{"id":143060,"date":"2025-10-12T11:11:10","date_gmt":"2025-10-12T03:11:10","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143060"},"modified":"2025-10-12T11:11:10","modified_gmt":"2025-10-12T03:11:10","slug":"soto-banjar-ayam-kampung-hj-eka-bikin-nagih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/soto-banjar-ayam-kampung-hj-eka-bikin-nagih\/","title":{"rendered":"Soto Banjar Ayam Kampung Hj Eka Bikin Nagih !"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"311\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Di tengah persaingan ketat kuliner ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim), satu warung sederhana justru mencuri perhatian para pencinta kuliner tradisional. Soto Banjar Ayam Kampung \u201cTarghibul Ikhwan\u201d, racikan tangan Hj Eka, menjelma menjadi ikon rasa khas Banjar yang menggugah selera warga Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"313\" data-end=\"652\">Didirikan sejak tahun 2016, rumah makan ini berawal dari kecintaan Hj Eka terhadap resep turun-temurun keluarganya yang berasal dari Kalimantan Selatan. Ia tak ingin cita rasa asli Banjar luntur oleh tren kuliner modern. \u201cSaya ingin menghadirkan soto yang benar-benar otentik, seperti yang dibuat ibu saya dulu,\u201d ujarnya suatu waktu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_143146\" aria-describedby=\"caption-attachment-143146\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-143146 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-11_23-28-18-2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-11_23-28-18-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-11_23-28-18-2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-11_23-28-18-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-11_23-28-18-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-143146\" class=\"wp-caption-text\">Poni, penanggung jawab operasional restoran<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"654\" data-end=\"898\">Meski tampil sederhana, warung ini memancarkan aroma rempah yang khas. Pengunjung yang datang ke Jalan Kapten Soedjono, Sungai Kapih, Sambutan, disambut pemandangan dapur terbuka yang menyiapkan soto ayam kampung dengan kuah bening gurih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"900\" data-end=\"1234\">Poni, penanggung jawab operasional restoran, menegaskan bahwa resep yang digunakan bukan sekadar adaptasi. \u201cKami memang beda dari yang lain. Bumbunya langsung dari Banjar, bukan modifikasi. Keistimewaan kami ada pada cara penyajian soto di piring, memakai ayam kampung, dan telur bebek,\u201d ujarnya pada Sabtu, (11\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1236\" data-end=\"1515\">Menu andalan mereka, Soto Banjar Ketupat, dibanderol Rp30.000 per porsi. Selain itu, tersedia juga bakso Rp15.000 dan lalapan ayam kampung, ayam potong, gurame, nila, hingga lele dengan harga antara Rp25.000 hingga Rp50.000 \u2014 semuanya sudah termasuk nasi dan pajak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1517\" data-end=\"1731\">\u201cHarga satu porsi soto Banjar Rp30 ribu sudah termasuk pajak, tersedia juga bakso mulai Rp15 ribu, dan lalapan dari Rp25 ribu sampai Rp50 ribu sudah include nasi,\u201d tutur Hj Eka yang akrab disapa <em data-start=\"1716\" data-end=\"1728\">Bulek Soto<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1733\" data-end=\"2072\">Tak hanya soal rasa, manajemen restoran juga memperhatikan kenyamanan pelanggan. Mereka buka setiap hari pukul 06.00\u201322.00 WITA, dan khusus malam Minggu hingga pukul 23.00. Pelanggan pun dapat memesan melalui layanan daring. \u201cKami sudah kerja sama dengan GoFood agar pelanggan bisa menikmati soto kami dari rumah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2074\" data-end=\"2382\">Soto Banjar \u201cTarghibul Ikhwan\u201d bukan sekadar tempat makan, melainkan simbol perlawanan terhadap tren kuliner instan. Di tengah derasnya gempuran makanan cepat saji, Hj Eka dan timnya membuktikan bahwa cita rasa warisan daerah masih bisa berjaya dengan mempertahankan keaslian dan dedikasi terhadap tradisi.\u00a0 []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis : Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Di tengah persaingan ketat kuliner ibu kota Kalimantan Timur (Kaltim), satu warung sederhana justru mencuri perhatian para pencinta kuliner tradisional. Soto Banjar Ayam Kampung \u201cTarghibul Ikhwan\u201d, racikan tangan Hj Eka, menjelma menjadi ikon rasa khas Banjar yang menggugah selera warga Samarinda. Didirikan sejak tahun 2016, rumah makan ini berawal dari kecintaan Hj Eka &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":143145,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[12369],"class_list":["post-143060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-soto-banjar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143060"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143147,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143060\/revisions\/143147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}