{"id":144882,"date":"2025-10-20T10:59:17","date_gmt":"2025-10-20T02:59:17","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=144882"},"modified":"2025-10-20T10:59:35","modified_gmt":"2025-10-20T02:59:35","slug":"rengginang-yani-jaya-tetap-eksis-sejak-2009","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rengginang-yani-jaya-tetap-eksis-sejak-2009\/","title":{"rendered":"Rengginang Yani Jaya Tetap Eksis Sejak 2009"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"211\" data-end=\"595\"><strong data-start=\"211\" data-end=\"224\">SAMARINDA<\/strong> \u2013 Di tengah persaingan produk makanan ringan modern, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) \u201cYani Jaya\u201d asal Samarinda tetap teguh mempertahankan eksistensinya dengan produk rengginang khas berbahan dasar beras ketan. Berdiri sejak 2009, usaha keluarga ini kini dikelola oleh generasi kedua, Ahmad Ridwan, yang melanjutkan cita rasa warisan sang ibu pendiri, Indrariyani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"597\" data-end=\"932\">\u201cMulai menjual rengginang tahun 2009, karena orang tua berasal dari Pulau Jawa dan melihat di Samarinda tidak ada yang menjual, jadi mencoba membuat lalu dipasarkan dan saya penerusnya,\u201d ujar Ridwan kepada media ini saat ditemui di rumah produksinya, Jalan Sejati Blok B RT 12, Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda, Minggu (19\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"934\" data-end=\"1278\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-145008 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-19_21-48-30-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-19_21-48-30-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-19_21-48-30-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-19_21-48-30-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-19_21-48-30.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Rengginang buatan Yani Jaya dikenal karena kerenyahan dan rasa gurihnya yang khas. Saat ini, produk tersebut tersedia dalam dua varian rasa favorit, yakni terasi dan bawang. Keduanya dikemas dalam dua ukuran, masing-masing 180 gram seharga Rp17.000 dan 240 gram seharga Rp24.000. Harga berlaku untuk pembelian langsung dari tempat produksi. \u201cAda dua kemasannya, yang 180 gram harga Rp17 ribu kemasan kecil dan ukuran 240 gram harga Rp24.000 itu harga pabriknya,\u201d kata Ridwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1418\" data-end=\"1647\">Selain penjualan langsung, produk Yani Jaya juga telah menjangkau pasar daring dan ritel modern. Meskipun belum terlalu aktif di e-commerce, seperti Shopee, pemasaran terus diperluas ke toko-toko dan supermarket di Samarinda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1649\" data-end=\"1825\">\u201cKami untuk pemasaran sendiri ini sudah ada di toko-toko dan untuk di online cuma tidak terlalu aktif yakni Shopee, belum kami gunakan karena beberapa kendala,\u201d jelas Ridwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1827\" data-end=\"2021\">Konsistensi menjaga cita rasa menjadi kunci keberhasilan usaha ini. Proses produksi dilakukan dengan bahan alami tanpa pengawet, meski kerap menghadapi tantangan cuaca dalam tahap pengeringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2023\" data-end=\"2272\">Ridwan menegaskan, upaya mempertahankan kualitas akan terus ia jaga agar pelanggan tetap percaya dan setia. Lebih dari itu, ia juga bertekad mengembangkan produk agar semakin dikenal di pasar nasional melalui strategi digital dan peningkatan mutu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2274\" data-end=\"2439\">\u201cKami ingin usaha ini bukan hanya bertahan, tapi juga tumbuh. Saya berharap bisa meningkatkan kualitas produk agar semakin diminati masyarakat luas,\u201d tutup Ridwan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2441\" data-end=\"2646\">UMKM Yani Jaya menjadi bukti bahwa ketekunan dan komitmen menjaga kualitas mampu membuat produk lokal bertahan di tengah derasnya arus modernisasi dan persaingan industri makanan ringan di era digital.\u00a0 []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Di tengah persaingan produk makanan ringan modern, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) \u201cYani Jaya\u201d asal Samarinda tetap teguh mempertahankan eksistensinya dengan produk rengginang khas berbahan dasar beras ketan. Berdiri sejak 2009, usaha keluarga ini kini dikelola oleh generasi kedua, Ahmad Ridwan, yang melanjutkan cita rasa warisan sang ibu pendiri, Indrariyani. \u201cMulai menjual rengginang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":145007,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[433],"class_list":["post-144882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-umkm"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144882"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145009,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144882\/revisions\/145009"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}