{"id":14412,"date":"2015-09-16T15:08:48","date_gmt":"2015-09-16T07:08:48","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14412"},"modified":"2015-09-16T15:08:48","modified_gmt":"2015-09-16T07:08:48","slug":"7-raperda-usulan-dprd-ditanggapi-pemkab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/7-raperda-usulan-dprd-ditanggapi-pemkab\/","title":{"rendered":"7 Raperda Usulan DPRD Ditanggapi Pemkab"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/chairil-nota-penjelasan.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-14414\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/chairil-nota-penjelasan.jpg\" alt=\"chairil nota penjelasan\" width=\"750\" height=\"501\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Akhir Agustus lalu menjadi penutup agenda pada masa sidang III. Kini Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah memasuki masa sidang I.\u00a0 Ada tujuh rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan dibahas pada masa sidang I ini. Penyampaian tujuh raperda sudah dilakukan pada rapat Paripurna ke-10 masa sidang III pada akhir Agustus lalu. Dan masa sidang I dilanjutkan dengan tanggapan dari pemerintah daerah (pemda) terhadap tujuh raperda tersebut. <\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_14413\" aria-describedby=\"caption-attachment-14413\" style=\"width: 133px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Kamaruddin-Abtami.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14413\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Kamaruddin-Abtami.jpg\" alt=\"Kamaruddin Abtami\" width=\"133\" height=\"181\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14413\" class=\"wp-caption-text\">Kamaruddin Abtami<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 14pt;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif\">Adapun ketujuh raperda yang akan diberikan tanggapannya oleh pemda itu adalah Raperda Perlindungan Konsumen, Raperda Kawasan Jalur Hijau, Raperda Perencanaan Induk Pembangunan RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti Tahun 2013-2023, Raperda Pelestarian Adat Istiadat, Raperda Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang, Perubahan Raperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), dan Raperda Kemitraan Pelaku Usaha dengan Pelaku Olahraga Profesional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Di ruang Rapat Paripurna, Senin (14\/9\/2015), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melalui Penjabat Bupati Chairil Anwar membacakan nota penjelasan Kepala Dearah Terhadap Tujuh Raperda Inisiatif DPRD tersebut. Ada beberapa yang menjadi masukan, di antaranya adalah Raperda tentang Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Menurut Pemda, Raperda tersebut patut dikonsultasikan ke Pemerintah Pusat. Dikhawatirkan raperda itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. \u201cKarena masalah pertambangan dalam UU Pemerintah Daerah telah dilimpahkan kepada pemerintah provinsi,\u201d kata Chairil Anwar dalam penyampaian nota penjelasannya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 14pt;font-family: Arial,Helvetica,sans-serif\">Terpisah, <\/span><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (BPPD), Kamaruddin Abtami mengatakan, dari ketujuh raperda yang dibahas pada masa sidang I, ada empat raperda yang harus diperjuangkan untuk dibahas serta ditindaklanjuti secara intens.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\"> \u201cDari tujuh raperda yang diinisiatif oleh DPRD, Raperda Perlindungan Konsumen, pemerintah setuju dan penting untuk dilaksanakan,\u201d kata Kamaruddin kepada awak media.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\"> Dalam tanggapan yang disampaikan pemerintah, menyebutkan bahwa Raperda tentang Kawasan Jalur Hijau perlu diselesaikan dulu persoalan detail terkait tata ruang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">\u201cSehingga nanti bukan lagi kawasan jalur hijau tetapi raperda ruang terbuka hijau. Terlebih dahulu diselesaikan turunan dari RTRW,\u201d ucap Kamaruddin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Terkait Raperda Perencanaan Induk Pembangunan RSU Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Tahun 2013-2023, Kamarudin berpendapat beberapa perubahan substansi. \u201cAda perubahan substansi di dalamnya dan tidak perlu dibuat adanya perda,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\"> \u201cKemudian Raperda Pelestarian Adat Isti Adat sudah ada Perda Nomor 7 Tahun 2000 yang mengatur itu, kemudian dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, juga mengatur tentang kelembagaan adat di desa, jadi tidak perlu inisitif raperda ini lagi,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Sedangkan Raperda Reklamasi dan Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang, lebih mengatur pada luasan wilayah yang ditambang. \u201cKalau UU 23 \u2018kan hanya persoalan perizinannya yang beralih tidak lagi di pemkab tapi ke pemprov, sehingga DPRD tetap mendorong Raperda ini untuk dibahas dan dilanjutkan,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">Untuk Raperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), BPPD menekankan adanya reward dan punishment yang jelas terhadap perusahaan. \u201cTerkait Raperda Kemitraan Pelaku Usaha dengan Pelaku Olahraga Profesional, bagaiman ke depan perusahaan di Kukar berkontribusi kepada pelaku usaha dan pelaku olahraga. Misalkan atlet kita yang juara PON dan juga terkait ikon sepak bola kita Mitra Kukar, ini penting,\u201d tegasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;font-size: 14pt\">\u201cJadi dari tujuh, tiga raperda kita hold (tahan. Red) dulu, liat perkembangan ke depan tapi empat raperda wajib untuk dimasukkan dan empat raperda yang kemungkinan akan dibentuk Pansus-nya,\u201d pungkasnya. [] Advetorial<br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Akhir Agustus lalu menjadi penutup agenda pada masa sidang III. Kini Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah memasuki masa sidang I.\u00a0 Ada tujuh rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan dibahas pada masa sidang I ini. Penyampaian tujuh raperda sudah dilakukan pada rapat Paripurna ke-10 masa sidang III pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14414,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[1778,1779,1780,1781,1782],"class_list":["post-14412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-pasca-tambang","tag-raperda","tag-raperda-inisiatif","tag-reklamasi","tag-uu-23"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14412"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14412\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}