{"id":142990,"date":"2025-10-11T13:36:59","date_gmt":"2025-10-11T05:36:59","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=142990"},"modified":"2025-10-11T13:36:59","modified_gmt":"2025-10-11T05:36:59","slug":"guru-bertaruh-nyawa-jalan-rusak-paksa-lewat-sungai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/guru-bertaruh-nyawa-jalan-rusak-paksa-lewat-sungai\/","title":{"rendered":"Guru Bertaruh Nyawa, Jalan Rusak Paksa Lewat Sungai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>KOTAWARINGIN TIMUR <\/b>\u2013 Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, nasib para guru di pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, justru memprihatinkan. Jalan menuju Desa Batuah, Kecamatan Seranau, kini lebih mirip kubangan lumpur ketimbang jalur pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru-guru SDN 1 Batuah terpaksa meninggalkan jalur darat dan memilih menyusuri sungai dengan perahu kelotok setiap hari. Pasalnya, akses darat yang rusak parah dan jembatan kayu yang ambruk membuat perjalanan darat bukan hanya sulit, tapi juga berbahaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebelumnya akses jalan masih bisa dilewati, tapi sekarang sudah seperti kolam lumpur. Jadi kami lebih sering lewat sungai karena lebih aman,\u201d ujar N, seorang guru yang sudah delapan tahun bertugas di desa tersebut, Jumat (10\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perjalanan menuju sekolah memakan waktu sekitar satu jam, baik melalui darat maupun sungai. Namun jalur darat kini hampir mustahil dilalui. Upaya warga memperbaiki jalan secara swadaya, seperti menimbun lubang atau meratakan permukaan dengan alat berat seadanya, belum membuahkan hasil berarti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau hujan turun, jalan berubah jadi licin dan berlumpur. Sudah ditimbun beberapa kali, tapi tetap saja rusak,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para guru bahkan harus menanggung biaya transportasi sungai secara mandiri, tanpa bantuan dari sekolah atau pemerintah daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTransportasinya kami bayar sendiri setiap bulan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kisah ini menyoroti ironi di tengah jargon pemerataan pendidikan. Ketika sebagian wilayah menikmati akses mulus, di pedalaman Kotim, guru masih harus bertaruh keselamatan demi mencerdaskan generasi bangsa. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur, nasib para guru di pedalaman Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, justru memprihatinkan. Jalan menuju Desa Batuah, Kecamatan Seranau, kini lebih mirip kubangan lumpur ketimbang jalur pendidikan. Guru-guru SDN 1 Batuah terpaksa meninggalkan jalur darat dan memilih menyusuri sungai dengan perahu kelotok setiap hari. Pasalnya, akses darat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":142991,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7,2259,2266],"tags":[],"class_list":["post-142990","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-breaking-news","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142990","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=142990"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142990\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":142992,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/142990\/revisions\/142992"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/142991"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=142990"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=142990"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=142990"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}