{"id":140142,"date":"2025-09-29T11:42:53","date_gmt":"2025-09-29T03:42:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=140142"},"modified":"2025-09-29T11:42:53","modified_gmt":"2025-09-29T03:42:53","slug":"swasembada-pangan-jadi-misi-besar-delegasi-tana-tidung-di-ktna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/swasembada-pangan-jadi-misi-besar-delegasi-tana-tidung-di-ktna\/","title":{"rendered":"Swasembada Pangan Jadi Misi Besar Delegasi Tana Tidung di KTNA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"425\" data-end=\"817\"><strong data-start=\"425\" data-end=\"436\">TARAKAN<\/strong> \u2013 Sebanyak 50 perwakilan Kabupaten Tana Tidung ambil bagian dalam Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) III Kalimantan Utara (Kaltara) yang resmi dibuka pada Senin (29\/09\/2025) di halaman Masjid Islamic Center Baitul Izzah, Kota Tarakan. Ajang yang berlangsung hingga 2 Oktober ini menjadi salah satu kegiatan penting dalam kalender pertanian dan perikanan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"819\" data-end=\"1175\">Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Tana Tidung, Rudi, menyebutkan bahwa keterlibatan para petani, nelayan, dan peternak Tana Tidung di forum ini bukan sekadar menghadiri acara seremonial. Lebih dari itu, PEDA KTNA dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kelembagaan, mengembangkan jejaring usaha, serta menjadi ruang berbagi pengalaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1177\" data-end=\"1448\">\u201cPEDA KTNA ini bukan hanya seremonial, tapi wadah interaksi, diskusi, serta promosi produk unggulan daerah. Petani, nelayan, dan peternak bisa saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus meningkatkan kapasitas mereka,\u201d ujar Rudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1450\" data-end=\"1832\">Delegasi Tana Tidung yang diberangkatkan cukup beragam. Tercatat 14 petani, 5 nelayan, 4 peternak, 4 penyuluh pertanian lapangan (PPL), 10 anggota KTNA, serta 13 pendamping dan peserta pameran ikut serta, dengan total mencapai 50 orang. Rudi menjelaskan, keberagaman latar belakang peserta menunjukkan bahwa sektor pangan dan perikanan di Tana Tidung memiliki kekuatan kolaborasi. \u201cMereka akan mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari rembuk madya, temu profesi, temu usaha, hingga pengembangan digitalisasi pertanian,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1986\" data-end=\"2288\">Selain diskusi, PEDA KTNA juga dimeriahkan dengan aneka lomba yang menampilkan keterampilan tradisional maupun inovasi lokal. Peserta Tana Tidung dijadwalkan mengikuti kompetisi jajar legowo, pipil jagung, kupas kelapa, okulasi, boga non beras, mengikat kepiting, menjahit jala, hingga asah terampil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2290\" data-end=\"2504\">\u201cAjang ini menjadi ruang bagi petani dan nelayan kita untuk menunjukkan keterampilan, sekaligus mempromosikan produk unggulan Tana Tidung. Ini juga mendukung misi besar kita menuju swasembada pangan,\u201d jelas Rudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2506\" data-end=\"2779\">Menurutnya, PEDA KTNA juga harus dipahami sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan global. Tidak hanya soal lomba atau pameran, tetapi juga bagaimana para petani dan nelayan bisa membawa pulang pengetahuan baru untuk diterapkan di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2781\" data-end=\"3067\">\u201cHarapan kami, peserta dari Tana Tidung bisa pulang dengan membawa pengalaman baru, jaringan kerja sama yang lebih luas, serta inovasi yang bisa diterapkan di daerah. Ini akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pertanian, perikanan, dan peternakan di Tana Tidung,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3069\" data-end=\"3361\">Sebelum berangkat ke Tarakan, rombongan peserta telah dilepas secara resmi di Pelabuhan Keramat, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, pada Minggu (28\/09\/2025). Momen pelepasan ini sekaligus memberi semangat kepada para peserta agar mampu tampil percaya diri membawa nama daerah di ajang provinsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3363\" data-end=\"3672\">Selain kompetisi dan diskusi, rangkaian acara PEDA KTNA juga menghadirkan pameran produk unggulan pertanian, perikanan, serta kehutanan dari seluruh kabupaten\/kota di Kalimantan Utara. Tidak ketinggalan, festival seni budaya ikut meramaikan kegiatan, menampilkan kearifan lokal serta kreativitas masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3674\" data-end=\"3852\">\u201cMomentum ini juga mengangkat kearifan lokal kita. Jadi bukan hanya soal pangan, tetapi juga bagaimana budaya dan inovasi lokal mendapat tempat di level provinsi,\u201d tambah Rudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3854\" data-end=\"4121\">Dengan partisipasi aktif Tana Tidung, diharapkan kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan dan pelestarian budaya semakin dikenal luas. PEDA KTNA menjadi wadah pembelajaran sekaligus promosi, yang membuka jalan menuju Pekan Nasional KTNA di Gorontalo tahun depan. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3854\" data-end=\"4121\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2013 Sebanyak 50 perwakilan Kabupaten Tana Tidung ambil bagian dalam Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) III Kalimantan Utara (Kaltara) yang resmi dibuka pada Senin (29\/09\/2025) di halaman Masjid Islamic Center Baitul Izzah, Kota Tarakan. Ajang yang berlangsung hingga 2 Oktober ini menjadi salah satu kegiatan penting dalam kalender pertanian dan perikanan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":140143,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2257],"tags":[2717],"class_list":["post-140142","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-tarakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140142"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140144,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140142\/revisions\/140144"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}