{"id":143352,"date":"2025-10-13T15:15:36","date_gmt":"2025-10-13T07:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143352"},"modified":"2025-10-13T15:15:36","modified_gmt":"2025-10-13T07:15:36","slug":"satwa-langka-ditemukan-di-serambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/satwa-langka-ditemukan-di-serambut\/","title":{"rendered":"Satwa Langka Ditemukan di Serambut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"104\" data-end=\"426\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> \u2013 Dua ekor anak kucing kuwuk, satwa langka yang dilindungi, ditemukan warga Desa Serambut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penemuan ini terjadi ketika warga sedang membersihkan kebun dan tanpa disangka menemukan hewan kecil bermotif tutul tersebut bersembunyi di bawah rimbunan daun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"428\" data-end=\"775\">Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan penemuan satwa bernama latin <em data-start=\"546\" data-end=\"572\">Prionailurus bengalensis<\/em> itu dilakukan oleh seorang warga bernama Kamarudin. \u201cSetelah ditunggu sampai sore, induknya tidak juga datang. Akhirnya dibawa pulang dan sempat dirawat di rumah,\u201d kata Muriansyah, Senin (13\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"777\" data-end=\"1120\">Menurutnya, Kamarudin awalnya mengira kedua hewan itu merupakan anak kucing biasa. Namun setelah beberapa hari, ia mengetahui bahwa jenis tersebut termasuk satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Kamarudin kemudian melapor ke petugas BKSDA melalui seorang warga Samuda yang membantu mengantarkan kedua satwa itu ke pos BKSDA terdekat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1122\" data-end=\"1239\">\u201cKucing itu lalu diserahkan oleh Sulaiman kepada petugas kami. Kondisinya hidup dan tampak sehat,\u201d ujar Muriansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1241\" data-end=\"1519\">Kedua anak kucing kuwuk itu kini diamankan di Pos BKSDA Sampit. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi keduanya dalam keadaan baik, aktif, dan tidak ditemukan luka. Setelah menjalani observasi, kedua satwa tersebut akan direhabilitasi sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1521\" data-end=\"1726\">Muriansyah juga menegaskan bahwa masyarakat tidak diperbolehkan memelihara satwa dilindungi tanpa izin resmi dari pihak berwenang. \u201cKami imbau agar tidak dipelihara, cukup laporkan ke petugas,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1728\" data-end=\"2070\">Kasus ini kembali menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian satwa liar. Banyak warga yang tidak mengetahui bahwa kucing kuwuk merupakan salah satu spesies kucing hutan Asia yang terancam akibat perburuan dan rusaknya habitat. Padahal, keberadaannya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2072\" data-end=\"2375\">BKSDA berharap, penemuan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih peka terhadap keberadaan satwa liar di sekitar mereka. Penyelamatan dua anak kucing kuwuk ini bukan hanya menyelamatkan individu satwa, tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi liar yang kian menurun akibat aktivitas manusia. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2072\" data-end=\"2375\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KOTAWARINGIN TIMUR \u2013 Dua ekor anak kucing kuwuk, satwa langka yang dilindungi, ditemukan warga Desa Serambut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Penemuan ini terjadi ketika warga sedang membersihkan kebun dan tanpa disangka menemukan hewan kecil bermotif tutul tersebut bersembunyi di bawah rimbunan daun. Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":143353,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[8824],"class_list":["post-143352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-kotawaringin-timur"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143354,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143352\/revisions\/143354"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}