{"id":145167,"date":"2025-10-21T09:55:51","date_gmt":"2025-10-21T01:55:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145167"},"modified":"2025-10-21T09:55:51","modified_gmt":"2025-10-21T01:55:51","slug":"heboh-pria-lompat-ke-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/heboh-pria-lompat-ke-laut\/","title":{"rendered":"Heboh Pria Lompat ke Laut"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"429\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Seorang pria berinisial R nyaris kehilangan nyawa setelah nekat melompat ke laut di Dermaga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada Senin (20\/10\/2025). Polisi menyebut R diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan mental dan minimnya fasilitas penanganan ODGJ di wilayah terpencil seperti Kepulauan Seribu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"431\" data-end=\"750\">Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Arga Dija Putra menjelaskan, R melompat ke laut tanpa alasan yang jelas di area tempat kapal bersandar. \u201cKorban berhasil diselamatkan oleh anggota kepolisian Polsek Kepulauan Seribu Utara yang menerima laporan dan dievakuasi dan dikembalikan ke pihak keluarganya,\u201d kata Arga di Jakarta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"752\" data-end=\"1033\">Menurut keterangan warga, R sempat diteriaki agar naik kembali ke dermaga, namun ia tidak menggubris. \u201cAwal kejadian ditegur warga, tapi korban tidak mau naik ke atas dermaga,\u201d ujar Arga. Sekitar pukul 13.30 WIB, warga akhirnya melapor ke polisi karena khawatir nyawa R terancam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1035\" data-end=\"1379\">Petugas Polsek Kepulauan Seribu Utara segera mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi. \u201cDermaga tempat kapal bersandar, kami langsung merapat cek lokasi,\u201d tutur Arga. Sesampainya di tempat kejadian, R masih berada di laut dan berusaha menolak pertolongan. Polisi akhirnya berhasil mengangkatnya ke atas dermaga dan membawanya pulang ke rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1381\" data-end=\"1688\">Meski berakhir selamat, peristiwa ini mengungkap persoalan yang lebih dalam: ketidakseriusan pemerintah dalam menyediakan fasilitas kesehatan mental di kawasan pulau-pulau kecil. Warga Kepulauan Seribu kerap menghadapi kesulitan mendapatkan layanan medis dasar, apalagi layanan psikologis atau psikiatris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1690\" data-end=\"2036\">Polisi memang cepat bertindak, tetapi jika penanganan kesehatan jiwa terus diabaikan, kasus serupa bisa terulang. Arga pun mengimbau agar keluarga lebih memperhatikan kondisi R dan masyarakat segera melapor jika ada warga yang menunjukkan perilaku serupa. \u201cKami juga terus mengimbau warga agar segera melapor jika ada kejadian serupa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2038\" data-end=\"2353\">Namun, seruan moral tanpa solusi struktural hanya menambal luka di permukaan. Pemerintah DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan seharusnya tidak sekadar menunggu laporan warga, tetapi aktif mengirim tenaga medis jiwa ke wilayah seperti Kepulauan Seribu yang selama ini sering terabaikan dalam pelayanan publik. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2038\" data-end=\"2353\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Seorang pria berinisial R nyaris kehilangan nyawa setelah nekat melompat ke laut di Dermaga Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada Senin (20\/10\/2025). Polisi menyebut R diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap kesehatan mental dan minimnya fasilitas penanganan ODGJ di wilayah terpencil seperti &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":145168,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9295,35],"tags":[4589],"class_list":["post-145167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-jakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145169,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145167\/revisions\/145169"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}