{"id":14211,"date":"2015-11-04T03:47:47","date_gmt":"2015-11-03T19:47:47","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14211"},"modified":"2015-11-04T03:47:47","modified_gmt":"2015-11-03T19:47:47","slug":"peran-mempertahankan-budaya-lokal-harus-di-galakkan-sejak-dini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peran-mempertahankan-budaya-lokal-harus-di-galakkan-sejak-dini\/","title":{"rendered":"Pengenalan Budaya Lokal Harus Dilakukan Sejak Dini"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/open-ok-web.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-14212 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/open-ok-web.jpg\" alt=\"open-ok-web\" width=\"542\" height=\"362\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KERTANEGARA<\/strong> &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara H Rudiansyah mengatakan, peran untuk mempertahankan budaya lokal harus senantiasa digalakkan sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Rudi, hal ini tidak terlepas dari unsur penguatan identitas suatu daerah dan budaya itu sendiri merupakan harta yang tak ternilai harganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKearifan lokal, budaya berbasis pendidikan dan adat istiadat yang kita punya wajib hukumnya untuk kita jaga dan lestarikan,\u201d katanya, selasa (02\/11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, hasil dari studi komparatif ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilakukan pekan lalu bersama Ketua DPRD Salehuddin beserta kerabat keraton dan persatuan lembaga adat budaya Sempekat Keroan Kutai, memperoleh informasi bahwa budaya memegang peranan penting dalam kemajuan suatu daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelain banyak nilai-nilai moral yang diajarkan, budaya juga menyadarkan kita bahwa hubungan antar sesama manusia, manusia dengan alam serta manusia dengan Tuhannya merupakan landasan fundamental yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu untuk mengembalikan peran budaya menjadi fundamental suatu daerah, Rudi berkeyakinan hal itu bisa dicapai jika seluruh stake holder yang ada, baik pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, pihak swasta serta masyarakat dari kalangan atas sampai bawah terus bekerjasama dalam hal mempertahankan budaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSejarah tidak boleh dihapus, karena bicara tentang kemarin, hari ini dan nanti. Jika flashback pada masa lampau, kita Indonesia dengan banyak macam suku dan budaya bisa bersatu teguh dan erat memegang teguh rasa persatuan dan kesatuan bangsa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudi memamparkan bahwa Kutai sebagai kerajaan tertua di nusantara dan Keraton merupakan benteng terakhir menjaga nilai budaya bangsa. \u201cSelain untuk mempererat, budaya juga berperan untuk menghasilkan sesuatu baik seni, cita rasa, sosial, hingga berdampak signifikan untuk pertumbuhan ekonomi di Kukar. Maka dari itu kita semua berkewajiban menjaga dan melestarikan budaya Kutai yang kita miliki,\u201d pungkas Ruddy. [] Hms\/Advetorial<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KERTANEGARA &#8211; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara H Rudiansyah mengatakan, peran untuk mempertahankan budaya lokal harus senantiasa digalakkan sejak dini. Menurut Rudi, hal ini tidak terlepas dari unsur penguatan identitas suatu daerah dan budaya itu sendiri merupakan harta yang tak ternilai harganya. \u201cKearifan lokal, budaya berbasis pendidikan dan adat istiadat yang kita punya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14212,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2,26,33],"tags":[1708,1709,1710],"class_list":["post-14211","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-advertorial","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-budaya-lokal","tag-h-rudiansyah","tag-wakil-ketua-dprd"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14211","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14211"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14211\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14211"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14211"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14211"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}