{"id":141928,"date":"2025-10-06T10:50:08","date_gmt":"2025-10-06T02:50:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=141928"},"modified":"2025-10-06T10:50:08","modified_gmt":"2025-10-06T02:50:08","slug":"pontianak-barat-jalur-padat-pengawasan-gawat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pontianak-barat-jalur-padat-pengawasan-gawat\/","title":{"rendered":"Pontianak Barat: Jalur Padat, Pengawasan Gawat!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"336\"><strong>PONTIANAK<\/strong> \u2013 Tragedi kecelakaan di Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, kembali menelan korban jiwa. Seorang pelajar tewas di tempat, menambah daftar panjang kecelakaan maut di jalur padat tersebut. Namun, ironisnya, persoalan keselamatan di kawasan itu seolah tak pernah benar-benar jadi prioritas pemerintah kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"338\" data-end=\"493\">Anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar, Irwan, yang datang ke rumah duka pada Minggu (05\/10\/2025), menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan. \u201cKami sebagai DPRD Kota Pontianak sangat prihatin dengan kejadian ini. Saya berharap ke depannya tidak ada lagi peristiwa seperti ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"644\" data-end=\"979\">Namun, pernyataan keprihatinan saja tampaknya belum cukup. Warga Pontianak Barat sudah berkali-kali mengeluhkan kondisi jalan Komyos Sudarso yang sempit, rusak di beberapa titik, serta sering dilewati kendaraan besar dari kawasan pelabuhan. Tak sedikit nyawa melayang di jalur itu, namun pembenahan nyaris tak terdengar kabarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"981\" data-end=\"1038\">Irwan mengakui masalah tersebut sudah berlangsung lama. \u201cDengan kejadian ini, perlu adanya pembenahan dari pemerintah mengenai jalan di daerah Komyos Sudarso, karena sering terjadi kecelakaan di wilayah Pontianak Barat,\u201d katanya menegaskan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1229\" data-end=\"1343\">Menurutnya, jalan yang tidak merata dan sebagian terlalu sempit membuat pengguna jalan sulit menjaga jarak aman. \u201cKami sangat mengharapkan pemerintah Kota Pontianak segera memperlebar jalan di wilayah ini. Daerah Komyos Sudarso ramai penduduk, banyak aktivitas sekolah, dan merupakan kawasan pelabuhan yang dilalui banyak kendaraan besar,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1590\" data-end=\"1767\">Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap jalur vital ini masih sebatas janji. Jalan yang menjadi urat nadi ekonomi justru berubah menjadi jalur maut bagi warganya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1769\" data-end=\"1822\">Irwan juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati. \u201cSaya harapkan kepada pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat, delapan, hingga dua belas untuk berhati-hati dalam mengemudi. Artinya wilayah kita ini dengan kondisi jalan yang mungkin belum stabil untuk bisa dioptimalkan dengan kendaraan masing-masing,\u201d pesannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2104\" data-end=\"2346\">Namun, tanpa langkah konkret dari pemerintah, imbauan semacam ini hanya akan berulang setiap kali nyawa kembali melayang di aspal Pontianak Barat. Tragedi demi tragedi seolah dibiarkan menjadi berita musiman, bukan panggilan tanggung jawab. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2104\" data-end=\"2346\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PONTIANAK \u2013 Tragedi kecelakaan di Jalan Komyos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat, kembali menelan korban jiwa. Seorang pelajar tewas di tempat, menambah daftar panjang kecelakaan maut di jalur padat tersebut. Namun, ironisnya, persoalan keselamatan di kawasan itu seolah tak pernah benar-benar jadi prioritas pemerintah kota. Anggota DPRD Kota Pontianak dari Partai Golkar, Irwan, yang datang ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":141929,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[329],"class_list":["post-141928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-pontianak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=141928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":141930,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/141928\/revisions\/141930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/141929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=141928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=141928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=141928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}