{"id":145942,"date":"2025-10-24T17:16:40","date_gmt":"2025-10-24T09:16:40","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145942"},"modified":"2025-10-24T17:16:40","modified_gmt":"2025-10-24T09:16:40","slug":"ketika-korean-wave-menginspirasi-kuliner-samarinda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ketika-korean-wave-menginspirasi-kuliner-samarinda\/","title":{"rendered":"Ketika Korean Wave Menginspirasi Kuliner Samarinda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"407\" data-end=\"783\"><strong>SAMARINDA<\/strong>\u00a0\u2013 Di tengah derasnya arus budaya populer Korea yang melanda Indonesia, muncul generasi muda yang mampu mengubah ketertarikan terhadap tren global menjadi peluang bisnis nyata. Salah satunya adalah Deva Anggraeni Sabdah, wirausahawan muda asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang sukses memperkenalkan kuliner khas Korea melalui usaha bernama K-Taste.SMD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"785\" data-end=\"1346\">Berawal dari kecintaannya terhadap budaya Negeri Ginseng, Deva menjadikan hobinya sebagai jembatan untuk memperkenalkan cita rasa baru kepada masyarakat lokal. Dalam wawancara resmi pada Kamis, (23\/10\/2025), ia menuturkan bahwa kecintaannya terhadap budaya Korea menjadi dasar berdirinya usaha tersebut.<br data-start=\"1091\" data-end=\"1094\" \/>\u201cAwalnya itu karena saya memang sudah lama suka dengan budaya Korea. Dari musik, drama, sampai kulinernya selalu menarik perhatian saya. Apalagi saya juga hobi masak, jadi mulai tertarik untuk eksplor bahan-bahan dan teknik masakan Korea,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1348\" data-end=\"1752\">Perjalanan Deva dimulai sejak tahun 2019 ketika masih duduk di bangku sekolah. Kala itu, ia sering membawa bekal masakan Korea ke sekolah dan membagikannya kepada teman-teman. Respons positif dari lingkungan sekitar menjadi pemicu semangatnya untuk melangkah lebih jauh. Tahun berikutnya, ia mulai menjual produknya secara daring di bawah nama K-Taste.SMD, dengan menu perdana berupa <em data-start=\"1736\" data-end=\"1749\">Jajangmyeon<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1754\" data-end=\"2098\">Kesuksesan menu pertama disusul oleh berbagai hidangan lain seperti <em data-start=\"1822\" data-end=\"1830\">Kimbab<\/em>, <em data-start=\"1832\" data-end=\"1839\">Mandu<\/em>, <em data-start=\"1841\" data-end=\"1860\">Yangnyeom Chicken<\/em>, dan aneka menu autentik Korea lainnya. \u201cResponnya waktu itu lumayan bagus. Banyak teman yang bantu promosi lewat media sosial. Saya juga berusaha tetap pakai bahan-bahan impor dari Korea supaya rasa aslinya tetap terjaga,\u201d jelas Deva.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2100\" data-end=\"2628\">Menariknya, pandemi COVID-19 pada 2020 justru membuka peluang baru bagi K-Taste.SMD. Saat masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, minat terhadap makanan Korea meningkat pesat. Namun, Deva mengaku bahwa tantangan utama bukan hanya pada penjualan, melainkan pada upaya menjaga konsistensi rasa dan ketersediaan bahan baku.<br data-start=\"2427\" data-end=\"2430\" \/>\u201cHambatannya lebih ke diri sendiri, gimana tetap konsisten dan terus belajar. Karena bahan-bahan impor juga gak selalu mudah didapat di Samarinda, jadi kadang harus pesan dari luar kota,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2630\" data-end=\"2819\">Kini, K-Taste.SMD dikenal luas dengan menu unggulan seperti <em data-start=\"2690\" data-end=\"2706\">Kimbab Bulgogi<\/em>, <em data-start=\"2708\" data-end=\"2726\">Kimbab Tuna Mayo<\/em>, dan <em data-start=\"2732\" data-end=\"2751\">Yangnyeom Chicken<\/em>, yang menjadi favorit pelanggan dan rutin diproduksi setiap hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2821\" data-end=\"3163\">Melihat perkembangan bisnisnya yang terus meningkat, Deva berencana mengembangkan K-Taste.SMD ke tahap berikutnya dengan membuka gerai fisik. \u201cHarapan saya semoga K-Taste.SMD bisa punya toko sendiri supaya orang-orang gak cuma bisa beli makanannya, tapi juga ngerasain experience-nya. Semoga pelan-pelan bisa terwujud,\u201d tutupnya optimistis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3165\" data-end=\"3424\">Dengan semangat wirausaha muda dan ketekunan menjaga cita rasa autentik, Deva Anggraeni Sabdah menjadi contoh nyata bagaimana fenomena global seperti Korean Wave dapat diolah menjadi peluang bisnis kreatif yang mengangkat potensi kuliner lokal di Samarinda. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3165\" data-end=\"3424\">Penulis: Muhammad Ihsan | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SAMARINDA\u00a0\u2013 Di tengah derasnya arus budaya populer Korea yang melanda Indonesia, muncul generasi muda yang mampu mengubah ketertarikan terhadap tren global menjadi peluang bisnis nyata. Salah satunya adalah Deva Anggraeni Sabdah, wirausahawan muda asal Samarinda, Kalimantan Timur, yang sukses memperkenalkan kuliner khas Korea melalui usaha bernama K-Taste.SMD. Berawal dari kecintaannya terhadap budaya Negeri Ginseng, Deva &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":145943,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[12714],"class_list":["post-145942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-k-taste-smd"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145942"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145944,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145942\/revisions\/145944"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145943"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}