{"id":14617,"date":"2015-07-14T22:45:40","date_gmt":"2015-07-14T14:45:40","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=14617"},"modified":"2015-07-14T22:45:40","modified_gmt":"2015-07-14T14:45:40","slug":"pegawai-jangan-numpuk-di-ibu-kota-kabupaten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pegawai-jangan-numpuk-di-ibu-kota-kabupaten\/","title":{"rendered":"Pegawai Jangan Numpuk di Ibu Kota Kabupaten"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA<\/strong> &#8211; Penempatan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar belum merata. Hal itu terbukti dengan adanya penumpukan pegawai di ibu kota kabupaten, Tenggarong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/PNS-Kukar.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-14618 aligncenter\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/PNS-Kukar.jpg\" alt=\"PNS Kukar\" width=\"640\" height=\"425\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Ketua DPRD Kukar H Rudiansyah meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera melakukan pemerataan pegawai. Rudi juga menyarankan agar BKD tidak takut melakukan mutasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemestinya pegawai tidak hanya numpuk di ibukota kabupaten saja, tapi disebar ke seluruh kecamatan agar terjadi pemerataan,\u201d terang Rudiansyah kepada wartawan, Selasa (14\/7).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, Rudiansyah meminta agar BKD Kukar secepatnya melakukan mutasi. Rudi juga menginginkan agar mutasi pegawai dilakukan secara profesional, sesuai keahlian pegawai yang bersangkutan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_14619\" aria-describedby=\"caption-attachment-14619\" style=\"width: 150px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/rudiansyah.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-14619\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/rudiansyah.jpg\" alt=\"H. Rudiansyah\" width=\"150\" height=\"188\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14619\" class=\"wp-caption-text\">H. Rudiansyah<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBKD harus bekerja profesional terlepas dari intervensi dan kepentingan pribadi. Jangan ragu melakukan mutasi karena yang akan dimutasi adalah keluarganya pejabat. Misalnya saja, mereka ingin memutasi keluarga saya tapi kemudian berpikir dan takut karena itu sepupunya Rudiansyah, wakil ketua DPRD,\u201d cetusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menjelaskan, mutasi Pegawai Negeri Sipil merupakan bagian tidak terpisahkan dari upaya besar reformasi dengan tujuan meningkatkan kinerja, memperkuat orientasi pelayanan publik, dan pada akhirnya menangkat kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudiansyah juga berpesan agar pembinaan pegawai terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki sikap dan prilaku yang berintikan pengabdian, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta wibawa sehingga dapat memberikan pelayanan sesuai tuntutan perkembangan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDan yang harus diingat PNS harus siap ditempatkan di mana saja,\u201d pungkasnya.[] Advetorial<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI KARTANEGARA &#8211; Penempatan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar belum merata. Hal itu terbukti dengan adanya penumpukan pegawai di ibu kota kabupaten, Tenggarong. Wakil Ketua DPRD Kukar H Rudiansyah meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera melakukan pemerataan pegawai. Rudi juga menyarankan agar BKD &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":14618,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[263,1850,863],"class_list":["post-14617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-mutasi","tag-pegawai","tag-pns"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}