{"id":144756,"date":"2025-10-19T13:35:05","date_gmt":"2025-10-19T05:35:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=144756"},"modified":"2025-10-19T13:35:05","modified_gmt":"2025-10-19T05:35:05","slug":"179-jiwa-kehilangan-tempat-hidup-di-pasar-pelangi-malinau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/179-jiwa-kehilangan-tempat-hidup-di-pasar-pelangi-malinau\/","title":{"rendered":"179 Jiwa Kehilangan Tempat Hidup di Pasar Pelangi Malinau"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MALINAU <\/strong>\u2013 Aktivitas ekonomi di Pasar Pelangi, Malinau Kota, lumpuh total pasca kebakaran besar yang menghanguskan puluhan kios dan rumah warga, Sabtu (18\/10\/2025). Sebanyak 49 kepala keluarga dengan total 179 jiwa terdampak akibat musibah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasar yang menjadi pusat perputaran kebutuhan harian warga ini tidak bisa beroperasi karena sebagian besar pedagang kehilangan lapak dan barang dagangan. Musibah ini terjadi di tengah semarak perayaan Irau Malinau, momen peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kini tengah merangkum data resmi terkait jumlah kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1069\" data-end=\"1245\">\u201cKami menyampaikan duka dan keprihatinan atas musibah ini. Untuk sementara ini kita fokus dulu pada penanganan kepada korban terdampak,\u201d ujar salah satu pejabat Pemkab Malinau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Camat Malinau Kota, Muhamad Yusuf, menjelaskan, pemerintah kecamatan bersama relawan langsung mendirikan posko penanganan darurat di depan area Pasar Pelangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1417\" data-end=\"1528\">\u201cPosko ini menjadi pusat koordinasi bantuan dan informasi bagi warga terdampak,\u201d ungkapnya, Sabtu (18\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posko tersebut melibatkan Tagana, PMI, BPBD, dan berbagai unsur instansi terkait. Upaya pemulihan pascakebakaran difokuskan pada pendataan korban dan pemetaan skala dampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua RT 6 Malinau Kota, Heriyanto, menyebut pendataan dilakukan secara menyeluruh terhadap warga dan pedagang yang terdampak. Data tersebut menjadi dasar untuk distribusi bantuan serta perencanaan pemulihan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1932\" data-end=\"2021\">\u201cPendataan dilakukan secara berjenjang dari tingkat RT, desa, hingga kecamatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil pendataan, skala dampak dibagi menjadi tiga zona: bagian luar pasar, bagian depan, dan bagian dalam yang menjadi titik terparah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebanyak 13 kepala keluarga atau 50 jiwa pedagang dalam menjadi kelompok terdampak terbesar karena berada di pusat kobaran api. Selain itu, 6 kepala keluarga atau 18 jiwa kehilangan rumah dan tidak memiliki tempat tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok pedagang sayur dan ikan juga terkena imbas dengan total 14 kepala keluarga atau 57 jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya penanganan terus dilakukan oleh pemerintah daerah dibantu relawan dan masyarakat sekitar. Warga berharap agar pemerintah segera menyiapkan solusi pemulihan dan relokasi bagi pedagang agar aktivitas ekonomi segera kembali berjalan. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALINAU \u2013 Aktivitas ekonomi di Pasar Pelangi, Malinau Kota, lumpuh total pasca kebakaran besar yang menghanguskan puluhan kios dan rumah warga, Sabtu (18\/10\/2025). Sebanyak 49 kepala keluarga dengan total 179 jiwa terdampak akibat musibah tersebut. Pasar yang menjadi pusat perputaran kebutuhan harian warga ini tidak bisa beroperasi karena sebagian besar pedagang kehilangan lapak dan barang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":144757,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2291],"tags":[],"class_list":["post-144756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-malinau-provinsi-kalimantan-utara"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":144758,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144756\/revisions\/144758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/144757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}