{"id":14044,"date":"2015-11-03T01:23:07","date_gmt":"2015-11-02T17:23:07","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14044"},"modified":"2015-11-03T01:23:07","modified_gmt":"2015-11-02T17:23:07","slug":"dkp-kalbar-berikan-bantuan-fasilitas-pendukung-aktivitas-nelayan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dkp-kalbar-berikan-bantuan-fasilitas-pendukung-aktivitas-nelayan\/","title":{"rendered":"DKP Kalbar Berikan Bantuan Fasilitas Pendukung Aktivitas Nelayan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/images1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14045 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/images1.jpg\" alt=\"images\" width=\"425\" height=\"283\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>KAPUAS HULU<\/strong> &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat akan memberikan bantuan fasilitas pendukung aktivitas nelayan lokal di kawasan danau dan sungai di Kabupaten Kapuas Hulu. &#8220;Dari 14 Kabupaten\/kota di Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu mendapat bantuan sarana prasarana nelayan. Karena Kapuas Hulu merupakan lumbung ikan pedalaman, konsumsi ikan air tawar terbesar,&#8221; kata Gatot Rudiono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar ditemui di Putussibau. Bantuan yang diberikan tersebut diantaranya sampan, benih ikan lokal dan mesin pengolah ikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gatot menjelaskan, sampan yang diberikan kepada nelayan Kapuas Hulu itu berbahan bakar gas. &#8220;Itu menggunakan converter kit, buatan orang Pontianak. Jumlah sampannya 4-5 unit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun ini masih untuk uji coba, karena sistem penggunaannya berbeda,&#8221; kata dia. Bantuan untuk budidaya ikan yakni beberapa jenis benih ikan salah satunya toman beserta peletnya. Pelet ikan yang disalurkan untuk Kapuas Hulu diproduksi dari Anjungan. &#8220;Itu menggunakan bahan baku lokal. Kemudian mesin pengolahan atau mesin pembuat tepung ikan. Disini banyak yang membuat kerupuk basah,&#8221; terang Gatot. Gatot berharap masyarakat di kawasan danau di Kabupaten Kapuas Hulu terus menjaga ekosistem danau. &#8220;Kita harus tetap melestarikan danau yang ada sebagai lumbung ikan, jangan menangkap menggunakan alat setrum atau racun, karena ada sanksi hukumnya,&#8221; tegasnya. Ia mengakui, potensi ikan di Kapuas Hulu cukup banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun butuh sentuhan teknologi pengolahan yang memadai. &#8220;Kita bisa buat industri pengolahan ikan dalam berbagai bentuk, dengan kemasan yang menarik. Namun kendala selama ini masalah listrik yang masih terbatas,&#8221; ungkap Gatot. Gatot mengaku sudah mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat kemasan produk olahan dari perhuluan sungai kapuas. &#8220;Seperti kemasan kerupuk basah, bentuk kemasan yang menarik itu penting untuk mendukung nilai jual kerupuk basah itu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan, terutama ikan air tawar seperti yang dihasilkan sungai dan danau di Kabupaten Kapuas Hulu. &#8220;Karena pada ikan ada kandungan Omega 3 yang mendukung kecerdasan otak,&#8221; pungkas Gatot. [] ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAPUAS HULU &#8211; Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat akan memberikan bantuan fasilitas pendukung aktivitas nelayan lokal di kawasan danau dan sungai di Kabupaten Kapuas Hulu. &#8220;Dari 14 Kabupaten\/kota di Kalbar, Kabupaten Kapuas Hulu mendapat bantuan sarana prasarana nelayan. Karena Kapuas Hulu merupakan lumbung ikan pedalaman, konsumsi ikan air tawar terbesar,&#8221; kata Gatot &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14045,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[4380,4381],"class_list":["post-14044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-berikan-bantuan-fasilitas-nelayan","tag-dkp-kalteng"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}