{"id":14365,"date":"2015-08-31T20:54:55","date_gmt":"2015-08-31T12:54:55","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14365"},"modified":"2015-08-31T20:54:55","modified_gmt":"2015-08-31T12:54:55","slug":"dewan-ingatkan-pemerintah-agar-perhatikan-kualitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dewan-ingatkan-pemerintah-agar-perhatikan-kualitas\/","title":{"rendered":"Dewan Ingatkan Pemerintah Agar Perhatikan Kualitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Banyaknya hasil pembangunan fisik yang rusak tak lama setelah dibangun, membuat Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Rudiansyah perlu mengingatkan pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kualitas ketimbang kuantitas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14369\" aria-describedby=\"caption-attachment-14369\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Rudiansyah-meninjau-proyek.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14369\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Rudiansyah-meninjau-proyek.jpg\" alt=\"Rudiansyah meninjau proyek\" width=\"750\" height=\"501\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14369\" class=\"wp-caption-text\">Rudiansyah, Wakil Ketua DPRD Kukar saat meninjau salah satu bangunan sekolah dasar.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Kualitas yang dimaksud yakni pembangunan infrastruktur, baik jalan bangunan sekolah sampai dengan tempat-tempat fasilitas publik termasuk tempat ibadah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKami minta kepada pemerintah jangan hanya mengejar kuantitas, dengan membangun akses jalan semenisasi, namun belum berumur satu tahun sudah rusak parah,\u201d kata Rudiansyah kepada wartawan, Senin (31\/8).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rudiansyah menyebutkan, jika ditelisik sesuai dengan draft dan kajian yang ada, proyek semenisasi jalan bisa dinikmati warga selama empat tahun bahkan lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cUntuk normalnya empat tahun itu <em>maintenance<\/em>. Empat tahun itu baru terkelupas sedikit, bisa kita ambil contoh seharusnya pembangunan infrastruktur jalan itu seperti jalur dua Tenggarong Seberang-Samarinda yang sampai hari ini benar-benar berkualitas baik,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rudiansyah memaparkan target seharusnya pembangunan infrastruktur jalan bertahan minimal berusia 10 tahun dan inilah yang seharusnya dilakukan pemerintah terhadap seluruh akses jalan yang dikerjakan di Kukar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cJadi jika kualitas yang kita utamakan, maka kita tidak perlu membangun jalan lagi, dan anggaran pemerintah yang diperuntukkan kemaslahatan umat bisa benar-benar terasa manfaatnya. Pembangunan di Tenggarong ini belum ada yang prioritas termasuk Jalan Diponegoro dan Jalan Ahmad Dahlan,\u201d papar Rudiansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia menegaskan agar jalan prioritas yang seharusnya di bangun secara kualitas baik adalah jalan-jalan penghubung desa dan antar kecamatan. \u201cYang prioritas ini adalah jalan penghubung desa karena target pemerintah itu RPJMD-nya menghubungkan desa ke desa ke kecamatan,\u201d tegasnya. [] Advetorial<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Banyaknya hasil pembangunan fisik yang rusak tak lama setelah dibangun, membuat Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) H Rudiansyah perlu mengingatkan pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kualitas ketimbang kuantitas. Kualitas yang dimaksud yakni pembangunan infrastruktur, baik jalan bangunan sekolah sampai dengan tempat-tempat fasilitas publik termasuk tempat ibadah. \u201cKami minta kepada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14369,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[1749,692,567,1750],"class_list":["post-14365","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-bangunan-rusak","tag-jalan-rusak","tag-proyek-bermasalah","tag-rudiansyah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14365\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}