{"id":145972,"date":"2025-10-24T22:21:26","date_gmt":"2025-10-24T14:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=145972"},"modified":"2025-10-24T22:21:26","modified_gmt":"2025-10-24T14:21:26","slug":"main-air-berujung-maut-alarm-bahaya-untuk-orang-tua-di-bengkayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/main-air-berujung-maut-alarm-bahaya-untuk-orang-tua-di-bengkayang\/","title":{"rendered":"Main Air Berujung Maut, Alarm Bahaya untuk Orang Tua di Bengkayang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BENGKAYANG<\/strong> \u2013 Tragedi tenggelamnya bocah perempuan berinisial GC (10) di Desa Monterado, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kamis (23\/10\/2025) sore, menyisakan duka mendalam sekaligus peringatan keras bagi para orang tua dan warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban ditemukan meninggal dunia di sungai belakang rumahnya setelah sempat hilang saat bermain air bersama tiga rekannya. Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kapolsek Monterado IPDA Rega Nuari Pratama membenarkan peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut penjelasan Kapolsek, insiden bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika korban dan teman-temannya mandi di sungai yang awalnya dangkal. Namun hujan deras di wilayah hulu membuat debit air meningkat secara tiba-tiba.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban diduga panik dan kesulitan menepi karena tidak bisa berenang,\u201d jelas IPDA Rega.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teman-teman korban yang berada di lokasi sempat mendengar teriakan minta tolong, tetapi ketakutan dan tidak sempat memberi tahu orang tua. Peristiwa itu baru dilaporkan warga ke Polsek Monterado sekitar pukul 16.45 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Empat personel Polsek Monterado yang dipimpin Aipda Kalba R langsung terjun ke lokasi bersama warga untuk melakukan pencarian. Proses penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB, korban sudah tidak bernyawa,\u201d ujar IPDA Rega.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Dusun Karya, Desa Monterado, dengan bantuan tenaga medis dari Puskesmas setempat. Pihak kepolisian juga telah mendata saksi, mendokumentasikan lokasi, serta berkoordinasi dengan unit reskrim untuk penanganan lanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,\u201d ungkap Kapolsek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, tragedi semacam ini seharusnya menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih waspada, terutama dalam pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di area sungai atau perairan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Khususnya dalam mengawasi anak-anak saat bermain di area sungai atau perairan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menambah panjang daftar insiden anak tenggelam di Kalimantan Barat yang seringkali terjadi di lingkungan sekitar rumah. Minimnya pengawasan, kurangnya kesadaran terhadap bahaya arus sungai, serta tidak adanya rambu atau pembatas di area bermain anak menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah pencegahan. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BENGKAYANG \u2013 Tragedi tenggelamnya bocah perempuan berinisial GC (10) di Desa Monterado, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, Kamis (23\/10\/2025) sore, menyisakan duka mendalam sekaligus peringatan keras bagi para orang tua dan warga sekitar. Korban ditemukan meninggal dunia di sungai belakang rumahnya setelah sempat hilang saat bermain air bersama tiga rekannya. Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":145973,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[3488,2273],"tags":[12746,12745,12744,12743],"class_list":["post-145972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-bengkayang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","category-kalimantan-barat-kalbar","tag-evakuasi-korban-tenggelam","tag-peringatan-bahaya-sungai","tag-sungai-monterado-kalbar","tag-tragedi-sungai-bengkayang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145972"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145974,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145972\/revisions\/145974"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/145973"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}