{"id":145857,"date":"2025-10-24T16:31:31","date_gmt":"2025-10-24T08:31:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145857"},"modified":"2025-10-24T16:31:31","modified_gmt":"2025-10-24T08:31:31","slug":"kurang-pengawasan-uks-malah-dibangun-di-lantai-dua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kurang-pengawasan-uks-malah-dibangun-di-lantai-dua\/","title":{"rendered":"Kurang Pengawasan, UKS Malah Dibangun Di Lantai Dua"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"175\" data-end=\"632\"><strong>SAMARINDA<\/strong> \u2013 Pembangunan gedung baru SDN 001 Samarinda Ilir di Jalan Jelawat, Kelurahan Sungai Dama, hingga kini belum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kepala Sekolah SDN 001 Samarinda Ilir, Linda Imelda Sihotang, mengungkapkan kekecewaannya karena bangunan yang seharusnya menjadi tambahan ruang belajar itu belum diserahkan secara resmi oleh pihak kontraktor. Akibatnya, proses belajar-mengajar belum dapat dilaksanakan di ruang baru tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"634\" data-end=\"1121\">Selain belum diserahterimakan, pihak sekolah juga menemukan sejumlah masalah teknis yang cukup mengganggu, terutama pada ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Menurut Linda, desain ruang UKS pada gedung baru tersebut tidak sesuai dengan rencana awal. \u201cUKS awalnya di lantai satu dan sudah lengkap dengan wastafel serta toilet. Tapi pada bangunan baru ini dipindah ke lantai dua dan ada kebocoran dari wastafel serta toiletnya,\u201d ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1123\" data-end=\"1623\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-145931 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-2-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-2-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-2-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-2.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Linda menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan lantai di sekitar wastafel menjadi basah dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Ia juga mengungkapkan adanya kesalahan teknis lain pada pipa pembuangan air dari atap (dak) bangunan yang justru mengalir ke area halaman sekolah, bukan ke saluran pembuangan utama. \u201cKami tidak dilibatkan dalam perencanaan. Setelah bangunan selesai, baru kami tahu ada kebocoran dari pipa atas dan pipa pembuangan air yang mengarah ke halaman sekolah,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1625\" data-end=\"1989\">Masalah tersebut dinilai terjadi akibat kurangnya koordinasi antara pihak kontraktor dan sekolah selama proses pembangunan. Linda menilai, jika pihak sekolah dilibatkan sejak awal, banyak kesalahan teknis yang bisa dihindari. Meski demikian, ia tetap menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan gedung baru tersebut karena dapat menambah ruang belajar bagi siswa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1991\" data-end=\"2146\">\u201cGedung dua lantai ini sebenarnya sangat dibutuhkan karena jumlah siswa terus bertambah, sementara ruang kelas lama sudah tidak mencukupi,\u201d ungkap Linda.<\/p>\n<figure id=\"attachment_145932\" aria-describedby=\"caption-attachment-145932\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-145932 size-medium\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01-768x576.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/photo_2025-10-24_10-10-01.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-145932\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Sekolah SDN 001 Samarinda Ilir, Linda Imelda Sihotang<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2148\" data-end=\"2630\">Namun, ia berharap pihak kontraktor segera memperbaiki beberapa bagian yang rusak akibat proyek pembangunan, seperti pagar dan halaman sekolah yang terimbas alat berat. \u201cKami berharap kontraktor dapat melanjutkan perbaikan lapangan sekolah dan pagar yang rusak akibat terkena alat berat saat pengerjaan, dan Dinas Pendidikan Samarinda bisa segera melengkapi ruang dengan meja dan kursi yang belum tersedia. Kalau semua sudah siap, tentu kami bisa lebih nyaman belajar,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2632\" data-end=\"3039\">Saat ini SDN 001 Samarinda Ilir tengah berupaya meraih predikat Adiwiyata Nasional, sebuah penghargaan bagi sekolah yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Oleh karena itu, fasilitas seperti UKS dan sanitasi menjadi unsur penting dalam penilaian. Linda menegaskan, perbaikan menyeluruh pada bangunan baru sangat penting agar sekolahnya dapat memenuhi standar sekolah sehat dan berwawasan lingkungan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA \u2013 Pembangunan gedung baru SDN 001 Samarinda Ilir di Jalan Jelawat, Kelurahan Sungai Dama, hingga kini belum bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kepala Sekolah SDN 001 Samarinda Ilir, Linda Imelda Sihotang, mengungkapkan kekecewaannya karena bangunan yang seharusnya menjadi tambahan ruang belajar itu belum diserahkan secara resmi oleh pihak kontraktor. Akibatnya, proses belajar-mengajar belum dapat dilaksanakan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":145930,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[12712],"class_list":["post-145857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-sdn-001-samarinda-ilir"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145857"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145857\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145933,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145857\/revisions\/145933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145930"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}