{"id":142307,"date":"2025-10-09T16:49:25","date_gmt":"2025-10-09T08:49:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=142307"},"modified":"2025-10-10T14:57:58","modified_gmt":"2025-10-10T06:57:58","slug":"izin-cepat-tapi-standar-sppg-masih-jadi-pertanyaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/izin-cepat-tapi-standar-sppg-masih-jadi-pertanyaan\/","title":{"rendered":"Dinkes Samarinda Fokus Jaga Kesehatan Anak dan Relawan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"487\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Samarinda, Ismed Kosasih, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memproses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah kota. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"489\" data-end=\"677\">\u201cKita sudah tangani 13 SLHS, dengan total hampir 400 pemeriksaan bagi tenaga relawan. Ini akan terus kami lakukan pembinaan,\u201d ujar Ismed kepada awak media di Samarinda, Rabu (08\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"679\" data-end=\"1016\">Proses penerbitan SLHS dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, air, serta tenaga relawan. \u201cBeberapa persyaratan untuk SPPG yang ingin mengurus izin SLHS salah satunya harus pelatihan, pemeriksaan kesehatan lingkungan, sanitasi air, dan pemeriksaan kesehatan tenaga relawannya,\u201d tambah Ismed.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1018\" data-end=\"1268\">Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi relawan menjadi bagian penting untuk mencegah penularan penyakit menular. \u201cSementara syarat bagi relawan tidak mempunyai penyakit Hepatitis A dan TBC, supaya mencegah terjadinya penyakit menular,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1270\" data-end=\"1585\">Dinas Kesehatan juga membuka layanan langsung bagi pengelola SPPG yang ingin mengurus izin SLHS. \u201cKalau syarat sudah lengkap, dalam dua minggu sebenarnya izin bisa kami keluarkan,\u201d ujar Ismed. Dengan kemudahan layanan ini, diharapkan lebih banyak pengelola SPPG memenuhi standar higienitas dan keselamatan pangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1587\" data-end=\"2099\">Selain fokus pada SLHS, Dinkes Samarinda juga memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk anak usia sekolah. Tahun ini, pemeriksaan gula darah (CGD) turut dimasukkan ke dalam paket layanan kesehatan. \u201cCKG pada anak-anak usia sekolah kini dimasukkan pemeriksaan CGD yang dulu tidak ada dan kalau tahun ini tes gula itu dilakukan pada usia anak kelas 7 SMP serta untuk SMA semua untuk menjaring lebih dini,\u201d jelas Ismed usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Samarinda, Rabu (08\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2101\" data-end=\"2374\">Kegiatan CKG bekerja sama dengan seluruh puskesmas di kecamatan dan dilaksanakan bertepatan dengan masa penerimaan peserta didik baru. \u201cBiasanya kami sesuaikan dengan momen penerimaan peserta didik baru, dan kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh kecamatan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2376\" data-end=\"2706\">Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan bahwa kadar gula darah pada siswa relatif rendah, namun masalah gigi berlubang masih cukup tinggi, terutama di kalangan siswa SMA kelas 11 dan 12. \u201cKalau melihat data sejauh ini, CGD cukup rendah ditemukan di kalangan remaja. Tapi yang paling tinggi itu gigi berlobang,\u201d ungkap Ismed.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2708\" data-end=\"3183\">Keberhasilan berbagai program kesehatan tersebut tidak terlepas dari dukungan lintas sektor, termasuk melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Pro Bebaya). Program ini terbukti membantu pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti demam berdarah. \u201cDalam dua tahun terakhir Dinas Kesehatan sangat terbantu dengan program Pro Bebaya. Contohnya, kasus demam berdarah di daerah lain meningkat, tapi di Samarinda tidak ada KLB demam berdarah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3185\" data-end=\"3489\">Ismed berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan terus diperkuat agar program kesehatan dapat berjalan berkelanjutan. \u201cDengan deteksi dini dan peran aktif masyarakat, kesehatan anak-anak bisa terus terjaga, dan risiko penyakit serius dapat dicegah sedini mungkin,\u201d katanya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Samarinda, Ismed Kosasih, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memproses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah kota. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh fasilitas &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":142402,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[9703,12351],"class_list":["post-142307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-ckg","tag-slhs"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142307"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":142617,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142307\/revisions\/142617"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/142402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}