{"id":145370,"date":"2025-10-21T22:19:07","date_gmt":"2025-10-21T14:19:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145370"},"modified":"2025-10-21T22:19:07","modified_gmt":"2025-10-21T14:19:07","slug":"jalan-baru-masalah-lama-kesadaran-pengendara-masih-minim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-baru-masalah-lama-kesadaran-pengendara-masih-minim\/","title":{"rendered":"Jalan Baru, Masalah Lama: Kesadaran Pengendara Masih Minim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMBAS<\/strong> \u2014 Setelah puluhan tahun bergelut dengan jalan rusak, warga Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, akhirnya bisa bernapas lega. Ruas jalan utama desa kini telah diaspal mulus. Namun, di tengah rasa syukur itu, muncul kekhawatiran baru: apakah masyarakat siap menjaga infrastruktur yang sudah dibangun dengan susah payah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Suryansyah, warga Dungun Laut, menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"848\" data-end=\"1003\">\u201cKami juga menginginkan jalan yang telah bagus ini, telah beraspal, bisa dirawat bersama-sama, kita menjaganya,\u201d kata Suryansyah, Selasa 21 Oktober 2025.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci agar fasilitas publik tetap bertahan lama. Ia menyoroti kebiasaan sebagian warga yang kerap membawa kendaraan berat atau berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1237\" data-end=\"1452\">\u201cBagi masyarakat jangan sampai dengan jalan yang sudah bagus menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan. Ini dengan tidak kebut-kebutan di jalan yang dapat membahayakan pengendara lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalan yang kini mulus itu merupakan hasil pembangunan tahun 2025 setelah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1570\" data-end=\"1663\">\u201cKami sudah merasakan jalan yang bagus tahun ini, sebelumnya memang rusak parah,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Suryansyah juga berharap agar semangat pembangunan tidak berhenti di satu titik. Ia menilai masih banyak ruas jalan lain di sekitar Dungun Laut yang perlu diperbaiki agar pemerataan pembangunan bisa dirasakan lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1898\" data-end=\"2110\">\u201cMudahan selanjutnya semakin banyak tercipta titik-titik daerah yang diperbaiki jalannya terutama yang masih rusak parah. Kami berharap pembangunan ini menjadi motivasi kita semua mengawalnya bersama,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga kini dihadapkan pada ujian kesadaran: menjaga jalan agar tak kembali rusak, dan memastikan pembangunan tidak berhenti hanya sebatas proyek, melainkan menjadi bagian dari perubahan perilaku masyarakat. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMBAS \u2014 Setelah puluhan tahun bergelut dengan jalan rusak, warga Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, akhirnya bisa bernapas lega. Ruas jalan utama desa kini telah diaspal mulus. Namun, di tengah rasa syukur itu, muncul kekhawatiran baru: apakah masyarakat siap menjaga infrastruktur yang sudah dibangun dengan susah payah? Suryansyah, warga Dungun Laut, menegaskan bahwa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":145371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,2274],"tags":[12563,12560,12561,12564,12562],"class_list":["post-145370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sambas-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-infrastruktur-desa","tag-jalan-dungun-laut","tag-jawai-sambas","tag-kebut-kebutan","tag-warga-sambas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145370"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145372,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145370\/revisions\/145372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}