{"id":143754,"date":"2025-10-15T13:52:41","date_gmt":"2025-10-15T05:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=143754"},"modified":"2026-01-28T15:02:11","modified_gmt":"2026-01-28T07:02:11","slug":"trotoar-jadi-pasar-satpol-pp-paser-bertindak-tegas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/trotoar-jadi-pasar-satpol-pp-paser-bertindak-tegas\/","title":{"rendered":"Trotoar Jadi Pasar, Satpol PP Paser Bertindak Tegas!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PASER<\/strong> \u2013 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kios yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Penertiban dilakukan di dua lokasi, yakni sepanjang Jalan Yos Sudarso dan Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di depan RSUD Panglima Sebaya, Selasa (14\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satpol PP Kabupaten Paser, Muhammad Guntur, mengatakan pihaknya sudah berulang kali memberikan teguran, baik lisan maupun tertulis, kepada para pedagang agar tidak menggunakan trotoar untuk berdagang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"908\" data-end=\"1142\">\u201cKami sudah beri teguran lisan maupun tertulis kepada pedagang sebelumnya, tapi tidak dihiraukan. Makanya hari ini kami lakukan penertiban bersama pihak terkait, dan ini sudah sesuai SOP (standar operasional prosedur),\u201d terang Guntur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, para pedagang seharusnya memahami fungsi utama trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan untuk berjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1278\" data-end=\"1407\">\u201cFungsi utama dari trotoar ini untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang. Kami minta pedagang dapat memahami hal ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan yang melibatkan personel kepolisian, TNI, dan pihak terkait lainnya itu, Satpol PP masih menemukan sejumlah pelanggaran. Beberapa kios diketahui memiliki atap dagangan yang menjorok hingga menutupi trotoar. Selain itu, masih banyak spanduk, banner, dan terpal yang dipasang di atas jalur pejalan kaki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1729\" data-end=\"1905\">\u201cJadi kios pedagang yang melanggar langsung dieksekusi, atap yang menutupi trotoar kami potong. Begitupun spanduk, banner, dan terpal milik pedagang juga dibongkar,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain menertibkan kios, petugas juga mengamankan beberapa unit sepeda motor yang dijual dengan memanfaatkan trotoar sebagai tempat pamer. Motor-motor tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diamankan sementara waktu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2139\" data-end=\"2341\">\u201cKalau mau diambil, bisa langsung datang ke kantor Satpol PP. Kami juga sudah melakukan penertiban PKL yang berjualan di depan area rumah sakit, sebagaimana permintaan dari pihak terkait,\u201d jelas Guntur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, penertiban seperti ini tidak akan berhenti sampai di sini, melainkan akan terus dilakukan sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2502\" data-end=\"2636\">\u201cIni bukan yang terakhir. Penertiban akan terus kami lakukan jika mendapati adanya pedagang yang melanggar ketentuan,\u201d pungkasnya. []\n<p data-start=\"2502\" data-end=\"2636\">Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PASER \u2013 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kios yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Penertiban dilakukan di dua lokasi, yakni sepanjang Jalan Yos Sudarso dan Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di depan RSUD Panglima Sebaya, Selasa (14\/10\/2025). Kepala Satpol PP Kabupaten Paser, Muhammad Guntur, mengatakan pihaknya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":143755,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,14432],"tags":[],"class_list":["post-143754","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-pemkab-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=143754"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":143756,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/143754\/revisions\/143756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/143755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=143754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=143754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=143754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}