{"id":143268,"date":"2025-10-13T10:04:14","date_gmt":"2025-10-13T02:04:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143268"},"modified":"2025-10-13T10:04:41","modified_gmt":"2025-10-13T02:04:41","slug":"pedagang-resah-anak-ngelem-di-pasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pedagang-resah-anak-ngelem-di-pasar\/","title":{"rendered":"Pedagang Resah Anak Ngelem di Pasar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"84\" data-end=\"370\"><strong>BANJARMASIN<\/strong> \u2013 Keluhan pedagang Pasar Sentra Antasari Banjarmasin semakin keras terdengar. Meski pengelolaan pasar sudah resmi diambil alih Pemerintah Kota Banjarmasin sejak 15 Agustus 2025 dari PT Giri Jaladhi Wana (GJW), perubahan yang dijanjikan belum juga tampak nyata di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"372\" data-end=\"650\">Sejumlah pedagang menilai kondisi pasar masih jauh dari harapan, terutama dalam aspek kebersihan dan ketertiban umum. Bau menyengat dari tumpukan sampah, anak-anak yang ngelem di sekitar area dagang, serta kios-kios kosong di beberapa blok menjadi pemandangan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"652\" data-end=\"964\">\u201cSejak diambil alih, belum ada pengaruhnya,\u201d ujar Rijali, pedagang pakaian di blok tengah, Minggu (12\/10\/2025). Ia menambahkan, banyak kios yang masih dibiarkan kosong, terutama di Blok C dan D. \u201cBanyak toko kosong, dan beberapa sudut pasar juga kumuh. Banyak anak-anak yang ngelem. Harus ditangani,\u201d katanya tegas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"966\" data-end=\"1399\">Keluhan itu bukan tanpa alasan. Meski Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, Muhammad Abdan Syakura, mengklaim pengelolaan sampah kini lebih baik, kenyataannya masih banyak titik kotor dan bau menyengat di area tertentu. \u201cDiperlukan kesadaran kolektif, untuk mewujudkan pasar yang nyaman, aman, dan bersih,\u201d ujarnya (12\/10\/2025). Ia menyebut bahwa Perumda sudah menangani sampah sejak sebelum pengelolaan berpindah dari PT GJW.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1401\" data-end=\"1896\">Direktur Operasional Perumda, Azhar Budi, bahkan menyebut pihaknya sudah mengerahkan sekitar 40 petugas kebersihan untuk bekerja sejak subuh hingga sore. \u201cDulu masyarakat sekitar juga membuang sampah di sini, sehingga volume yang dihasilkan melebihi kapasitas,\u201d ujarnya. Ia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindak fenomena remaja ngelem di area pasar. \u201cKami akan koordinasikan dengan SKPD terkait soal ngelem ini. Pasti akan kami tindak lanjuti,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1898\" data-end=\"2256\">Namun bagi pedagang, janji seperti itu terdengar berulang. Mereka menilai respons pemerintah dan Perumda masih sebatas wacana tanpa hasil konkret. Rijali menyebut pernah mendengar kabar pasar akan direnovasi. \u201cKatanya hendak dikeramik baru lagi, hendak dipasangi AC. Kami belum tahu kebenarannya. Tapi paling utama memang kebersihan dan keamanan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2258\" data-end=\"2677\">Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyatakan pihaknya masih menyusun rencana tata kelola baru. \u201cKami akan segera rapat bersama sejumlah pihak, dan hasilnya segera kami sampaikan kepada pimpinan,\u201d ujarnya (12\/10\/2025). Ia menambahkan, langkah awal Disperdagin adalah perbaikan fasilitas serta penataan ulang lapak dan kios agar jenis dagangan tertata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2679\" data-end=\"3023\">Meski rencana itu tampak menjanjikan, pedagang berharap kali ini pemerintah benar-benar menepati komitmen. Pasar yang dulunya menjadi pusat perdagangan utama kini justru kehilangan daya tarik karena dibiarkan tanpa sentuhan serius. Jika pemerintah lamban, bukan hanya citra pasar yang kotor, tetapi juga kepercayaan pedagang yang kian luntur. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2679\" data-end=\"3023\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJARMASIN \u2013 Keluhan pedagang Pasar Sentra Antasari Banjarmasin semakin keras terdengar. Meski pengelolaan pasar sudah resmi diambil alih Pemerintah Kota Banjarmasin sejak 15 Agustus 2025 dari PT Giri Jaladhi Wana (GJW), perubahan yang dijanjikan belum juga tampak nyata di lapangan. Sejumlah pedagang menilai kondisi pasar masih jauh dari harapan, terutama dalam aspek kebersihan dan ketertiban &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":143269,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2275,2276],"tags":[7964],"class_list":["post-143268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-banjarmasin-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-banjarmasin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143268"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143271,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143268\/revisions\/143271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}