{"id":140247,"date":"2025-09-29T14:30:20","date_gmt":"2025-09-29T06:30:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=140247"},"modified":"2025-09-29T14:30:20","modified_gmt":"2025-09-29T06:30:20","slug":"berau-fokus-kemandirian-pangan-untuk-perkuat-ekonomi-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/berau-fokus-kemandirian-pangan-untuk-perkuat-ekonomi-masyarakat\/","title":{"rendered":"Berau Fokus Kemandirian Pangan untuk Perkuat Ekonomi Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"259\" data-end=\"546\"><strong data-start=\"259\" data-end=\"270\">BERAU \u2013<\/strong> Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Berau. Pernyataan ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan untuk menegaskan pentingnya kemandirian pangan daerah di tengah tantangan pasokan dari luar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"548\" data-end=\"751\">\u201cKita memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang ulet. Semua ini harus kita maksimalkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Berau,\u201d ujar Sri Juniarsih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"753\" data-end=\"1058\">Bupati menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar memastikan ketersediaan beras, melainkan mencakup berbagai komoditas lokal lain, seperti sayuran, buah, dan produk olahan hasil pertanian maupun perikanan. Hal ini menjadi dasar pengembangan program pertanian terpadu dan pemberdayaan petani lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1060\" data-end=\"1314\">Pemkab Berau, menurut Sri, juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk membuka lahan produktif baru serta memperkenalkan teknologi pertanian modern. Tujuannya adalah meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1316\" data-end=\"1505\">\u201cJika seluruh sektor dapat bergerak bersama, saya yakin Berau bisa menjadi daerah yang tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu menjadi penyuplai pangan bagi wilayah lain,\u201d tegas Bupati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1507\" data-end=\"1762\">Selain itu, Sri Juniarsih menekankan pentingnya memadukan teknologi modern dengan kearifan lokal dalam mengelola lahan. Pola tanam ramah lingkungan dan pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1764\" data-end=\"2065\">Bupati juga menegaskan bahwa ketahanan pangan menyentuh hajat hidup masyarakat, sehingga program ini harus dimulai dari tingkat desa dan kampung, hingga skala kabupaten. Pendekatan ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui produktivitas masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2067\" data-end=\"2294\">\u201cKetahanan pangan ini bukan sekadar wacana. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat kita. Karena itu, kita harus mulai dari diri sendiri, dari kampung, hingga kabupaten, agar benar-benar tidak bergantung dari luar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2296\" data-end=\"2534\">Dengan fokus pada kemandirian pangan, pemanfaatan lahan produktif, dan kolaborasi lintas sektor, Berau diharapkan mampu menjadi model daerah yang tangguh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.[]\n<p data-start=\"2296\" data-end=\"2534\">Admin05<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERAU \u2013 Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Berau. Pernyataan ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan untuk menegaskan pentingnya kemandirian pangan daerah di tengah tantangan pasokan dari luar. \u201cKita memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang ulet. Semua ini harus kita maksimalkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":140251,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[478,26],"tags":[],"class_list":["post-140247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-berau","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=140247"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140247\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":140252,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/140247\/revisions\/140252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/140251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=140247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=140247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=140247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}