{"id":143064,"date":"2025-10-12T11:23:08","date_gmt":"2025-10-12T03:23:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143064"},"modified":"2025-10-12T11:23:08","modified_gmt":"2025-10-12T03:23:08","slug":"gerakan-anti-nasi-kaltim-bangkitkan-gairah-pangan-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gerakan-anti-nasi-kaltim-bangkitkan-gairah-pangan-lokal\/","title":{"rendered":"Gerakan Anti Nasi! Kaltim Bangkitkan Gairah Pangan Lokal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"167\" data-end=\"480\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Ketika pangan instan kian menguasai meja makan masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) justru memilih melawan arus. Lewat program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Kaltim berupaya mengembalikan selera masyarakat kepada bahan pangan lokal yang kian terpinggirkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"482\" data-end=\"825\">Langkah itu diwujudkan dalam Lomba Kreasi Menu B2SA Non Beras dan Non Terigu, yang digelar di Gedung Olah Bebeya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Sabtu (11\/10\/2025). Tak sekadar lomba, acara ini menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi nasi dan tepung terigu yang membuat masyarakat lupa akan kekayaan alamnya sendiri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_143150\" aria-describedby=\"caption-attachment-143150\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-143150 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-12_00-35-08-2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-12_00-35-08-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-12_00-35-08-2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-12_00-35-08-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-12_00-35-08-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-143150\" class=\"wp-caption-text\">Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"827\" data-end=\"1111\">Peserta datang dari berbagai kalangan mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), tim PKK kabupaten\/kota, hingga organisasi perempuan di bawah naungan BKOW. Mereka memamerkan kreativitas dalam mengolah singkong, jagung, dan umbi-umbian menjadi menu sehat nan menggoda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1113\" data-end=\"1290\">Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, yang hadir langsung membuka kegiatan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar soal memasak, tetapi juga menyangkut masa depan generasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1113\" data-end=\"1290\">\u201cAngka stunting di Kaltim masih di kisaran 22 persen. Karena itu, kolaborasi antara OPD dan tim penggerak PKK sangat penting agar penurunan angka stunting dapat tercapai,\u201d ujar Seno dalam sambutannya, Sabtu (11\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1522\" data-end=\"1731\">Seno menilai, ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Ia menyoroti gaya hidup masyarakat yang mulai bergantung pada pangan impor dan mengabaikan hasil bumi sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1522\" data-end=\"1731\">\u201cMelalui lomba ini, kita menggali kreativitas ibu-ibu dan pelaku UMKM agar bisa menciptakan menu bergizi sekaligus bernilai ekonomi. Dengan begitu, gizi anak meningkat dan ekonomi keluarga pun tumbuh,\u201d kata Seno.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1951\" data-end=\"2106\">Pemerintah Provinsi, lanjutnya, siap memfasilitasi pelatihan, pemasaran, hingga dukungan modal bagi daerah yang serius mengembangkan produk pangan lokal. \u201cSemangat berkreasi harus terus dijaga. Ini bagian dari kontribusi nyata untuk mengangkat martabat pangan lokal,\u201d tutur Seno, pria kelahiran Semarang, 1971 itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2278\" data-end=\"2536\">Ia juga mengingatkan bahwa kemandirian pangan daerah adalah kunci kedaulatan bangsa. Pemanfaatan bahan pangan lokal seperti singkong dan umbi-umbian bukan sekadar nostalgia, tetapi strategi nyata untuk menghadapi krisis pangan global yang mulai terasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2278\" data-end=\"2536\">\u201cSemoga kreasi ini menjadi produk andalan daerah, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan lokal yang sehat dan bergizi,\u201d tutup Seno penuh optimisme.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2716\" data-end=\"2909\">Di tengah maraknya pangan cepat saji dan serbuan produk impor, lomba sederhana di Samarinda itu menjadi pengingat: ketahanan pangan tidak harus mewah cukup dimulai dari dapur rumah sendiri. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Ketika pangan instan kian menguasai meja makan masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) justru memilih melawan arus. Lewat program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Kaltim berupaya mengembalikan selera masyarakat kepada bahan pangan lokal yang kian terpinggirkan. Langkah itu diwujudkan dalam Lomba Kreasi Menu B2SA Non Beras dan Non Terigu, yang digelar di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":143149,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[12370],"class_list":["post-143064","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-b2sa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143064","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143064"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143151,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143064\/revisions\/143151"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}