{"id":140093,"date":"2025-09-29T10:44:33","date_gmt":"2025-09-29T02:44:33","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=140093"},"modified":"2025-09-29T10:44:33","modified_gmt":"2025-09-29T02:44:33","slug":"identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/","title":{"rendered":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"299\" data-end=\"582\"><strong>TANAH LAUT<\/strong> \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"584\" data-end=\"903\">Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali diproduksi sekitar tiga tahun lalu. Meski tren peminat tidak seramai saat awal peluncuran, namun pesona Kondang tetap bertahan. Hingga kini, minat pembeli masih datang, bahkan dari luar Pulau Kalimantan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"905\" data-end=\"1268\">Informasi yang dihimpun dari gerai produk Industri Kecil Menengah (IKM) Dekranasda Tanahlaut pada Senin (29\/09\/2025), menyebutkan pesanan Kondang masih rutin datang dari berbagai daerah, termasuk Pulau Jawa, Jawa Tengah, Sumatera, dan Jakarta. Kondisi ini menunjukkan bahwa produk lokal Tala tidak hanya diminati warga Banua, tetapi juga menembus pasar nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1270\" data-end=\"1462\">Menurut Sri Ayu Wulandari, karyawan Dekranasda Tanahlaut, peci Kondang memiliki dua varian harga. \u201cHarganya kalau yang biasa Rp150 ribu, sedangkan kalau Kondang Sultan Rp250 ribu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1464\" data-end=\"1790\">Perbedaan harga tersebut terletak pada sentuhan seni yang melekat. Kondang Sultan dibordir dengan detail lebih elegan, sehingga tampak berwibawa ketika dikenakan. Bupati Tanahlaut, H Rahmat Trianto, bahkan sempat memperlihatkan kebanggaan mengenakan Kondang Sultan saat menghadiri puncak Pekan Raya Kemerdekaan Agustus lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1792\" data-end=\"2289\">Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan Kondang, Wulan menuturkan bisa langsung mendatangi kantor Dekranasda Tanahlaut di Jalan A Yani, tepat di samping Polres Tanahlaut. Selain itu, pemesanan juga dapat dilakukan melalui layanan pesan singkat. Gerai ini buka mengikuti jam kerja pemerintah, yakni Senin\u2013Kamis pukul 08.00\u201316.30 WITA, serta Jumat pukul 08.00\u201311.30 WITA. Namun, jika ada pembeli yang ingin datang di luar hari kerja, tetap bisa dilayani dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2291\" data-end=\"2399\">\u201cBiasanya chat dulu, nah nanti bisa dibukakan gerai Dekranasda. Malam pun juga dapat dilayani,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2401\" data-end=\"2619\">Saat ini, Dekranasda Tala tengah menyiapkan rencana renovasi gerai. Selama perbaikan berlangsung, produk IKM akan dipindahkan ke lantai atas, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses dan membeli beragam produk lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2621\" data-end=\"2976\">Selain peci Kondang, gerai Dekranasda juga menyediakan banyak pilihan hasil karya IKM, mulai dari kain Sasirangan dengan berbagai motif, tas, kerajinan tangan, bouquet bunga, hingga aneka makanan dan minuman khas Tanahlaut. Kehadiran produk-produk tersebut tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2978\" data-end=\"3159\">Kondang pun kini bukan sekadar peci, melainkan simbol identitas budaya Tanahlaut yang mampu melintasi batas daerah, sekaligus membawa nama Banua lebih dikenal di tingkat nasional. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2978\" data-end=\"3159\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":140094,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2276,2277],"tags":[8829],"class_list":["post-140093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-selatan-kalsel","category-kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan","tag-tanah-laut"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Agnes Wiguna\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-29T02:44:33+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T02:44:33+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#blogposting\",\"name\":\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo\",\"headline\":\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Identitas-Budaya-Banua-Kondang-Terus-Jadi-Buruan-Kolektor.jpg\",\"width\":700,\"height\":393},\"datePublished\":\"2025-09-29T10:44:33+08:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T10:44:33+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Kalimantan Selatan, Tanah Laut, tanah laut\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kalimantan Selatan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Tanah Laut\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tanah Laut\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#listItem\",\"name\":\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/#listItem\",\"name\":\"Kalimantan Selatan\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#listItem\",\"position\":4,\"name\":\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/kalimantan-selatan-kalsel\\\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\\\/#listItem\",\"name\":\"Tanah Laut\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/\",\"name\":\"Agnes Wiguna\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Agnes Wiguna\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/\",\"name\":\"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo\",\"description\":\"TANAH LAUT \\u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/admin03\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/Identitas-Budaya-Banua-Kondang-Terus-Jadi-Buruan-Kolektor.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#mainImage\",\"width\":700,\"height\":393},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2025-09-29T10:44:33+08:00\",\"dateModified\":\"2025-09-29T10:44:33+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo","description":"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#blogposting","name":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo","headline":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Identitas-Budaya-Banua-Kondang-Terus-Jadi-Buruan-Kolektor.jpg","width":700,"height":393},"datePublished":"2025-09-29T10:44:33+08:00","dateModified":"2025-09-29T10:44:33+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#webpage"},"articleSection":"Kalimantan Selatan, Tanah Laut, tanah laut"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","position":2,"name":"Kalimantan Selatan","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Tanah Laut"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","position":3,"name":"Tanah Laut","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#listItem","name":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/#listItem","name":"Kalimantan Selatan"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#listItem","position":4,"name":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/#listItem","name":"Tanah Laut"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/","name":"Agnes Wiguna","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3145f891ddd896b0b192051b7b5e94d88b14a857027f805d8f2b811445705e2e?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Agnes Wiguna"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/","name":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo","description":"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/admin03\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Identitas-Budaya-Banua-Kondang-Terus-Jadi-Buruan-Kolektor.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#mainImage","width":700,"height":393},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/#mainImage"},"datePublished":"2025-09-29T10:44:33+08:00","dateModified":"2025-09-29T10:44:33+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo","og:description":"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2025-09-29T02:44:33+00:00","article:modified_time":"2025-09-29T02:44:33+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor - Berita Borneo","twitter:description":"TANAH LAUT \u2013 Identitas budaya daerah kerap tercermin dari produk kerajinan yang diciptakan masyarakatnya. Salah satu yang masih terus bertahan hingga kini adalah peci khas Tanahlaut, Kalimantan Selatan, yang lebih dikenal dengan nama Kondang atau Kopiah Tuntung Pandang. Peci yang dibuat dari kain Sasirangan kain tradisional khas Banua ini sempat mencuri perhatian sejak pertama kali","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"140093","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2025-09-29 02:44:38","updated":"2025-09-29 02:44:38","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/\" title=\"Kalimantan Selatan\">Kalimantan Selatan<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/\" title=\"Tanah Laut\">Tanah Laut<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tIdentitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Kalimantan Selatan","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/"},{"label":"Tanah Laut","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/kalimantan-selatan-kalsel\/kabupaten-tanah-laut-provinsi-kalimantan-selatan\/"},{"label":"Identitas Budaya Banua, Kondang Terus Jadi Buruan Kolektor","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/identitas-budaya-banua-kondang-terus-jadi-buruan-kolektor\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140093"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140093\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140095,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140093\/revisions\/140095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}