{"id":143509,"date":"2025-10-14T16:39:38","date_gmt":"2025-10-14T08:39:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143509"},"modified":"2025-10-14T16:39:38","modified_gmt":"2025-10-14T08:39:38","slug":"mudyatnomics-jurus-berani-hadapi-krisis-anggaran-bagian-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mudyatnomics-jurus-berani-hadapi-krisis-anggaran-bagian-3\/","title":{"rendered":"Mudyatnomics Jurus Berani Hadapi Krisis Anggaran (Bagian 3)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"352\" data-end=\"691\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> &#8211;\u00a0Di tengah banyak daerah menahan langkah akibat keterbatasan anggaran, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru memilih bergerak maju. Bupati H. Mudyat Noor menegaskan bahwa keterbatasan fiskal bukan penghalang, melainkan pemicu lahirnya inovasi pembangunan melalui pendekatan yang ia sebut \u201cMudyatnomics\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"693\" data-end=\"894\">Konsep ini memadukan kolaborasi, efisiensi produktif, dan keberanian bertindak untuk menjaga ritme pembangunan sekaligus memperkuat posisi PPU sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"896\" data-end=\"1334\">Pada (24\/07\/2025), Mudyat bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional\/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Jakarta untuk membahas penyusunan Masterplan PPU yang selaras dengan pembangunan IKN. \u201cKita tidak bisa berjalan sendiri. PPU harus punya arah pembangunan yang jelas, berbasis data dan indikator yang terukur,\u201d kata Rachmat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi pusat-daerah menjadi kunci agar daerah penyangga IKN tidak tertinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1336\" data-end=\"1718\">Bappenas menyatakan dukungan terhadap agenda strategis PPU, mulai dari pengembangan kota pintar, ekonomi hijau berbasis potensi lokal, hingga pariwisata pendukung IKN. Suparman menekankan penguatan SDM lokal sebagai fondasi utama pembangunan. \u201cSDM adalah fondasi. Kita tidak mau hanya jadi penonton dalam pembangunan IKN. Anak-anak muda PPU harus jadi pelaku utama,\u201d tegas Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1720\" data-end=\"2334\">Kepedulian Mudyat juga terlihat dalam sektor pendidikan. Pada (04\/08\/2025), ia melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu\u2019ti, membawa persoalan nyata seperti keterbatasan ruang kelas, fasilitas belajar yang belum memadai, dan distribusi guru yang tidak merata. \u201cKami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap sarana pendidikan di PPU, terutama di wilayah terpencil,\u201d ujarnya. Ia menekankan peningkatan kompetensi guru sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan, dan memastikan anak-anak PPU mendapat pendidikan yang layak dan setara secara nasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2336\" data-end=\"2790\">Selain itu, Mudyat aktif memperjuangkan kepentingan nasional melalui perannya di Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI). Pada (29\/08\/2025), ia memimpin audiensi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Hasil pertemuan itu mencakup pemanfaatan lahan sawit untuk peternakan guna menuju swasembada pangan hewani. \u201cIni bukan sekadar seremoni. Sawit bukan musuh lingkungan, tapi penopang ketahanan pangan dan energi nasional,\u201d tegas Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2792\" data-end=\"3157\">Filosofi efisiensi produktif menjadi pedoman dalam setiap kebijakan. \u201cSetiap rupiah harus punya manfaat langsung bagi masyarakat, baik di bidang kesehatan, pendidikan, maupun ketahanan pangan,\u201d ujar Mudyat. Ia menjelaskan bahwa PPU tidak menunggu bantuan datang, melainkan menjemput peluang dengan konsep dan data yang jelas, sehingga mendapat dukungan pusat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3159\" data-end=\"3530\">Melalui Mudyatnomics, PPU membuktikan bahwa efisiensi anggaran bukan alasan menahan pembangunan, tetapi justru energi untuk berinovasi. Prinsipnya sederhana: bekerja cerdas, bergerak cepat, dan membangun dengan semangat gotong royong. \u201cBagi kami, efisiensi bukan alasan berhenti membangun. Justru ini ujian sejauh mana kita bisa berinovasi untuk rakyat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3532\" data-end=\"3738\">Kini, PPU menjadi contoh bagaimana daerah kecil di pesisir Kalimantan dapat menjadikan efisiensi sebagai energi pembangunan, lahir bukan dari anggaran besar, tapi dari semangat besar untuk terus bergerak. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA &#8211;\u00a0Di tengah banyak daerah menahan langkah akibat keterbatasan anggaran, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru memilih bergerak maju. Bupati H. Mudyat Noor menegaskan bahwa keterbatasan fiskal bukan penghalang, melainkan pemicu lahirnya inovasi pembangunan melalui pendekatan yang ia sebut \u201cMudyatnomics\u201d. Konsep ini memadukan kolaborasi, efisiensi produktif, dan keberanian bertindak untuk menjaga ritme pembangunan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":143612,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6619],"tags":[9516],"class_list":["post-143509","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-opini","tag-mudyat-noor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143509","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143509"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143509\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143613,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143509\/revisions\/143613"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143612"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143509"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143509"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143509"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}