{"id":141837,"date":"2025-10-05T16:27:24","date_gmt":"2025-10-05T08:27:24","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=141837"},"modified":"2025-10-05T16:27:24","modified_gmt":"2025-10-05T08:27:24","slug":"dua-rumah-di-sebengkok-terbakar-kerugian-terkontrol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-rumah-di-sebengkok-terbakar-kerugian-terkontrol\/","title":{"rendered":"Dua Rumah di Sebengkok Terbakar, Kerugian Terkontrol"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN<\/strong> \u2014 Kebakaran melanda dua rumah di RT 34 No.19, Kelurahan Sebengkok, pada Ahad pagi (05\/10\/2025). Berdasarkan laporan resmi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan, api pertama kali dilaporkan warga pukul 07.39 Wita dan berhasil dijinakkan sekitar pukul 09.26 Wita, menunjukkan koordinasi yang efektif antara berbagai pihak terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komandan Regu C Sektor Barat, Wijaya Kusuma, SE, menjelaskan bahwa laporan diterima dari warga bernama Yusuf Rizki Salim, dan tim langsung bergerak pukul 07.40 Wita, hanya enam menit setelah menerima laporan. \u201cBegitu menerima laporan dari warga, kami langsung berkoordinasi dengan pimpinan dan bergerak menuju lokasi hanya satu menit setelah laporan masuk,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesampainya di lokasi, tim PMK langsung melakukan size up untuk memetakan sumber api dan mencegah penyebaran. Formasi pembagian tugas diterapkan untuk memblokir api dan meminimalkan risiko merembet ke rumah sekitar. \u201cKami fokus pada upaya pemblokiran dan pemadaman dua rumah yang sudah terbakar agar tidak merembet lebih luas,\u201d terang Wijaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Proses pemadaman melibatkan armada dari Sektor Barat, Mako PMK, serta bantuan PDAM berupa suplai air 5 ton. Selain itu, instansi lain seperti PLN, PGN, Babinsa, Babinkamtibmas, PMI, dan BAZNAS juga dikerahkan. Petugas PMI menyiagakan ambulans untuk antisipasi korban, dan PLN memutus sementara aliran listrik di sekitar lokasi guna mencegah korsleting lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beruntung, tidak ada korban jiwa. Hanya satu warga mengalami luka ringan akibat terkena seng saat membantu evakuasi. \u201cKami bersyukur tidak ada korban meninggal dunia, hanya satu warga yang mengalami luka ringan akibat terkena seng saat membantu evakuasi,\u201d imbuh Wijaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Identifikasi sementara menunjukkan objek yang terbakar adalah rumah milik Amin Lasanggara dan Syahariana, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyidikan pihak berwenang. Wijaya menegaskan pihaknya tetap siaga terhadap sisa puing atau bara api yang berpotensi menyala kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSituasi terakhir aman terkendali. Setelah proses pendinginan dan overhaul selesai, seluruh personel kami tarik kembali ke pos. Kami berharap masyarakat semakin waspada dan memperhatikan instalasi listrik rumah tangga untuk mencegah insiden serupa terjadi di kemudian hari,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebakaran ini menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antarinstansi dan respons cepat masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran perkotaan, sehingga kerugian dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TARAKAN \u2014 Kebakaran melanda dua rumah di RT 34 No.19, Kelurahan Sebengkok, pada Ahad pagi (05\/10\/2025). Berdasarkan laporan resmi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan, api pertama kali dilaporkan warga pukul 07.39 Wita dan berhasil dijinakkan sekitar pukul 09.26 Wita, menunjukkan koordinasi yang efektif antara berbagai pihak terkait. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":141838,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,27,2257],"tags":[],"class_list":["post-141837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":141839,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141837\/revisions\/141839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}