{"id":146454,"date":"2025-10-27T16:37:23","date_gmt":"2025-10-27T08:37:23","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=146454"},"modified":"2025-10-27T16:37:23","modified_gmt":"2025-10-27T08:37:23","slug":"kolaborasi-ugm-ppu-wujudkan-desa-cerdas-penyangga-ikn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kolaborasi-ugm-ppu-wujudkan-desa-cerdas-penyangga-ikn\/","title":{"rendered":"Kolaborasi UGM\u2013PPU Wujudkan Desa Cerdas Penyangga IKN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"471\" data-end=\"836\"><strong>YOGYAKARTA<\/strong> \u2014 Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dan kemandirian desa dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi daerah. Pesan itu disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inovasi Desa yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (27\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"838\" data-end=\"1178\">Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten PPU, Nicko Herlambang; Wakil Dekan UGM Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Widyanto Dwi Nugroho; Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) PPU, Tita Deritayai; serta sejumlah pejabat dan akademisi terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1180\" data-end=\"1598\">Dalam sambutannya, Mudyat Noor mengaku bersyukur dapat hadir di tengah para kepala desa dan peserta bimtek yang disebutnya sebagai \u201cpara penggerak perubahan\u201d di tingkat akar rumput. \u201cKita semua bertanggung jawab terhadap masyarakat yang kita pimpin. Melalui kegiatan ini, saya ingin menegaskan bahwa kita harus menjadi satu kesatuan utuh, tidak terpecah-pecah, agar tujuan pembangunan desa bisa tercapai,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1600\" data-end=\"2001\">Bupati menekankan bahwa bimtek ini bukan sekadar kegiatan formalitas, tetapi wadah nyata untuk membangun desa yang mandiri dan berdaya saing, terutama menghadapi tantangan ekonomi akibat berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD). Ia menilai, desa merupakan struktur pemerintahan terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga pengelolaan potensi lokal harus dilakukan secara maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1600\" data-end=\"2001\">Menurutnya, potensi koperasi, sektor pertanian, perikanan, hingga pengolahan sampah bisa menjadi sumber kekuatan ekonomi baru di desa. \u201cKe depan, tantangan kita besar. Tapi kalau potensi desa dimanfaatkan dengan baik dan ada kolaborasi antardesa, saya yakin semua bisa berjalan. Bahkan nanti ada program Desa Pedia yang bisa menjadi jembatan pertukaran data dan kolaborasi,\u201d kata Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2394\" data-end=\"2789\">Lebih jauh, Bupati juga menyoroti pentingnya penggunaan produk lokal dalam setiap kegiatan pembangunan. Ia menegaskan, Kabupaten PPU memiliki sumber daya alam yang melimpah mulai dari batu gunung hingga lahan pertanian luas.<br data-start=\"2618\" data-end=\"2621\" \/>\u201cSaya ingin pembangunan di PPU lebih banyak menggunakan bahan lokal. Kalau potensi lokal dimanfaatkan, inflasi bisa ditekan dan masyarakat makin sejahtera,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2791\" data-end=\"3152\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-146488 aligncenter\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/70264f31-16c4-474c-af8e-7a71f4f20b59-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"420\" height=\"280\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/70264f31-16c4-474c-af8e-7a71f4f20b59-300x200.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/70264f31-16c4-474c-af8e-7a71f4f20b59-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/70264f31-16c4-474c-af8e-7a71f4f20b59-768x512.jpeg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/70264f31-16c4-474c-af8e-7a71f4f20b59.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 420px) 100vw, 420px\" \/>Program Sekolah Inovasi Desa yang digagas Pemkab PPU bersama UGM ini menjadi langkah konkret untuk mencetak desa-desa yang kreatif, adaptif, dan inovatif. Program ini lahir dari hasil diskusi mendalam antara Bupati dan para pendamping desa yang sepakat bahwa desa di PPU tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama kemajuan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3154\" data-end=\"3386\">\u201cPak Bupati ingin desa-desa di PPU benar-benar terarah dan maju. Tidak hanya menjadi penerima kebijakan, tapi juga pencipta gagasan dan inovasi yang bisa mendukung IKN,\u201d ungkap Prof. Dr. Widyanto Dwi Nugroho di sela-sela kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3388\" data-end=\"3870\">Program pembelajaran dan pendampingan ini akan berlangsung selama satu setengah hingga dua tahun dengan pendekatan partisipatif. Melalui kegiatan ini, para kepala desa, perangkat, dan masyarakat akan dibimbing untuk mengembangkan potensi lokal, mengelola sumber daya dengan kreatif, serta menumbuhkan karakter kewirausahaan.<br data-start=\"3712\" data-end=\"3715\" \/>\u201cKalau jiwanya hanya administratif, maka desa akan jalan di tempat. Tapi kalau punya jiwa enterpreneur, desa bisa melompat lebih jauh,\u201d ujar Mudyat Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3872\" data-end=\"4269\">Disebut \u201csekolah\u201d bukan tanpa alasan. Program ini dirancang agar lebih akrab dengan masyarakat desa karena peserta tidak hanya diajari, melainkan juga belajar bersama melalui praktik langsung, studi kasus, dan proyek nyata.<br data-start=\"4095\" data-end=\"4098\" \/>\u201cKita menyebutnya sekolah agar semangatnya belajar bersama. Ini bukan sekadar pelatihan singkat, tapi proses panjang menuju desa yang benar-benar berdaya,\u201d tutur Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4271\" data-end=\"4769\">Kepala DPMD PPU, Tita Deritayai, menjelaskan bimtek ini terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Standar Inovasi dan UGM, berfokus pada penguatan kelembagaan desa berbasis Koperasi Merah Putih dan BUMDes.<br data-start=\"4476\" data-end=\"4479\" \/>\u201cBerbagai inovasi telah lahir dari implementasi kewenangan desa yang kini semakin luas. Desa dituntut mampu mengelola dan mengkapitalisasi potensi yang dimilikinya untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, terutama bagi PPU sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"4771\" data-end=\"5127\">Kegiatan yang diikuti 98 peserta dari 30 desa ini diharapkan melahirkan jejaring antardesa yang solid dan berkelanjutan. \u201cKalau masyarakat sejahtera, tidak ada lagi masalah besar. Jadi, kuncinya adalah kemandirian desa dan kesejahteraan warga. Mari kita bangun desa dengan hati, dengan tanggung jawab, dan dengan kerja nyata,\u201d pungkas Bupati Mudyat Noor. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Rasidah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA \u2014 Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dan kemandirian desa dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi daerah. Pesan itu disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Inovasi Desa yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (27\/10\/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":146486,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[9516],"class_list":["post-146454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-mudyat-noor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146454"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146454\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146489,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146454\/revisions\/146489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/146486"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}