{"id":144984,"date":"2025-10-20T09:55:20","date_gmt":"2025-10-20T01:55:20","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=144984"},"modified":"2025-10-20T09:55:20","modified_gmt":"2025-10-20T01:55:20","slug":"api-tak-pernah-padam-di-kapuas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-tak-pernah-padam-di-kapuas\/","title":{"rendered":"Api Tak Pernah Padam di Kapuas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"434\" data-end=\"749\"><strong>KAPUAS<\/strong> \u2013 Alih-alih menurun, angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas justru menunjukkan betapa lemahnya pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat daerah. Kecamatan Mantangai menjadi contoh paling nyata: wilayah terluas ini kembali menjadi titik panas utama di Kalimantan Tengah tahun 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"751\" data-end=\"1077\">Data dari SiPongi dan Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalteng mencatat, total kebakaran di Kapuas mencapai 457,11 hektare, menjadikannya daerah dengan lahan terbakar terluas di provinsi ini. Ironisnya, sebagian besar terjadi di wilayah bergambut yang seharusnya sudah menjadi fokus mitigasi sejak bertahun-tahun lalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1079\" data-end=\"1204\">Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengakui bahwa kebakaran terbesar terjadi di Kecamatan Mantangai. \u201cTertinggi di Kecamatan Mantangai seluas 132,69 hektare, disusul Kecamatan Dadahup 62,9 hektare, dan Kapuas Murung 44 hektare,\u201d jelasnya, Minggu (19\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1405\" data-end=\"1526\">Ia menjelaskan bahwa struktur tanah di Mantangai yang hampir seluruhnya bergambut membuat kebakaran sulit dikendalikan. \u201cMantangai adalah wilayah terluas di Kabupaten Kapuas dan struktur tanahnya hampir seluruhnya bergambut, sehingga jika terjadi kebakaran sulit terpantau dan apinya menjalar di lapisan tanah bergambut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1743\" data-end=\"1905\">Namun, di balik penjelasan teknis itu, publik mulai mempertanyakan: sampai kapan alasan klasik seperti \u201cakses sulit\u201d dan \u201cminim sumber air\u201d terus menjadi dalih? \u201cKita kesulitan menuju lokasi karena tidak ada akses darat. Sumber air juga sangat sulit didapatkan. Bayangkan kalau ada kebakaran, kita harus melewati beberapa kabupaten untuk menuju lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2113\" data-end=\"2428\">Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan karhutla di Kapuas bukan hanya soal alam, tetapi juga soal kebijakan dan kesiapan infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. Tanpa jalur akses permanen, tanpa titik air strategis, dan dengan sumber daya terbatas, kebakaran nyaris tak terelakkan setiap musim kemarau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2430\" data-end=\"2573\">Meski BPBD berencana memperkuat sinergi lintas sektor dan menggencarkan sosialisasi, langkah itu terdengar seperti pengulangan janji tahunan. \u201cMaka tahun depan, kita perkuat sinergi, kerja sama, dan koordinasi di tiga kecamatan tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2685\" data-end=\"3014\">Masyarakat setempat tentu berharap bukan hanya sinergi di atas kertas, melainkan tindakan konkret\u00a0 membangun kanal penahan api, pos pemantauan tetap, dan sistem tanggap darurat yang siap siaga sebelum asap mengepung. Tanpa itu semua, setiap tahun Kapuas hanya akan mengulang kisah yang sama: terbakar, menyesal, lalu berjanji. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2685\" data-end=\"3014\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAPUAS \u2013 Alih-alih menurun, angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas justru menunjukkan betapa lemahnya pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat daerah. Kecamatan Mantangai menjadi contoh paling nyata: wilayah terluas ini kembali menjadi titik panas utama di Kalimantan Tengah tahun 2025. Data dari SiPongi dan Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalteng mencatat, total kebakaran di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":144985,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,9195],"tags":[6015],"class_list":["post-144984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kapuas","tag-kapuas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=144984"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":144986,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/144984\/revisions\/144986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/144985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=144984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=144984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=144984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}