{"id":145618,"date":"2025-10-23T16:05:48","date_gmt":"2025-10-23T08:05:48","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145618"},"modified":"2025-10-23T16:05:48","modified_gmt":"2025-10-23T08:05:48","slug":"ppu-kampanyekan-gerakan-ibu-hamil-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ppu-kampanyekan-gerakan-ibu-hamil-sehat\/","title":{"rendered":"PPU Kampanyekan Gerakan Ibu Hamil Sehat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"398\" data-end=\"734\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> \u2014 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak. Melalui Dinas Kesehatan, digelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Ibu Hamil Sehat yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, di Aula Lantai 1 Kantor Bupati PPU, Rabu (22\/10\/2025) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"736\" data-end=\"981\">Dalam sambutannya, Tohar menegaskan bahwa kehamilan merupakan proses penting yang harus direncanakan secara matang. Ia menilai, kesadaran masyarakat tentang kehamilan sehat perlu ditingkatkan agar angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"983\" data-end=\"1199\">\u201cKehamilan itu qadarullah, tapi tetap bisa kita rekayasa. Artinya, kehamilan yang sehat harus diawali dengan perencanaan yang matang, bukan terjadi secara kebetulan tanpa kesiapan,\u201d ujarnya di hadapan para peserta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1201\" data-end=\"1463\">Tohar mengungkapkan bahwa tingginya angka kematian ibu dan bayi masih menjadi persoalan nasional yang memerlukan intervensi serius. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut sangat erat kaitannya dengan stunting, yang sebagian besar berawal dari masa kehamilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1465\" data-end=\"1733\">\u201cKehamilan yang tidak sehat bisa berdampak jangka panjang, bahkan sejak masa 1.000 hari pertama kehidupan anak. Infeksi, gizi buruk, dan penyakit pada ibu hamil dapat menurunkan kualitas janin dan berkontribusi terhadap munculnya stunting dan kemiskinan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1735\" data-end=\"2015\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-145730 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-23_07-27-33-2-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-23_07-27-33-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-23_07-27-33-2-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-23_07-27-33-2-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-23_07-27-33-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/>Lebih lanjut, Tohar menyoroti tantangan akses pangan bergizi dan layanan kesehatan yang belum merata, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, ia mendorong seluruh peserta agar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga penyebar semangat perubahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2017\" data-end=\"2189\">\u201cGerakan ini tidak boleh berhenti di ruangan ini saja. Kita semua harus menjadi ujung tombak penyebaran informasi agar gerakan ini benar-benar berdampak nyata,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2191\" data-end=\"2398\">Ia menambahkan, perencanaan kehamilan juga berkaitan erat dengan kesejahteraan keluarga. Menurutnya, keluarga yang memiliki anak dalam jumlah ideal akan lebih mudah mengatur ekonomi dan pemenuhan gizi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2400\" data-end=\"2505\">\u201cKeluarga dengan dua anak dan lebih dari dua anak tentu berbeda dalam pengelolaan ekonominya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2507\" data-end=\"2747\">Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, dr. Janse Grace Makisurat, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menciptakan generasi sehat sejak dalam kandungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2749\" data-end=\"2922\">\u201cSosialisasi ini menjadi langkah awal menuju masyarakat yang sadar pentingnya perencanaan kehamilan dan kesehatan ibu hamil sebagai fondasi masa depan bangsa,\u201d kata Grace.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2924\" data-end=\"3173\">Ia menuturkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang olahraga bagi ibu hamil, konsumsi gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, serta pentingnya mengenali tanda bahaya kehamilan dan tata cara menyusui yang benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3175\" data-end=\"3318\">Selain itu, kegiatan tersebut mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan Gerakan Ibu Hamil Sehat di seluruh wilayah PPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3320\" data-end=\"3648\">Acara ini dihadiri oleh para ibu hamil beserta pendamping, lintas program dan sektor, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, serta masyarakat umum. Dalam kesempatan itu, juga dilakukan minum tablet tambah darah bersama, Deklarasi Dukungan Ibu Hamil Sehat, dan penandatanganan komitmen bersama.\u00a0 []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENAJAM PASER UTARA \u2014 Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak. Melalui Dinas Kesehatan, digelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Ibu Hamil Sehat yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, di Aula Lantai 1 Kantor Bupati PPU, Rabu (22\/10\/2025) pagi. Dalam sambutannya, Tohar menegaskan bahwa kehamilan merupakan proses &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":145729,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[1163],"class_list":["post-145618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-tohar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145618"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145731,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145618\/revisions\/145731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}