di pasar yang masih berjuang memulihkan kondisi setelah terdampak pandemi COVID-19.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita akan lihat apakah keputusannya nanti diringankan, dikurangi, atau bahkan dihapuskan. Itu semua akan dikaji secara matang,\u201d ujarnya, Senin (11\/08\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Desman mengingatkan, kenaikan tarif retribusi yang terjadi pada 2017\u20132018 sempat menimbulkan beban besar bagi pedagang. Kondisi itu diperparah dengan turunnya pendapatan akibat pandemi. Karena itu, DPRD Kukar akan memantau ketat hasil kajian agar kebijakan retribusi benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain soal tarif, ia menilai komunikasi antara pedagang dan pemerintah harus terus dibangun. Pertemuan yang digelar bersama Disperindak disebutnya efektif untuk menjaring masukan langsung. Dalam forum tersebut, sejumlah pedagang mengusulkan agar pembayaran retribusi bisa dilakukan dengan tenggang waktu atau dicicil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau ada tenggang waktu atau cicilan, setidaknya pedagang punya ruang untuk mengatur keuangan mereka. Tidak langsung terbebani penuh di satu waktu,\u201d kata Desman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menekankan, fleksibilitas pembayaran bisa menjadi jalan tengah sambil menunggu keputusan akhir dari kajian retribusi. Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyesuaikan kebijakan dengan realitas ekonomi pedagang agar aktivitas perdagangan tetap bergairah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh, Desman menyatakan DPRD Kukar berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pendapatan daerah dengan keberlangsungan usaha rakyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPendapatan daerah penting, tapi kita tidak boleh mengorbankan mata pencaharian rakyat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap hasil kajian dapat segera diumumkan, sehingga pedagang memiliki kepastian dan bisa menyusun langkah usaha dengan lebih tenang. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Kebijakan retribusi pasar kembali menjadi sorotan di Kutai Kartanegara (Kukar). Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Desman Minang Endianto, menegaskan pihaknya siap mengawal kajian retribusi yang saat ini tengah dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindak) Kukar. Menurut Desman, kajian tersebut sangat penting agar keputusan yang diambil nantinya tidak memberatkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":139765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[12001],"class_list":["post-139753","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-desman-minang-endianto"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139753","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139753"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139753\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139766,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139753\/revisions\/139766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139753"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139753"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139753"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}