{"id":140243,"date":"2025-09-29T14:25:46","date_gmt":"2025-09-29T06:25:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=140243"},"modified":"2025-09-29T14:25:46","modified_gmt":"2025-09-29T06:25:46","slug":"suasana-haru-iringi-hari-pertama-mpls-di-sekolah-rakyat-palangka-raya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/suasana-haru-iringi-hari-pertama-mpls-di-sekolah-rakyat-palangka-raya\/","title":{"rendered":"Suasana Haru Iringi Hari Pertama MPLS di Sekolah Rakyat Palangka Raya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"426\" data-end=\"827\"><strong data-start=\"426\" data-end=\"443\">PALANGKA RAYA<\/strong> \u2013 Suasana penuh haru mewarnai halaman Sekolah Rakyat Palangka Raya di Jalan Iskandar, Senin (29\/09\/2025). Puluhan orang tua tampak mengantar anak-anak mereka yang baru pertama kali masuk asrama untuk menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tangis, tawa, dan pelukan menjadi gambaran betapa momen ini tidak hanya berarti bagi anak-anak, tetapi juga bagi keluarga mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"829\" data-end=\"1115\">Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Ranny Triayu Sintha, menuturkan antusiasme orang tua terlihat sejak pagi. \u201cSangat antusias ya, orang tua bahkan ada yang datang sebelum waktunya. Mereka membantu menyiapkan barang-barang anak di kamar, sesuai karakter anak masing-masing,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1117\" data-end=\"1449\">Kegiatan MPLS dimulai dengan registrasi sejak pukul 07.00 WIB, dilanjutkan sarapan bersama dengan menu sederhana nasi goreng dan snack. Bagi anak-anak, pengalaman baru ini meninggalkan kesan tersendiri. Chelsea dan Jessica, siswi kelas 5, mengaku senang bisa tinggal di asrama. \u201cNasi gorengnya enak,\u201d ucap mereka sambil tersenyum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1451\" data-end=\"1653\">Selepas sarapan, anak-anak belajar kemandirian dengan mencuci peralatan makan mereka sendiri. \u201cKalau di rumah pernah juga cuci piring, tapi di sini jadi belajar lagi bareng teman-teman,\u201d kata Chelsea.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1655\" data-end=\"1998\">Ranny menegaskan bahwa pembiasaan karakter menjadi fokus awal sekolah sebelum masuk ke materi akademik. MPLS berlangsung selama satu minggu, kemudian dilanjutkan pembentukan karakter hingga dua minggu ke depan. \u201cKarena mereka masih anak SD, tidak bisa langsung masuk ke materi akademik. Kita mulai dengan pembiasaan karakter dulu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2000\" data-end=\"2450\">Saat ini, Sekolah Rakyat Palangka Raya menampung 75 siswa dari berbagai wilayah, termasuk pelosok Rakumpit. Seluruh siswa tinggal di asrama dengan aturan kunjungan orang tua hanya sekali setiap akhir bulan. Meski begitu, pihak sekolah memastikan kebutuhan dasar anak-anak terpenuhi, mulai dari tiga kali makan utama hingga dua kali snack setiap harinya. \u201cSudah dipastikan terpenuhi kebutuhannya, jadi orang tua tidak perlu khawatir,\u201d tambah Sintha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2452\" data-end=\"2805\">Bagi sebagian orang tua, melepas anak tinggal jauh dari rumah bukan hal mudah. Punawara (38), salah satu wali murid, mengaku sempat ragu memasukkan anaknya ke sekolah ini. \u201cAwalnya sempat nangis, tapi saya bilang kalau mau sukses harus bisa mandiri, harus bisa sama teman-teman. Kami ikuti aturan sekolah, termasuk kunjungan sebulan sekali,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2807\" data-end=\"3295\">Ia datang sejak pagi mengantar putrinya yang duduk di kelas 4, hanya membekali empat stel pakaian karena seragam disediakan sekolah. \u201cBiar nggak kebanyakan bawa barang, cukup seperlunya saja. Lagipula seragam dari sekolah sudah ada,\u201d katanya. Meski berat, ia berharap keputusan ini membuka jalan lebih baik bagi anaknya. \u201cKami orang biasa, tapi dengan sekolah ini semoga anak-anak kami bisa jadi luar biasa. Paling tidak, dari sekian banyak anak, ada satu yang bisa berhasil,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3297\" data-end=\"3627\">Malam harinya, anak-anak mengikuti doa bersama dan sesi sharing time, yang dirancang untuk memperkuat ikatan dan membantu mereka beradaptasi. Hari pertama MPLS ini pun menjadi titik awal perjalanan baru, di mana mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kemandirian, dan kehidupan di asrama. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3297\" data-end=\"3627\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALANGKA RAYA \u2013 Suasana penuh haru mewarnai halaman Sekolah Rakyat Palangka Raya di Jalan Iskandar, Senin (29\/09\/2025). Puluhan orang tua tampak mengantar anak-anak mereka yang baru pertama kali masuk asrama untuk menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tangis, tawa, dan pelukan menjadi gambaran betapa momen ini tidak hanya berarti bagi anak-anak, tetapi juga bagi keluarga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":140244,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2264],"tags":[3561],"class_list":["post-140243","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kota-palangkaraya-provinsi-kalimantan-tengah","tag-palangka-raya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140243","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140243"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140243\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140246,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140243\/revisions\/140246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140243"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140243"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140243"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}