{"id":146821,"date":"2025-10-30T11:19:32","date_gmt":"2025-10-30T03:19:32","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=146821"},"modified":"2025-10-30T11:19:32","modified_gmt":"2025-10-30T03:19:32","slug":"moral-jeblok-polisi-curi-mobil-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/moral-jeblok-polisi-curi-mobil-polisi\/","title":{"rendered":"Moral Jeblok, Polisi Curi Mobil Polisi!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BANDAR LAMPUNG<\/strong> &#8211; Ironi kembali menodai citra kepolisian. Seorang perwira Mabes Polri yang sedang berlibur di Bandar Lampung justru menjadi korban pencurian mobil. Tragisnya, pelaku bukan orang asing\u2014melainkan oknum polisi aktif, mantan anggota Polri, dan warga sipil yang bersekongkol mencuri kendaraan milik rekan seinstitusinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini bermula saat perwira berinisial AKP FN berlibur ke Bandar Lampung pada Jumat (24\/10\/2025). Ia menginap di sebuah hotel dan memarkir mobil Toyota Innova miliknya di area parkir. Namun, liburan berubah menjadi petaka ketika kunci mobilnya hilang tanpa jejak.<br data-start=\"1121\" data-end=\"1124\" \/>\u201cKorban pada saat check in di hotel lupa meletakkan kunci mobilnya,\u201d ujar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Faria Arista, Selasa (28\/10\/2025).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keesokan harinya, mobil yang sebelumnya terparkir rapi di halaman hotel sudah raib. Korban segera melapor ke pihak hotel dan kemudian ke Polresta Bandar Lampung. Penyelidikan cepat dilakukan hingga akhirnya terungkap fakta mencengangkan: pencuri mobil tersebut adalah oknum polisi aktif, tiga mantan anggota Polri, dan beberapa warga sipil.<\/p>\n<p>Jejak GPS Mengantar Polisi ke Pelaku<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unit Reskrim Polresta Bandar Lampung berhasil mengungkap pencurian berkat sinyal GPS yang masih aktif di mobil korban. Dari pelacakan, kendaraan ditemukan terparkir di RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM).<br data-start=\"1882\" data-end=\"1885\" \/>Polisi pun melakukan penggerebekan di salah satu hotel tempat para pelaku berkumpul. \u201cPada saat itu mereka tengah berkumpul sambil hisap sabu, mereka diamankan semua,\u201d kata Kompol Faria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Barang bukti berupa BPKB, STNK, cap materai, dan dokumen lainnya ikut diamankan. Total tujuh tersangka ditangkap\u2014termasuk Aipda Agm, anggota aktif Polresta Bandar Lampung, serta tiga eks-Polri dan tiga warga sipil lainnya. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.<\/p>\n<p>Dari Kunci yang Jatuh ke Komplotan yang Rusak Moral<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay membenarkan bahwa Aipda Agm masih berstatus anggota aktif. \u201cAnggota aktif 1 orang, pecatan 3 orang dan sisanya warga sipil, perannya ada komandannya, hingga ada yang bertugas ambil mobilnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyidikan mengungkap bahwa awal mula pencurian terjadi dari hal sepele\u2014sebuah kunci mobil yang ditemukan di lantai dekat lift hotel. Salah satu pelaku menemukannya, lalu menghubungi rekannya yang dikenal sebagai \u201cpemain mobil\u201d.<br data-start=\"2944\" data-end=\"2947\" \/>\u201cJadi tersangka ini setelah melihat mobil tersebut lalu melaporkan ke D atau leader tim. Katanya ini ada lokak dan cerita pelaku T ini menemukan kunci mobil tersebut di parkiran hotel,\u201d jelas Kompol Faria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan mudah mereka menyalakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna silver milik AKP FN. Setelah memastikan tidak ada GPS aktif, mobil dibawa ke bengkel untuk \u201cdiamankan\u201d. Namun rencana itu gagal karena GPS ternyata tersembunyi dan masih aktif.<br data-start=\"3399\" data-end=\"3402\" \/>Untuk mengelabui polisi, mobil sempat disimpan di parkiran RSUDAM selama empat hari. Namun, langkah \u201cmendinginkan barang curian\u201d itu justru menjadi petunjuk utama bagi penyidik.<\/p>\n<p>Narkoba, Polisi, dan Krisis Etika<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain kasus pencurian, tes urine terhadap para pelaku juga menunjukkan hasil positif narkoba. \u201cAlhamdulillah mereka telah diamankan dan semua barang bukti ada,\u201d kata Kompol Faria.<br data-start=\"3806\" data-end=\"3809\" \/>Kapolresta Alfret Jacob Tilukay menegaskan bahwa keterlibatan oknum anggota Polri aktif akan ditindak tegas, baik secara pidana maupun etik. \u201cKini mereka tengah didalami oleh Satnarkoba,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menambah panjang daftar pelanggaran moral di tubuh kepolisian. Dari kunci mobil yang hilang, terbuka pula kunci kebobrokan mental aparat yang semestinya menjadi pelindung masyarakat, bukan pelaku kejahatan. []\n<p>Fajar Hidayat<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG &#8211; Ironi kembali menodai citra kepolisian. Seorang perwira Mabes Polri yang sedang berlibur di Bandar Lampung justru menjadi korban pencurian mobil. Tragisnya, pelaku bukan orang asing\u2014melainkan oknum polisi aktif, mantan anggota Polri, dan warga sipil yang bersekongkol mencuri kendaraan milik rekan seinstitusinya sendiri. Kasus ini bermula saat perwira berinisial AKP FN berlibur ke &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":146822,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[7981,35],"tags":[12997,12998,12999,4584,12996,13002,12995,12994,13000,13001],"class_list":["post-146821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-lampung","category-berita-nasional","tag-eks-anggota-polri","tag-kasus-kriminal-polisi","tag-komplotan-polisi-maling","tag-oknum-polisi","tag-pencurian-mobil-bandar-lampung","tag-penegakan-hukum-polri","tag-perwira-mabes-polri","tag-polisi-curi-mobil","tag-sabu-polisi","tag-skandal-aparat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=146821"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146823,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/146821\/revisions\/146823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/146822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=146821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=146821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=146821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}