{"id":14470,"date":"2015-11-06T23:47:51","date_gmt":"2015-11-06T15:47:51","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14470"},"modified":"2015-11-06T23:47:51","modified_gmt":"2015-11-06T15:47:51","slug":"umg-rencanakan-pemulihan-lahan-eks-peti-pada-2016","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/umg-rencanakan-pemulihan-lahan-eks-peti-pada-2016\/","title":{"rendered":"UMG Rencanakan Pemulihan Lahan Eks Peti"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/20141006PETI.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14471 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/20141006PETI.jpg\" alt=\"20141006PETI\" width=\"600\" height=\"400\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>SINGKAWANG<\/strong> &#8211; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) merencanakan pemulihan (reklamasi) lahan eks Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Rencana pemulihan itu akan kita mulai pada 2016,&#8221; kata Staf Direktorat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari Bagian Pemulihan, Kerusakan Lahan Akses Terbuka (PKLAT) Abdul Latif saat berkunjung ke Singkawang, Jumat (06\/11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebelum dilakukan pemulihan, pihaknya akan mengambil sample air dan tanah di lahan eks PETI yang akan dilakukan pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pihaknya sedang melakukan proses inventarisasi dan perizinan lahan. Berdasarkan data terakhir inventarisasi yang dilakukan, katanya, sedikitnya ada empat kelurahan lahan eks PETI yang akan dilakukan pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Antara lain Kelurahan Sagatani ada empat titik dengan luas 294 hektare, Kelurahan Pajintan ada lima titik dengan luas 297 hektare, Kelurahan Roban ada satu titik dengan luas 20 hektar e dan Kelurahan Sedau ada enam titik dengan luas 468 hektare.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Jadi khusus di Singkawang totalnya ada 1.079 hektare,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sutomo dari UGM menyatakan berbicara soal pelestarian lingkungan hidup tentu ada kerusakan-kerusakan lingkungan sehingga perlu dilakukan reklamasi sebagai pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Salah satu yang mengundang kerusakan-kerusakan lingkungan hidup adalah pertambangan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun upaya untuk melakukan pemulihan seolah-olah ada dilemat. &#8220;Jadi apa yang terkesan dilematis itulah kita upayakan untuk menjadi tidak sehingga menciptakan pertambangan yang ramah lingkungan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana menjadikan pertambangan itu dari, oleh dan untuk masyarakat. Sehingga bisa memberikan peluang sebesar-besarnya kepada masyarakat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Jangan sampai terkesan, Kapal Pecah Hiu Yang Kenyang,&#8221; ujarnya. []ANT<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SINGKAWANG &#8211; Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) merencanakan pemulihan (reklamasi) lahan eks Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, pada 2016. &#8220;Rencana pemulihan itu akan kita mulai pada 2016,&#8221; kata Staf Direktorat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari Bagian Pemulihan, Kerusakan Lahan Akses Terbuka (PKLAT) Abdul Latif &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14471,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,39],"tags":[4455,4456],"class_list":["post-14470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-singkawang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-lahan-eks-peti","tag-umg"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14470\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}