{"id":146035,"date":"2025-10-25T10:05:46","date_gmt":"2025-10-25T02:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=146035"},"modified":"2025-10-25T10:05:46","modified_gmt":"2025-10-25T02:05:46","slug":"bos-konter-nekat-bobol-mal-rp600-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bos-konter-nekat-bobol-mal-rp600-juta\/","title":{"rendered":"Bos Konter Nekat Bobol Mal Rp600 Juta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"464\" data-end=\"819\"><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Ironi dunia usaha kecil kembali terungkap. Seorang pemilik konter ponsel di Ciracas, Jakarta Timur, berinisial PS, nekat membobol toko gawai di sebuah mal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, demi \u201cmemodali usaha\u201d miliknya. Bukan karena ide bisnisnya gagal, tapi karena memilih jalan pintas yang justru menjerumuskannya ke jeruji besi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"821\" data-end=\"1276\">\u201cPencurian ini dilakukan pelaku untuk memodali usaha konter handphone miliknya,\u201d ujar Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardi dalam keterangannya, Sabtu (25\/10\/2025). Aksi PS dilakukan pada Sabtu (27\/09\/2025) malam, saat mal sudah tutup. Modusnya sederhana, tetapi menunjukkan keberanian yang ekstrem. PS memanfaatkan waktu lengang sekitar pukul 21.51 WIB, mengenakan jaket putih, tas besar, dan topi untuk menutupi identitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1278\" data-end=\"1555\">\u201cPelaku masuk dengan membobol paksa kunci keamanan toko,\u201d ungkap Ressa. Ia tidak mengambil barang yang terpajang di etalase, melainkan langsung menuju ruang penyimpanan utama. \u201cPelaku sempat kesulitan membuka lemari penyimpanan ponsel. Tapi tetap berhasil juga dia,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1557\" data-end=\"1893\">Setelah berhasil membuka lemari, PS memasukkan 48 ponsel baru dari berbagai merek ke dalam tas besar yang telah disiapkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp600 juta. \u201cKerugian ditaksir Rp600 juta,\u201d kata Ressa. Ia bahkan tidak menutup kembali lemari penyimpanan dan meninggalkan lokasi begitu saja seolah yakin tidak akan terlacak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1895\" data-end=\"2351\">Namun, keberanian itu tidak berlangsung lama. Rekaman CCTV menjadi saksi bisu sekaligus alat bukti penting yang membuat langkah PS terhenti. Polisi berhasil melacak dan menangkapnya saat sedang menjual sebagian hasil curiannya di sebuah mal di Kabupaten Tangerang pada 16 Oktober 2025. \u201cSubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku saat sedang menjual handphone curian di sebuah mal kawasan Kabupaten Tangerang,\u201d jelas Ressa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2353\" data-end=\"2724\">PS sempat berkelit saat ditangkap. Namun, polisi kemudian membawanya ke konter ponsel miliknya di Ciracas. Di sana, kebohongan PS terbongkar. \u201cPelaku tak bisa mengelak ketika polisi menemukan barang bukti berupa ponsel hasil curian di konter miliknya,\u201d ujar Ressa. Dari hasil penyelidikan, ternyata PS pernah melakukan pembobolan toko ponsel lain dengan modus serupa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2726\" data-end=\"3122\">Kisah PS menjadi potret nyata bahwa tekanan ekonomi dan obsesi membuka usaha bisa berujung pada penyimpangan moral. Di satu sisi, ada semangat berwirausaha; di sisi lain, ada cara kotor yang melanggar hukum. Fenomena ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap peredaran barang curian di pasar gawai dan lemahnya deteksi dini terhadap pelaku yang memanfaatkan bisnis kecil sebagai kedok kejahatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3124\" data-end=\"3454\">Pertanyaan publik pun muncul: bagaimana bisa seseorang yang mengelola konter ponsel di ibu kota, dengan jaringan usaha aktif, justru memilih jalan kriminal untuk memperbesar modal? Kasus PS menjadi pengingat bahwa mental \u201casal cuan\u201d tanpa integritas hanya menjadikan dunia usaha sebagai ruang bagi kriminalitas berbalut wirausaha. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3124\" data-end=\"3454\">Admin03<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Ironi dunia usaha kecil kembali terungkap. Seorang pemilik konter ponsel di Ciracas, Jakarta Timur, berinisial PS, nekat membobol toko gawai di sebuah mal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, demi \u201cmemodali usaha\u201d miliknya. Bukan karena ide bisnisnya gagal, tapi karena memilih jalan pintas yang justru menjerumuskannya ke jeruji besi. \u201cPencurian ini dilakukan pelaku &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":146036,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9295,35],"tags":[4589],"class_list":["post-146035","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-jakarta"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146035","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146035"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146035\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146037,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146035\/revisions\/146037"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/146036"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146035"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146035"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146035"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}