{"id":145205,"date":"2025-10-21T12:00:49","date_gmt":"2025-10-21T04:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145205"},"modified":"2025-10-21T12:00:49","modified_gmt":"2025-10-21T04:00:49","slug":"rokok-ilegal-hangus-di-bontang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rokok-ilegal-hangus-di-bontang\/","title":{"rendered":"Rokok Ilegal Hangus di Bontang!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG<\/strong> \u2013 Upaya pemberantasan peredaran barang ilegal di Kota Bontang terus digencarkan. Terbaru, Bea Cukai Bontang memusnahkan ratusan slop rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkohol ilegal, Selasa (21\/10\/2025) pagi. Pemusnahan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga penerimaan negara dari potensi kebocoran pajak dan cukai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor Bea Cukai Bontang, Tri Haryono Suhud, mengungkapkan nilai kerugian negara akibat peredaran barang ilegal itu ditaksir mencapai Rp124 juta. Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan selama satu tahun terakhir, terhitung sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau dirupiahkan barang bukti ini nilainya mencapai Rp195 juta. Hasil dari operasi penangkapan barang ilegal ini pemilik membayar denda Rp23,4 juta,\u201d ucap Tri Haryono Suhud.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, total barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas 93.720 batang rokok ilegal dan 148,18 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA). Proses pemusnahan dilakukan dengan dua metode: pembakaran dan penghancuran fisik terhadap minuman keras ilegal. Langkah ini diharapkan memberi efek jera bagi pelaku serta menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran produk tanpa izin resmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya menindak barang konsumsi ilegal, Bea Cukai Bontang juga mencatat capaian besar dalam pemberantasan narkotika. Selama periode 2022\u20132024, petugas berhasil mengamankan 4 kilogram sabu, hasil sinergi dengan aparat penegak hukum seperti BNNP, BNNK, dan Polres Bontang. \u201cUntuk yang sabu itu tercatat sejak 2022 lalu hingga 2024. Banyak TKPnya,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memberikan apresiasi terhadap ketegasan Bea Cukai dalam menjaga stabilitas ekonomi dan menekan aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara. Ia menilai, keberhasilan Bea Cukai bukan hanya soal penindakan, tetapi juga dalam pencapaian target penerimaan pajak daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBarang bukti ini cukup banyak. Kemudian target penerimaan pajak juga tercapai,\u201d kata Agus Haris.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemusnahan tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap praktik curang yang merusak tatanan ekonomi dan keadilan bagi pelaku usaha taat aturan. []\n<p>Admin04<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BONTANG \u2013 Upaya pemberantasan peredaran barang ilegal di Kota Bontang terus digencarkan. Terbaru, Bea Cukai Bontang memusnahkan ratusan slop rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkohol ilegal, Selasa (21\/10\/2025) pagi. Pemusnahan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menjaga penerimaan negara dari potensi kebocoran pajak dan cukai. Kepala Kantor Bea Cukai Bontang, Tri Haryono Suhud, mengungkapkan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":145208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,7,26],"tags":[],"class_list":["post-145205","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-breaking-news","category-kalimantan-timur-kaltim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145205","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145205"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145205\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145210,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145205\/revisions\/145210"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145205"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145205"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145205"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}