{"id":139927,"date":"2025-09-14T10:23:56","date_gmt":"2025-09-14T02:23:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=139927"},"modified":"2025-09-28T11:46:52","modified_gmt":"2025-09-28T03:46:52","slug":"hidayat-dorong-nelayan-pesisir-dapat-dukungan-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hidayat-dorong-nelayan-pesisir-dapat-dukungan-nyata\/","title":{"rendered":"Hidayat Dorong Nelayan Pesisir Dapat Dukungan Nyata"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI KARTANEGARA <\/b>\u2013 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi I, M. Hidayat, menilai sektor perikanan di wilayah pesisir seharusnya mendapat perhatian lebih serius sebagai penopang ekonomi daerah. Selama ini, Kukar dikenal sebagai daerah yang bertumpu pada pertambangan dan migas. Namun, potensi perikanan yang dimiliki dinilai bisa menjadi kekuatan baru bila dikelola secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau kita bicara pesisir, otomatis kita bicara soal perikanan. Sayangnya, selama ini perhatian lebih banyak terserap ke sektor tambang dan migas. Padahal, nelayan kita juga butuh dukungan agar bisa lebih sejahtera,\u201d ujar Hidayat, Sabtu (13\/09\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidayat menekankan, kehidupan nelayan masih menghadapi banyak kendala. Minimnya sarana tangkap dan akses pasar membuat hasil laut yang melimpah tidak selalu memberi keuntungan yang sepadan. \u201cKalau pemerintah bisa hadir dengan bantuan perahu, mesin, dan jaring modern, maka produktivitas mereka bisa meningkat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung yang memadai. Ketiadaan tempat pelelangan ikan (TPI) dan cold storage membuat nelayan sering terpaksa menjual tangkapan dengan harga murah. \u201cSelama ini nelayan sering menjual dengan harga rendah karena tidak ada fasilitas penyimpanan. Akhirnya mereka terpaksa melepas ikan dengan harga seadanya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain tangkap, sektor perikanan juga harus diarahkan pada budidaya. Potensi tambak udang, kepiting, dan bandeng di Kukar disebut sangat menjanjikan jika digarap dengan baik. \u201cBudidaya perikanan bisa menjadi solusi bagi anak-anak muda pesisir agar tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hidayat juga menilai penguatan kapasitas nelayan melalui pelatihan manajemen usaha penting dilakukan agar program bantuan tidak berhenti sebatas distribusi sarana. \u201cJangan hanya diberi bantuan, tapi juga harus ada pendampingan manajemen usaha agar hasilnya berkelanjutan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Politisi Dapil 3 ini memastikan DPRD Kukar siap memperjuangkan anggaran yang berpihak pada kesejahteraan nelayan. Bahkan, ia mendorong perusahaan yang beroperasi di pesisir turut berkontribusi melalui program CSR, seperti membangun TPI atau memberi pelatihan pengolahan hasil laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sektor perikanan kita kuat, masyarakat pesisir pasti lebih sejahtera, dan ketergantungan pada tambang bisa berkurang,\u201d pungkasnya. [] ADVERTORIAL<\/p>\n<p>Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Komisi I, M. Hidayat, menilai sektor perikanan di wilayah pesisir seharusnya mendapat perhatian lebih serius sebagai penopang ekonomi daerah. Selama ini, Kukar dikenal sebagai daerah yang bertumpu pada pertambangan dan migas. Namun, potensi perikanan yang dimiliki dinilai bisa menjadi kekuatan baru bila dikelola &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":139971,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,8920],"tags":[12207,12082],"class_list":["post-139927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-dprd-kutai-kartanegara","tag-anggota-dprd-kukar-komisi-i","tag-m-hidayat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=139927"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139952,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/139927\/revisions\/139952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/139971"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=139927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=139927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=139927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}