{"id":139894,"date":"2025-09-28T09:59:40","date_gmt":"2025-09-28T01:59:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139894"},"modified":"2025-09-28T09:59:40","modified_gmt":"2025-09-28T01:59:40","slug":"olahan-tempe-jadi-fokus-seminar-fti-kalbar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/olahan-tempe-jadi-fokus-seminar-fti-kalbar\/","title":{"rendered":"Olahan Tempe Jadi Fokus Seminar FTI Kalbar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"412\" data-end=\"799\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Forum Tempe Indonesia (FTI) menggelar Seminar dan Pelatihan Olahan Tempe bertajuk \u201cMembangun Generasi Emas Indonesia Dengan Tempe\u201d pada Sabtu, (27\/09\/2025). Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM hingga masyarakat umum yang tertarik pada inovasi kuliner tempe.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"801\" data-end=\"1241\">Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Maherawati, S.TP., M.P., menegaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai konsumsi pangan sehat dan menggali potensi tempe sebagai produk lokal bernilai gizi tinggi. \u201cTempe bukan hanya sumber protein nabati yang murah dan bergizi, tetapi juga memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi yang tinggi. Sudah semestinya tempe menjadi bagian dari menu harian kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1243\" data-end=\"1656\">Dalam seminar ini, peserta mendapat kesempatan belajar dari tiga narasumber berkompeten. Ketua FTI Pusat Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS., memberikan wawasan tentang peran tempe dalam mendukung gizi masyarakat. Sementara itu, Pengurus FTI Pusat Dr. Dadi H. Maskar, ST, MSc., serta Kepala Balai Besar POM Pontianak, Fauzi Ferdinsyah, S.Si., Apt., berbagi pengetahuan seputar pengolahan tempe yang aman dan inovatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1658\" data-end=\"1943\">\u201cKita juga melakukan demo olahan tempe yang menarik, tidak hanya sebatas tempe goreng. Semoga kegiatan ini menambah wawasan dan menginspirasi masyarakat untuk menjadikan tempe sebagai pilar penting dalam menu sehat dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),\u201d jelas Maherawati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1945\" data-end=\"2385\">Country Director USSEC Indonesia, Ibnu Edy Wiyono, S.E., M.SE., menambahkan perspektif praktis terkait konsumsi tempe di kota Pontianak. Menurutnya, masih jarang ditemukan menu berbahan olahan tempe di warung kopi atau rumah makan. \u201cHarapannya FTI dapat mendorong agar kedai kopi dan rumah makan menyediakan camilan berbahan tempe. Dengan begitu, nongkrong di warung kopi tetap sehat karena ada protein, tidak hanya karbohidrat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2387\" data-end=\"2673\">Ibnu Edy menekankan bahwa inovasi menu tempe dapat mendukung budaya ngopi masyarakat Pontianak sekaligus meningkatkan konsumsi gizi seimbang. \u201cYa paling tidak ada juga menu susu kedelai atau camilan tempe, agar masyarakat bisa menikmati hidangan sehat saat bersosialisasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2675\" data-end=\"3143\">Acara ini juga mendapat dukungan pemerintah daerah. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Ibrahim, S.IP., M.Si., mewakili Ketua PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pontianak, membuka kegiatan secara resmi. Ia menekankan pentingnya mengubah pandangan bahwa tempe hanya lauk sederhana. \u201cTantangan kita adalah membuat tempe menjadi lebih modern dan bernilai tambah, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun sebagai produk usaha,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3145\" data-end=\"3369\">Ibrahim juga menegaskan bahwa UMKM tempe memiliki potensi menembus pasar internasional. \u201cUsaha kecil tidak berarti kecil dampaknya. Produk olahan tempe yang dikelola dengan baik mampu bersaing di tingkat global,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3371\" data-end=\"3707\">Melalui seminar dan pelatihan ini, FTI Kalbar berharap masyarakat dan pelaku UMKM semakin terampil dalam mengolah tempe menjadi produk inovatif, sehat, dan bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa tempe dapat menjadi pilar penting dalam mendukung menu sehat nasional dan memperkuat identitas kuliner Indonesia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3371\" data-end=\"3707\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Forum Tempe Indonesia (FTI) menggelar Seminar dan Pelatihan Olahan Tempe bertajuk \u201cMembangun Generasi Emas Indonesia Dengan Tempe\u201d pada Sabtu, (27\/09\/2025). Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM hingga masyarakat umum yang tertarik pada inovasi kuliner tempe. Ketua Panitia Kegiatan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":139897,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[329],"class_list":["post-139894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139898,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139894\/revisions\/139898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}