{"id":146450,"date":"2025-10-27T12:58:38","date_gmt":"2025-10-27T04:58:38","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=146450"},"modified":"2025-10-27T12:58:38","modified_gmt":"2025-10-27T04:58:38","slug":"arogansi-kuwu-dokter-jadi-korban-amuk-massa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/arogansi-kuwu-dokter-jadi-korban-amuk-massa\/","title":{"rendered":"Arogansi Kuwu, Dokter Jadi Korban Amuk Massa"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA BARAT<\/strong>\u00a0\u2014 Kasus penyerangan rumah seorang dokter di Kabupaten Indramayu menjadi cermin buram arogansi kekuasaan di tingkat lokal. Setelah videonya viral di media sosial, Polres Indramayu bergerak cepat dan menangkap lima orang terduga pelaku yang diduga menganiaya dokter dan keluarganya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelima pelaku yang kini diamankan masing-masing berinisial R (42), H (45), S (41), SU (53), dan T (47). Semuanya warga Kecamatan Anjatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDari hasil pemeriksaan awal dan bukti yang dikumpulkan, kami telah mengamankan lima orang terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut,\u201d ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, dalam keterangan tertulis, Minggu (26\/10\/2025).<\/p>\n<p>Kronologi Kekerasan Bermula dari Acara Desa<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden terjadi Kamis sore, 23 Oktober 2025, di tengah arak-arakan kesenian Singa Depok di Desa Anjatan. Seorang dokter, Irma, yang baru selesai praktik di RS Mitra Plumbon Patrol hendak pulang ke rumah. Di tengah keramaian, mobilnya diminta berhenti oleh seseorang yang diduga panitia acara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak lama, datang pria berkacamata hitam\u2014yang diduga kuat seorang kuwu (kepala desa)\u2014memberi arahan agar Irma berbelok ke gang kecil. Kebingungan atas dua perintah berbeda membuat Irma ragu. Situasi seketika memanas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pria tersebut diduga menendang spion mobil Irma sambil melontarkan kata-kata kasar. \u201cPanitia sempat melerai dan menyarankan Irma segera pergi,\u201d ungkap sumber di lokasi. Namun ketegangan tak berhenti di jalanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak lama setelah Irma tiba di rumah, massa mendatangi kediamannya, berteriak-teriak, dan melempar botol plastik. Suaminya, dr. Baskar (37), yang baru pulang dari RS Al Irsyad mencoba menenangkan situasi, namun justru menjadi korban pengeroyokan bersama dua karyawan rumah tangga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAkibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian pipi kanan, kening kiri, dan belakang telinga kanan. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Anjatan dan Polres Indramayu,\u201d jelas Arwin.<\/p>\n<p>Barang Bukti dan Penyelidikan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk hasil visum dan rekaman video yang viral di media sosial. \u201cBarang bukti ini untuk memperkuat dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP,\u201d tegas Arwin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelima pelaku kini mendekam di Mapolres Indramayu untuk pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut, sementara kondisi korban berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolsek Anjatan, AKP H. Rasita, memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional. \u201cKami akan menangani kasus ini secara profesional dan objektif, serta mengedepankan keadilan bagi semua pihak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan warga agar tidak main hakim sendiri. \u201cSetiap konflik harus diselesaikan melalui musyawarah, bukan dengan kekerasan,\u201d imbaunya.<\/p>\n<p>Aksi Viral di Media Sosial<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Usai insiden, Dokter Irma membagikan kronologi kejadian di akun TikTok pribadinya, @iermafitriasari. Dalam video tersebut, ia menuturkan rasa takut dan trauma yang dialami keluarganya. Ia juga memperlihatkan detik-detik pengeroyokan terhadap suaminya di depan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unggahan itu langsung menyita perhatian publik. Ribuan warganet mengecam tindakan brutal yang dilakukan di hadapan publik dan mendesak kepolisian untuk menindak tegas pelaku, termasuk jika benar ada keterlibatan perangkat desa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan tanpa etika sosial mudah berubah menjadi teror bagi warga.<br data-start=\"4050\" data-end=\"4053\" \/>\u201cProfesionalisme aparat dan keberanian korban melapor menjadi ujian bagi penegakan hukum di tingkat desa,\u201d kata salah satu aktivis HAM di Indramayu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga terang-benderang. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAWA BARAT\u00a0\u2014 Kasus penyerangan rumah seorang dokter di Kabupaten Indramayu menjadi cermin buram arogansi kekuasaan di tingkat lokal. Setelah videonya viral di media sosial, Polres Indramayu bergerak cepat dan menangkap lima orang terduga pelaku yang diduga menganiaya dokter dan keluarganya. Kelima pelaku yang kini diamankan masing-masing berinisial R (42), H (45), S (41), SU (53), &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":146451,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9359,35],"tags":[12885,12880,12886,12884,12883,12881,12879,12882],"class_list":["post-146450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-arak-arakan-singa-depok","tag-dokter-irma","tag-hukum-dan-keadilan-di-indramayu","tag-kekerasan-desa","tag-kuwu-anjatan","tag-pengeroyokan-di-anjatan","tag-penyerangan-dokter-indramayu","tag-polres-indramayu"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146452,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146450\/revisions\/146452"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/146451"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}