{"id":144719,"date":"2025-10-19T09:47:37","date_gmt":"2025-10-19T01:47:37","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=144719"},"modified":"2025-10-19T09:47:37","modified_gmt":"2025-10-19T01:47:37","slug":"razia-satpol-pp-hst-ungkap-pengemis-bermodus-amal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/razia-satpol-pp-hst-ungkap-pengemis-bermodus-amal\/","title":{"rendered":"Razia Satpol PP HST Ungkap Pengemis Bermodus Amal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>HULU SUNGAI TENGAH <\/b>\u2013 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menertibkan sejumlah pengemis dan anak punk setelah menerima laporan warga terkait aktivitas mereka yang meresahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penertiban berlangsung di dua lokasi, yakni Pasar Keramat dan Pasar Murakata Barabai, pada Sabtu (18\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP HST, Sahalludin, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai keberadaan gelandangan, pengemis, dan anak punk yang sering meminta uang kepada warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBukan sekadar razia pengemis dan anak punk, kami juga mengungkap modus baru dengan dalih minta sumbangan mesjid,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan tujuh orang, terdiri atas tiga anak punk dan empat pengemis, dua di antaranya diketahui merupakan warga luar daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBahkan ada yang membawa 300 amplop sumbangan mesjid dengan sistem bagi hasil, kisaran 30 persen,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil pemeriksaan, hanya satu orang yang mampu menunjukkan surat tugas resmi dari pihak masjid. Sementara enam lainnya diduga melakukan pungutan tanpa izin dan memanfaatkan kedok amal untuk mendapatkan uang dari masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasi Penegakan, Pembinaan, dan Pengawasan Satpol PP HST, Adi Yuspa, menegaskan bahwa operasi ini tidak bersifat represif, melainkan bertujuan memberi pembinaan agar para pelaku tidak kembali ke jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami melakukan pendekatan humanis, karena ada yang masih muda juga, jadi sedikit diberi motivasi agar dapat berubah dan diminta menandatangani surat pernyataan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satpol PP HST juga berencana memperluas langkah pencegahan dengan melakukan patroli rutin ke sejumlah kafe dan tempat tongkrongan anak muda. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya modus baru mengemis di ruang publik yang bisa mengganggu ketertiban umum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin memastikan ruang publik tetap aman, bersih, dan tertib dari aktivitas yang tidak sesuai aturan,\u201d tutup Adi Yuspa. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HULU SUNGAI TENGAH \u2013 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menertibkan sejumlah pengemis dan anak punk setelah menerima laporan warga terkait aktivitas mereka yang meresahkan. Penertiban berlangsung di dua lokasi, yakni Pasar Keramat dan Pasar Murakata Barabai, pada Sabtu (18\/10\/2025). Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP HST, Sahalludin, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":144720,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,2297,2276],"tags":[],"class_list":["post-144719","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-kabupaten-hulu-sungai-tengah-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144719","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144719"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144719\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":144721,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144719\/revisions\/144721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/144720"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144719"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144719"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144719"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}