{"id":145790,"date":"2025-10-23T22:01:16","date_gmt":"2025-10-23T14:01:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145790"},"modified":"2025-10-23T22:01:16","modified_gmt":"2025-10-23T14:01:16","slug":"odgj-brutal-di-kotim-bayi-dihentak-ke-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/odgj-brutal-di-kotim-bayi-dihentak-ke-tanah\/","title":{"rendered":"ODGJ Brutal di Kotim, Bayi Dihentak ke Tanah!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG<\/strong> \u2013 Warga Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diguncang peristiwa mengenaskan. Seorang bayi berusia delapan bulan bernama Hana Putri Anggini menjadi korban kekerasan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, Rabu (22\/10\/2025) pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kejadian itu berlangsung cepat dan mengejutkan. Pelaku tiba-tiba masuk ke rumah warga di Jalan Revolusi 45B, Bundaran KB, tanpa alasan jelas. Dalam hitungan detik, bayi Hana yang tengah digendong kakaknya diserang secara brutal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cOrangnya tiba-tiba masuk ke rumah, lari ke dalam, terus anak saya ditarik, dibawa keluar, langsung dibanting di depan rumah,\u201d ungkap Ririn, ibu korban, dengan suara bergetar saat ditemui di IGD RSUD dr Murjani Sampit, Kamis (23\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Ririn, saat insiden terjadi, ia sedang memasak di dapur. Suara teriakan sang kakak membuatnya panik.<br data-start=\"1398\" data-end=\"1401\" \/>\u201cWaktu itu saya di dapur masak, anak saya yang paling kecil sama abangnya di ruang tamu. Tiba-tiba anak saya yang besar teriak, \u2018Bu, Anggi dibanting sama Amang!\u2019,\u201d kisahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaku disebut sempat mengangkat tubuh bayi malang itu tinggi sebelum menghentakkannya ke tanah.<br data-start=\"1672\" data-end=\"1675\" \/>\u201cDibawa lari dulu, diputar ke atas, baru dibanting ke tanah. Kayaknya dipegang dari kaki,\u201d ujarnya lirih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat aksi brutal tersebut, Hana mengalami luka parah di kepala.<br data-start=\"1847\" data-end=\"1850\" \/>\u201cKepalanya bengkak, matanya tertutup karena bengkak, dan setelah diperiksa dokter, katanya ada pendarahan di otak sama ada tempurung kepala yang pecah,\u201d jelas Ririn.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bayi malang itu kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Murjani Sampit dan rencananya akan segera dirujuk ke Palangka Raya karena keterbatasan fasilitas medis.<br data-start=\"2181\" data-end=\"2184\" \/>\u201cKatanya di sini belum ada dokter bedah,\u201d tambah Ririn.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga sekitar mengenal pelaku sebagai salah satu penghuni kompleks yang jarang berinteraksi.<br data-start=\"2333\" data-end=\"2336\" \/>\u201cMasih satu kompleks, beda beberapa rumah aja. Kata keluarganya, dulu pernah dirawat karena gangguan jiwa,\u201d ujar Ririn.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ririn mengaku, sebelumnya pelaku tidak pernah berbuat hal ekstrem.<br data-start=\"2523\" data-end=\"2526\" \/>\u201cKalau mengamuk baru kali ini, sebelumnya jarang bersosialisasi juga,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menimbulkan kecemasan warga sekitar. Mereka berharap aparat segera menindaklanjuti kasus ini dan memastikan pelaku mendapat penanganan medis yang memadai agar kejadian serupa tak terulang. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KETAPANG \u2013 Warga Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diguncang peristiwa mengenaskan. Seorang bayi berusia delapan bulan bernama Hana Putri Anggini menjadi korban kekerasan oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, Rabu (22\/10\/2025) pagi. Kejadian itu berlangsung cepat dan mengejutkan. Pelaku tiba-tiba masuk ke rumah warga di Jalan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":145793,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,30],"tags":[12670,12669,12668,12671],"class_list":["post-145790","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-kekerasan-terhadap-bayi","tag-odgj-di-kotim","tag-rsud-dr-murjani-sampit","tag-tragedi-sampit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145790","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145790"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145790\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145795,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145790\/revisions\/145795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145790"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145790"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145790"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}