{"id":14371,"date":"2015-08-27T23:31:13","date_gmt":"2015-08-27T15:31:13","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14371"},"modified":"2015-08-27T23:31:13","modified_gmt":"2015-08-27T15:31:13","slug":"silpa-besar-berarti-perencanaan-kurang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/silpa-besar-berarti-perencanaan-kurang-baik\/","title":{"rendered":"Silpa Besar Berarti Perencanaan Kurang Baik"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_14373\" aria-describedby=\"caption-attachment-14373\" style=\"width: 99px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Salehudin.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14373\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Salehudin.jpg\" alt=\"Salehudin, Ketua Komisi III DPRD Kukar\" width=\"99\" height=\"135\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14373\" class=\"wp-caption-text\">Salehudin, Ketua Komisi III DPRD Kukar<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2015 ini mendapatkan nilai minus menurut kaca mata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, H. Salehudin.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Menurut dia, dalam hal <em>budgeting<\/em>, pihak eksekutif masih belum punya perencanaan yang baik. Itu dibuktikan dengan disepakati dan disahkannya <span class=\"st\">Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah (KUPA) \u2013 Prioritas Plafon dan Anggaran Sementara (PPAS) APBDP Tahun 2015.<br \/>\n<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada tahun 2015 ini tak jauh beda dengan Silpa tahun 2014, yakni sebesar 1,4 triliun. \u201cKalau terjadi Silpa apalagi persentasinya melebihi standarnya artinya menggambarkan menunjukkan suatu perencanaan yang tidak baik,\u201d kata Salehudin saat ditemui wartawan, Kamis (27\/8).<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Saleh menyebut, seharusnya seluruh SKPD yang ada dan pemerintah daerah dalam hal ini tim TAPD belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya. \u201cSeperti hari ini saja, baru tadi malam kita terima KUPA PPAS. Hari ini disuruh minta pandangan fraksi. Saya mau tanya, manusia mana yang bisa menghitung APBD yang sebesar itu dengan jumlah penduduk Kukar yang lebih dari 500 ribu dalam waktu 10 jam, untuk mempertanggung jawabkan beban dan tugas wewenangnya,\u201d sebutnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Diuraikannya, 10 jam itu dengan asumsi tidak tidur, karena paripurna baru selesai jam 12 malam, kalau jam 10 pagi dilaporkan, berarti tidak tidur 10 jam. &#8220;Dan seandainya tidur normal, bangun jam tujuh, otomatis hanya dua jam,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_14372\" aria-describedby=\"caption-attachment-14372\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Paripurna-ke-9.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14372\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Paripurna-ke-9.jpg\" alt=\"Paripurna ke-9\" width=\"750\" height=\"501\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14372\" class=\"wp-caption-text\">Perwakilan Fraksi Golkar Abdul Rasid saat membacakan tanggapan fraksi terkait KUPA-PPAS perubahan tahun angggaran 2015.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pembahasan KUPA PPAS terkesan dipaksakan dan menyayangkan draft salinan APBD hanya diberikan kepada ketua fraksi. \u201cIronisnya lagi hanya ketua fraksi yang diberi, seharusnya ke 45 anggota berhak dikasih. Sudahlah saat ini Kukar paling disorot, saya minta dengan kelemahan kerendahan hati hargailah DPRD ini, hormatilah lembaga ini, dan hargailah wewenang kami. Selaku umat beragama tanggung jawab kami tidak hanya sampai di sini, berimplikasi hukum dan tidak dapat kepercayaan rakyat serta berimplikasi pada pertanggungjawaban mati,\u201d paparnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Sementara pada saat digelarnya Paripurna ke-9 dengan agenda pembahasan KUPA dan PPAS pada Senin malam (24\/8) sekitar pukul 20.00 Wita, acara dilanjutkan dengan <\/span><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Paripurna ke-10 dengan agenda penyampaian nota penjelasan tujuh Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) Inisiatif DPRD Kukar. Sehari setelahnya, Selasa <\/span><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">(25\/8) anggota DPRD kembali menggelar Paripurna ke-11 dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap KUPA PPAS APBDP 2015. <\/span><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Sementara persetujuan KUPA PPAS APBDP 2015 digelar Kamis (26\/8). [] Advetorial <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Pengelolaan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2015 ini mendapatkan nilai minus menurut kaca mata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, H. Salehudin. Menurut dia, dalam hal budgeting, pihak eksekutif masih belum punya perencanaan yang baik. Itu dibuktikan dengan disepakati dan disahkannya Kebijakan Umum Perubahan Anggaran &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14372,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[1751,1752,1753],"class_list":["post-14371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-apbdp-kukar-2015","tag-kupa-ppas","tag-silpa-kukar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14371","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14371"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14371\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}