{"id":141562,"date":"2025-10-04T15:15:38","date_gmt":"2025-10-04T07:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=141562"},"modified":"2025-10-04T15:15:38","modified_gmt":"2025-10-04T07:15:38","slug":"empat-tewas-di-laut-karibia-as-main-hakim-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/empat-tewas-di-laut-karibia-as-main-hakim-sendiri\/","title":{"rendered":"Empat Tewas di Laut Karibia, AS Main Hakim Sendiri"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"62\" data-end=\"524\"><strong data-start=\"62\" data-end=\"78\">WASHINGTON <\/strong>\u2013 Aksi militer Amerika Serikat kembali menuai sorotan setelah serangan di lepas pantai Venezuela menewaskan empat orang yang disebut sebagai \u201cteroris narkotika\u201d. Klaim tersebut datang langsung dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut operasi itu sebagai langkah melindungi rakyat Amerika dari \u201cracun\u201d narkotika. Namun, banyak pihak menilai langkah itu justru memperlihatkan arogansi kekuasaan Washington di perairan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"526\" data-end=\"985\">Dalam unggahan di platform X, Sabtu (04\/10\/2025), Hegseth menyatakan bahwa kapal target \u201cmengangkut narkotika dalam jumlah besar \u2013 menuju Amerika untuk meracuni rakyat kami.\u201d Ia juga menegaskan bahwa serangan tersebut akan terus berlanjut \u201chingga serangan terhadap rakyat Amerika berakhir.\u201d Namun, Hegseth tidak menjelaskan secara rinci siapa empat orang yang tewas dalam serangan itu maupun bukti kuat yang menunjukkan mereka bagian dari kelompok teroris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"987\" data-end=\"1339\">Kritik pun muncul dari sejumlah pengamat internasional yang menilai tindakan tersebut menunjukkan kecenderungan AS bertindak sepihak tanpa mekanisme hukum yang jelas. Serangan itu menimbulkan pertanyaan besar: apakah AS masih menjunjung hukum internasional, atau justru bertindak sebagai polisi dunia yang menembak dulu, baru mencari alasan kemudian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1341\" data-end=\"1911\">Presiden Donald Trump, pada Kamis (02\/10\/2025) waktu setempat, telah lebih dulu menyatakan AS berada dalam \u201ckonflik bersenjata\u201d dengan kartel narkoba. Ia bahkan mengerahkan kapal militer ke Laut Karibia untuk mengejar penyelundup narkoba, sembari menetapkan kartel-kartel itu sebagai organisasi teroris bersenjata. \u201cPresiden menetapkan kartel-kartel ini sebagai kelompok bersenjata non-negara, menetapkan mereka sebagai organisasi teroris, dan menetapkan bahwa tindakan mereka merupakan serangan bersenjata terhadap Amerika Serikat,\u201d tulis Pentagon dalam pernyataannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1913\" data-end=\"2369\">Langkah tersebut dianggap sebagai pembenaran hukum bagi operasi militer AS di luar batas teritorialnya. Dalam surat pemberitahuan ke Kongres, pemerintahan Trump menggunakan dalih \u201cpertahanan diri\u201d untuk melegitimasi tiga serangan di perairan internasional yang telah menewaskan sedikitnya 14 orang. Namun, sejumlah ahli hukum internasional meragukan keabsahan argumentasi tersebut, menyebutnya sebagai \u201ctindakan sepihak yang bisa memicu ketegangan baru.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2371\" data-end=\"3007\">Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, membela tindakan itu dengan mengatakan, \u201cSeperti yang telah kami katakan berkali-kali, presiden bertindak sesuai dengan hukum konflik bersenjata untuk melindungi negara kita dari mereka yang mencoba membawa racun mematikan ke pantai kita.\u201d Ia bahkan menegaskan, \u201cDia menepati janjinya untuk memberantas kartel dan menghilangkan ancaman keamanan nasional ini dengan membunuh lebih banyak warga Amerika.\u201d Pernyataan terakhir ini memicu kejanggalan: apakah \u201cmembunuh lebih banyak warga Amerika\u201d merupakan kesalahan ucap, atau justru menunjukkan kebingungan dalam narasi militer Washington sendiri?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3009\" data-end=\"3367\">Serangan di lepas pantai Venezuela menjadi cermin dari cara AS memandang dunia sebagai wilayah yang bisa disentuh kapan pun atas nama \u201ckeamanan nasional\u201d. Namun, tanpa transparansi dan bukti yang jelas, tindakan semacam ini hanya mempertegas pandangan banyak pihak bahwa perang melawan narkotika telah berubah menjadi perang melawan kedaulatan negara lain. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3009\" data-end=\"3367\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WASHINGTON \u2013 Aksi militer Amerika Serikat kembali menuai sorotan setelah serangan di lepas pantai Venezuela menewaskan empat orang yang disebut sebagai \u201cteroris narkotika\u201d. Klaim tersebut datang langsung dari Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang menyebut operasi itu sebagai langkah melindungi rakyat Amerika dari \u201cracun\u201d narkotika. Namun, banyak pihak menilai langkah itu justru memperlihatkan arogansi kekuasaan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":141564,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2254],"tags":[12318],"class_list":["post-141562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-berita-internasional","tag-washingon"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":141565,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141562\/revisions\/141565"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}