{"id":14593,"date":"2015-11-08T16:34:28","date_gmt":"2015-11-08T08:34:28","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14593"},"modified":"2015-11-08T16:34:28","modified_gmt":"2015-11-08T08:34:28","slug":"gaji-honorer-tidak-diatur-uu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gaji-honorer-tidak-diatur-uu\/","title":{"rendered":"Gaji Honorer Tidak Diatur UU"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_14594\" aria-describedby=\"caption-attachment-14594\" style=\"width: 646px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/kom-1-ke-BKD-PPU-ok.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14594 \" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/kom-1-ke-BKD-PPU-ok-300x200.jpg\" alt=\"kom-1-ke-BKD-PPU-ok\" width=\"646\" height=\"430\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14594\" class=\"wp-caption-text\">CARI SOLUSI: Komisi I saat studi banding di Pemkab Penajam Paser Utara. Studi banding ini membahas pola penggajihan THL. Hasilnya, di PPU gaji THL lebih besar daripada di Kukar, namun jumlahnya lebih sedikit.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> \u2013 Anggota Komisi I DPRD Kukar Ahmad Jais meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kukar bertindak tegas dalam memutuskan suatu kebijakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jais menilai persoalan honorer yang kini tengah dihadapi Kukar merupakan dampak dari ketidak-seriusan eksekutif yaitu BKD dalam mengkaji lebih mendalam terkait tenaga kerja honorer.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKita mengacu ke BKN maupun Kemenpan memang cantolan hukumnya tidak ada. Karena hanya kebijakan daerah masing-masing. Hal ini tinggal keberanian daerah, dalam hal ini BKD kemudian bagian Ortal dan masing-masing SKPD menentukan kuota berapa jumlah tenaga kontrak yang mereka butuhkan, setelah itu baru bisa disesuaikan dengan kebutuhan fungsionalnya,\u201d kata Jais kepada wartawan, Sabtu (7\/11).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Politisi Partai Golkar ini menilai tidak bisa dipungkiri bahwa membludaknya jumlahnya pegawai di Kukar, berdampak serius kepada kestabilan kas daerah yang setiap tahun menunjukkan tren belanja pegawai yang meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKarena jumlahnya yang banyak, itu membuat masalah bagi kita semua. Hal ini perlu penanganan secara khusus, dengan turun ke lapangan dan jika memang ada celahnya untuk membantu THL dan memang ada menunjukkan kinerja yang bagus, ya tetap pertahankan, namun mohon maaf apabila tidak ada fungsionalnya kita jadikan outsourcing,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau masalahnya THL minta kenaikan gaji, kita semua paham karena memang tidak layak jika besarannya hanya segitu. Tapi ketika naikkan kita lihat kinerja itu apa, karena ada sebagian mereka yang memang punya keahlian dan tidak sedikit juga yang tidak memiliki keahlian,\u201d tambahnya. <strong>[] KK<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA \u2013 Anggota Komisi I DPRD Kukar Ahmad Jais meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kukar bertindak tegas dalam memutuskan suatu kebijakan. Jais menilai persoalan honorer yang kini tengah dihadapi Kukar merupakan dampak dari ketidak-seriusan eksekutif yaitu BKD dalam mengkaji lebih mendalam terkait tenaga kerja honorer. \u201cKita mengacu ke BKN maupun Kemenpan memang cantolan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14594,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26],"tags":[1591,1821,129,1594],"class_list":["post-14593","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bkd","tag-bkn","tag-dprd-kukar","tag-thl"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14593"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14593\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}