{"id":139828,"date":"2025-09-27T10:06:56","date_gmt":"2025-09-27T02:06:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139828"},"modified":"2025-09-29T10:15:16","modified_gmt":"2025-09-29T02:15:16","slug":"dprd-samarinda-soroti-maraknya-kasus-narkoba-di-ibu-kota-kaltim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-soroti-maraknya-kasus-narkoba-di-ibu-kota-kaltim\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Soroti Maraknya Kasus Narkoba di Ibu Kota Kaltim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"226\" data-end=\"588\"><strong data-start=\"226\" data-end=\"241\">SAMARINDA &#8211;<\/strong> Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Kota Samarinda. Berdasarkan data Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), kota ini tercatat menempati urutan pertama kasus penyalahgunaan narkoba di Bumi Etam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena banyak remaja yang turut terjerat dalam pergaulan berisiko tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"590\" data-end=\"840\">Menanggapi hal ini, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Markaca, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam pencegahan dini. Ia menyebut keluarga merupakan benteng pertama agar anak-anak tidak mudah terjerumus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"842\" data-end=\"1145\">\u201cOrang tua harus lebih banyak mengawasi, mendengar dan memahami kondisi anak-anak mereka. Penting bagi mereka untuk berteman dengan anak-anak di media sosial agar dapat memantau kondisi emosional dan pergaulan anak-anak mereka,\u201d ujar Markaca, saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda, Jumat (26\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1147\" data-end=\"1421\">Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini menegaskan, remaja kerap menghadapi godaan besar dalam pergaulan, dan sekali masuk ke lingkaran narkoba, akan sulit untuk melepaskan diri. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang konsisten dari lingkungan terdekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1423\" data-end=\"1690\">\u201cPara remaja dalam pikiran dan hatinya harus ditanamkan bahwa narkoba sangat berbahaya, dan jangan bergaul ke ranah narkoba, karena akan sulit untuk keluar dari jerat narkoba,\u201d tegas legislator dari daerah pemilihan Sambutan, Samarinda Ilir, dan Samarinda Kota itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1692\" data-end=\"2034\">Markaca menambahkan, ada tiga kunci yang bisa diterapkan untuk menjaga generasi muda dari pergaulan yang salah. Pertama, meningkatkan ibadah agar anak memiliki pegangan moral. Kedua, mengisi waktu dengan belajar dan aktivitas positif. Ketiga, selektif dalam memilih teman karena lingkungan memberi pengaruh besar dalam pembentukan karakter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2036\" data-end=\"2284\">\u201cMengajak anak untuk meningkatkan ibadah, belajar lebih banyak, dan selektif dalam bergaul sangat penting. Pastikan teman-teman anak kita adalah orang-orang yang baik karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial,\u201d tutup Markaca.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2286\" data-end=\"2498\">Dengan kondisi Samarinda yang masih berstatus rawan peredaran narkoba, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial menjadi faktor penentu dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.[] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA &#8211; Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Kota Samarinda. Berdasarkan data Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim), kota ini tercatat menempati urutan pertama kasus penyalahgunaan narkoba di Bumi Etam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama karena banyak remaja yang turut terjerat dalam pergaulan berisiko tersebut. Menanggapi hal ini, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":140063,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,6585],"tags":[265,609],"class_list":["post-139828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kota-samarinda","tag-narkoba","tag-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139828"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140068,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139828\/revisions\/140068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}